Skip to main content

Posts

Kegagalan

Bulan Januari lalu adik saya yang perempuan, yang sekarang sedang kuliah, mengikuti tes untuk tenaga honorer di salah satu Instansi Pemerintahan. Setelah melengkapi semua persyaratan yang dibutuhkan, mengikuti proses seleksi dari awal sampai selesai, adik saya dan beberapa orang lainnya dinyatakan lulus. Setelah dinyatakan lulus, beberapa hari kemudian, pihak Instansti terkait sudah memerintahkan semua yang lulus tes untuk mulai masuk kerja. Karena ini adalah pengalaman pertama adik saya kerja, maklum dia baru semester 2 kuliah di Fakultas Ekonomi di salah satu Universitas Swasta di Bengkulu. Dia cukup bahagia tentunya, pagi kerja, sorenya dia kuliah. Itung-itung meringankan beban orang tua. Dia sudah menjahit baju seragam kerja sesuai yang ditentukan pihak kantor. Setelah satu bulan kerja, barulah Surat Keputusan turun, dan anehnya, dia tidak mendapatkan SK. Mungkin keliru pikirnya, dia mencoba untuk memberitahu pihak kantor bahwa SK dia belum turun. Dan tahukah kalian apa yang dika...

Yang Terlupakan

Aku duduk di bagian ujung masjid, bersender ke dinding masjid sambil membaca sebuah buku. Melepas lelah setelah seharian berkutat dengan tugas-tugas yang membuatku lupa untuk meluangkan waktu membaca buku-buku yang kubeli. Buku-buku itu tersusun rapi di lemari kamarku. Hanya tersusun dan belum sempat untuk kubaca. Tidak apa, nanti kalau sudah ada waktu luang baru akan kubaca satu persatu. Aku membaca lembar demi lembar buku yang berjudul “Notes From Qatar” karya Muhammad Assad. Sebuah buku yang sangat inspiratif, menarik dan bersahaja. Sebuah buku yang memotivasi tanpa maksud untuk menggurui. Aku sedang membaca bagian “My Spiritual Journey” , tiba-tiba seseorang menghampiriku, dia duduk di depanku sambil memegang selembar kertas dan sebuah bolpoint berwarna hitam. Penampilannya lusuh, sepertinya dia baru selesai bekerja. Ada debu yang menempel di keningnya, serta butiran-butiran keringat membasahi mukanya. Aku masih terus membaca, dan membiarkan dia duduk di depanku. Hening, ...

Pesona Sang Adam

Gelapnya malam menyelimuti Jakarta. Lalu lalang kendaraan sudah mulai berkurang, hanya ada beberapa kendaraan yang masih melaju dengan kencang, memanfaatkan jalanan yang lengang agar bisa sampai tujuan dengan cepat dan segera beristirahat. Jarum jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 23:45. Aku masih berdiri di pinggir jalan, menunggu angkutan umum yang akan membawaku ke Bundaran Hotel Indonesia, siapa tahu masih ada angkutan yang beroperasi meski malam hanya tinggal separuh. Sudah hampir lima belas menit aku berdiri di sini, sambil menghisap sebatang rokok, namun tidak ada lagi angkutan yang beroperasi, ahh…sepertinya taxi adalah pilihan terakhir menuju ke sana. Aku menghentikan sebuah taxi , kusenderkan kepalaku, mataku mulai terpejam perlahan. Aku mengantuk. “Nanti kalo sudah sampai Bundaran Hotel Indonesia, tolong bangunkan saya ya, Pak” Ucapku sebelum hanyut dalam mimpi. * Aku sudah duduk di Bundaran Hotel Indonesia, menatap bangunan-bangunan tinggi menjulang. Dingi...

Bagaimana anakmu engkau perlakukan?

Ummu Qais binti Mihsan berkata, “Suatu hari aku datang menemui Rasulullah saw dengan membawa seorang bayi yang belum makan kecuali air susu Ibunya. Beliau menggendong bayi itu, dan bayi itu kencing di tubuh Beliau. Maka aku pun merenggut bayi itu dari Beliau. Ternyata Beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Kencing ini dapat hilang hanya dengan mengguyurkan air padanya. Tetapi betapa sulitnya menghilangkan renggutanmu yang kasar itu dari benaknya!” Beliau lalu meminta diambilkan air dan memercikkannya ke tubuh Beliau yang terkena air kencing.” ( HR Al Bukhari [516] dan Muslim [346] ) Beberapa murid saya sering cerita tentang perilaku orang tua yang mudah sekali mengeluarkan kata-kata kasar ketika anak-anak mereka melakukan sesuatu yang kurang berkenan di hati mereka. Bahkan ada yang dengan mudahnya bermain tangan dalam menasihati mereka. Ada juga yang ketika dia minta izin untuk pergi bermain bersama teman-temannya di hari Minggu, kemudian tidak diperbolehkan oleh orang tua...

5 CM and new me...

5 CM and New Me... Itulah judul tulisan Mbok Venus di Cover bagian belakang buku 5 CM. Seperti  biasa, saya menghabiskan akhir pekan dengan mengunjungi toko-toko buku. Kadang kalo pas kebetulan sedang ada uang ya saya beli buku. Tapi kalo pas sedang nggak ada uang untuk beli, biasanya saya duduk manis di bagian pojok sambil membaca. (malah curhat)  Kebetulan kemarin hari Sabtu sore, saya ke Gramedia. Dari rumah memang saya belum menentukan mau beli buku apa, pokoknya ke sana, ntar kalo ada yang tertarik ya beli. Kalo nggak ya palingan ntar saya cuma makan di tempat makan favorit saya. Pas masuk Gramedia, mata saya langsung tertuju ke tumpukan buku-buku yang baru saya lihat. Saya sudah sering datang ke Gramedia, biasanya di bagian dekat pintu nggak ada tumpukan buku. Saya lihat ada buku 5 CM, saya memang sudah tahu dari dulu buku itu, tapi entah kenapa tidak ada niat untuk beli. Namun berbeda dengan kejadian kemarin, saya lihat buku 5 CM, di cover bagian bela...

Surat Cinta

Surat-surat itu masih tersimpan rapi di dalam lemari. Aku masih belum mau membaca isi surat-surat itu. Aku sendiri tidak tahu siapa pengirimnya. Kali pertama aku melihat surat itu berada di dalam absensi kelas yang aku ampu. Surat berwarna pink bermotif bunga-bunga indah itu tidak langsung kubuka. Kubiarkan saja. Mungkin ada yang salah letak, atau mungkin ada yang sengaja meletakkan surat itu ke dalam absensiku. Beberapa hari kemudian, surat berwarna sama kembali terselip di dalam absensiku. Arghh .. siapakah gerangan yang mengirim surat-surat ini. Tidak ada nama pengirimnya dan aku masih belum mau membaca isi surat yang pertama dan yang kedua itu. Aku biarkan surat-surat itu di dalam lemari di atas tumpukan tugas-tugas sekolah. * Sebuah pesan singkat masuk ke dalam handphoneku; “Salam. Pak, malam ini sibuk nggak?” From : 08528976xxxxx Nomor itu tidak ada tersimpan di handphoneku, entah siapa pengirim pesan tersebut. Sepertinya dia sengaja mengirim pesan itu tanpa me...

Sehelai Kain

Bermula dari komentar saya di photo salah satu teman saya di twitter. Pada saat itu dia share dua buah photo. Photo yang pertama dia tidak menggunakan jilbab. Saya komentarnya gini : “Saya kaget loh lihat photomu barusan” Iya, saya kaget karena setahu saya dia selama ini mengenakan jilbab anggun dan cantik. Jadi wajar dong ya kalo saya kaget tiba-tiba dia share photo yang tidak  mengenakan jilbab. Berbeda kalo dari sebelumnya dia memang tidak berjilbab. Dan yang tidak saya sangka adalah respon dia ; “hahaha, lo baru tahu aja’’ Entah saya nggak tahu apa maksudnya. Apa mungkin hanya saya saja yang tidak tahu bahwa selama ini dia memang tidak konsisten dalam menggunakan ‘hijab’.  Yang jelas di sini saya menilai ketidak konsistenan dia menggunakan ‘hijab’. Photo kedua, dia sedang dirangkul oleh pacarnya. Saya komentarnya Cuma gini ; “Lah yang ini saya malah tambah kaget lagi ” Iya, Cuma dua komentar itu yang saya berikan. Saya rasa sangat wajar...