Skip to main content

Posts

Pantai Menganti

18-19 Februari Pernah mendengar nama pantai ini? Mereka yang lahir dan besar di daerah Kebumen saya yakin sudah tidak asing lagi dengan pantai ini, sebuah pantai cantik dan menawan yang memerlukan perjuangan ekstra untuk bisa sampai kesini. Tapi jangan ciut dulu, Bro, meski perjalanan menuju pantai ini cukup serem karena jalannya super berliku, curam, kiri-kanan lembah, namun akan terbayar dengan keindahan pantainya nan cantik. Pasir putih yang berpadu dengan birunya laut rasanya cukup menjadi pengobat dag-dig-dug selama perjalanan menuju pantai ini. Duh, sampai lupa memberitahu dimana letak pantai ini. Pantai Menganti terletak di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Kurang lebih 40 KM dari Gombong. Untuk menuju pantai ini, saya sarankan dengan menggunakan sepeda motor saja, deh, dan pastikan sepeda motor yang digunakan dalam keadaan prima. Jika ingin menggunakan mobil, pastikan juga kamu sudah lihai menaklukkan jalanan yang berliku dan tebing yang curam, karen...

Memahami Perbedaan

Tadi pagi, habis subuh, saya mendapat pesan singkat dari sahabat saya di Switzerland via WhatsApp. Sudah 9 bulan saya tidak mendengar kabar darinya, dia tiba-tiba menghilang begitu saja, tidak pernah menghubungi baik melalui Skype, Facebook, maupun WhatsApp. Saya beranggapan mungkin dia sedang sibuk. Pernah beberapa kali saya coba hubungi, tapi tidak bisa. Terakhir kali dia menghubungi saya 9 bulan yang lalu, dia bercerita tentang rencananya memanjangkan jenggotnya. “Salam, Akhi, I’m sorry, I never responded your messages, chats, or calls. I was in jail for 8 months. I had internet connection only twice a week. I’m sorry. All my chats, messages, and calls were controlled by the police. I was in jail because somebody in the bus said to me in german language, “Fuck you immigrant, go back to your homeplace.” This person said this to me because of my beard and I told him that he should shut up. He stand up and walked really near to me and pushed me against the bus window. I hit him,...

Friendship

after cooking class Sometimes you meet a person and you just click – you are comfortable with them, like you’ve known them your whole life, and you don’t have to pretend to be anyone or anything. Finding a loyal friends is as hard as finding a tear drop in the ocean, if you make them, cherish them. I always though loving someone is the greatest feeling, but I realized that loving a friend is even better. We lose people we love, but we never lose true friends. True friends are the ones who have nice things to say about you behind your back. Abaikan tentang tata bahasa di tulisan di atas, ya, anggap saja sudah benar semua #krik. Berbicara tentang persahabatan, saya jadi teringat tentang obrolan sambil menunggu waktu maghrib kemarin. Jadi ceritanya kemarin saya dan teman-teman saya, lagi pada iseng masak gitu, tahu sendirilah, ya, saya, kan emang lagi suka banget kuliner akhir-akhir ini, jadi nggak usah heran kalo berat badan saya itu naik drastis dalam satu bulan terakhir ini #c...

Lombok: Gili Terawangan

sunrise di Gili Terawangan Hari Pertama Pukul delapan pagi kami sudah dijemput oleh travel yang akan membawa kami ke Gili Terawangan. Sarapan rada buru-buru karena habis subuh kami kembali molor karena lelah, meski sempat baca Qur’an ½ juz baru molor. Dalam perjalanan menuju Pelabuhan Bangsal, kami kembali menikmati keindahan alam raya. Sungguh luar biasa ciptaan Tuhan. Inilah kenapa saya cinta mati sama Indonesia. Keindahan alamnya itu luar biasa. Di Senggigih, saya berasa lagi nggak berada di Indonesia, karena saking banyaknya orang asing yang memenuhi jalan-jalan dan pantai. Ini belum di Gili Terawangan, loh, ya, baru Senggigih doang. Setelah sampai di Pelabuhan Bangsal, kami langsung menuju tempat penukaran tiket, kemudian naik Boat dan langsung menuju Gili Terawangan. Perjalanan kurang lebih 15-20 menitan sampai ke Gili Terawangan. Air lautnya muncrat-muncrat ke wajah. Renat nutupin kepala pake handuk, saya nutupin wajah pake topi, sedangkan istrinya Farkhad bersandar d...

Lombok (Second Day)

 Jalan menuju air terjun Satu jam sebelum subuh, Farkhad sudah masuk ke kamar saya dan Renat, saya langsung ke kamar mandi, ambil wudhu, kemudian shalat tahajud sebentar. Saya baru tidur satu jam kayaknya. Renat masih tidur nyenyak di samping saya, saya biarin aja dia tidur sampai subuh. Setelah subuh, kami sarapan bareng tuan rumah, karena rencananya kami akan memulai perjalanan pagi ini sesegera mungkin. Mobil sudah siap di depan rumah, sopir juga sudah siap sambil manasin mobil. Rencana awal mau menggunakan jasa travel malah nggak jadi, karena ternyata kakak yang punya rumah mempunyai mobil lengkap dengan sopir yang siap mengantarkan kami jalan-jalan hari ini. Setelah semua dirasa siap, perjalanan pun dimulai. Well, karena saya kurang tidur, saya malah molor di mobil. Renat juga ikutan molor. Air Terjun Tiu Kelep Perjalanan menuju air terjun Sendang Gila dan Tiu Kelep cukup jauh. Untungnya kami menggunakan mobil sebagai transportasi menuju sana. Kalo pake motor, ...

Lombok (First Day)

 Sunset di daerah Banyumulek, Kerangkeng First Day Saya sudah mendarat di lombok kurang lebih pukul 12.30 waktu setempat, sementara Renat, Farkhad dan Istrinya masih dalam penerbangan menuju Lombok. Mereka bertiga dari Jakarta, sementara penerbangan saya dari Surabaya. Agenda pertama di Lombok adalah duduk lesehan di tempat pengambilan bagasi seorang diri, karena yang lain sudah selesai mengambil bagasi. Saya masih santai duduk lesehan kayak homeless sambil makan roti O yang enaknya bikin saya tambah lapar, bukannya tambah kenyang. Saya, Renat, Farkhad dan Istrinya Mau tahu berapa lama saya menunggu di Lombok International Airport ? Dua jam. Dua jam itu waktunya cukup loh buat acara resepsi pernikahan ( lost focus ), hehe. Kagak, maksud saya, dua jam itu waktu yang lama. Saya mondar-mandir, motret beberapa pegawai airport secara diam-diam, mulai dari cleaning service , penjaga toko, tukang dorong troli barang, bahkan tong sampah nggak luput dari jepretan saya. Asl...