Skip to main content

Posts

Sulma

Ada  yang berpendapat bahwa cinta itu tumbuh karena sudah ditetapkan untuk tumbuh dan bukan pilihan. Mereka mengatakan hal ini serupa dengan keinginan manusia untuk minum air ketika merasakan haus, atau keinginan makan ketika merasakan lapar. Keadaan ini tidak dapat disangkal ataupun dibendung oleh manusia. Lantas bagaimana dengan cintaku pada Sulma?, kami memiliki keyakinan yang berbeda, aku memeluk Islam sebagai Agamaku, sementara dirinya berkeyakinan Kristen.  Apakah ini sudah takdirku untuk mencintainya yang berbeda keyakinan denganku? Ataukah hanya aku yang telah salah memilih hati yang ingin kujadikan belahan jiwaku? Aku berdiam diri merenungi cinta yang sedikit demi sedikit tumbuh dilubuk hatiku, aku juga sudah mulai terbiasa dengan cibiran tetangga, celaan teman-teman satu kantor tentang cintaku kepadanya. Mereka mencibirku karena aku mencintainya yang non muslim, mereka membacakan dalil-dalil untuk meyakinkanku bahwa aku sedang di jalan yang salah. Aku tidak m...

Taare Zameen Par

Every child is Special Sebenarnya saya sudah lama menonton film ini, kurang lebih 6 atau 7 bulan yang lalu, akan tetapi kemarin pada saat workshop guru-guru ditayangkan film ini, dan saya yang dulu nonton film ini penuh dengan air mata, hari itu juga saya kembali meneteskan air mata, meski saya coba untuk tahan, ingin rasanya teriak tapi malu dengan guru-guru yang lain he he. Film ini menceritakan seorang anak yang bernama Ichsan yang menderita dyslexia (sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis). Keadaan ini diperparah oleh perlakuan lingkungan yang selalu menyudutkannya, sering dikatakan ‘bodoh', ‘malas' dan kata-kata yang tidak layak diucapkan lainnya. Saya tidak akan berbicara panjang lebar mengenai film ini, silahkan tonton filmnya dengan cara membeli DVD aslinya ya (kalo mau copy file filmnya sama saya juga boleh) #senyum. Film ini benar-benar sudah membuat saya ...

non-violence education

 ...{Kediri} Ayah seorang siswa menghajar seorang Guru di depan kelas... ...{Pati} Seorang Ibu Guru menghukum murid-muridnya yang tidak mengerjakan PR dengan menusukkan paku yang dipanaskan ke tangan siswa... ...{Bengkalis} Seorang Guru SD menghukum muridnya dengan lari keliling lapangan dalam kondisi telanjang bulat... ...{Yogyakarta} Karena tidak berbusana kartinian, seorang siswa SMU ditelanjangi di hadapan rekan-rekannya hingga tinggal mengenakan celana dalam... Peristiwa-periwstiwa di atas menggambarkan betapa kekerasan sudah merajalela dalam dunia pendidikan. Pertanyaannya adalah, mengapa semua itu bisa terjadi ? Selama ini, pendidikan di tanah air terlalu menekankan pada aspek kognitif saja, dan kurang memperhatikan pada aspek afektif. Padahal aspek afektif mempunyai peran penting dalam dunia pendidikan. Salah satu caranya adalah dengan mengintrodusir "budaya damai" (culture of peace) dalam pendidikan. Dan ini bisa dikembangkan dengan menerapkan pendidikan tanpa keker...

Satu mimpi yang terwujud

Begitu bahagia rasanya bisa kembali bertemu kalian, makan bareng, dan berbagi cerita tentang kegiatan kita masing-masing. kembali mengenang kebersamaan kita empat tahun lamanya di Kampus. Kembali tertawa saat saya mengingatkan kalian sebait kalimat favorit waktu kuliah : 'Ini makalah atau bungkus gorengan?  Dan langsung diikuti gelak tawa oleh teman-teman seruangan. Iya, kalimat itu sering jadi andalan saat yang presentasi makalah tidak memuaskan, atau makalah yang dibuat asal-asalan. Meski diucapkan dengan nada bercanda, ternyata kalimat itu bisa memotivasi teman-teman lain untuk bisa membuat makalah dengan baik dan bisa mempresentasikannya dengan baik. Kita kembali tersenyum saat mengingat Ujian Skripsi yang membuat jantung berdetak kencang tidak menentu. dan saat keluar dari ruang sidang, air mata menetes tanpa permisi sebagai ungkapan kebahagiaan. Dan semoga kebersamaan kita akan ada dilain kesempatan. Dan satu mimpiku sudah terwujud, yaitu   "Bertemu dengan kalian la...

Memaafkan

Tidak pelak lagi, manusia tidak bisa hidup menyendiri jauh dari masyarakat. Ia adalah makhluk yang saling bergantung dan yang kebutuhannya tidak mengenal batas. Kenyataannya manusia bergantung secara sosial; hal ini sepenuhnya sesuai dengan watak dan berbagai kebutuhannya, dan menjadikannya uuntuk hidup di bawah semangat untuk kerja sama atau gotong royong. Kehidupan sosial merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam perkembangan watak manusia, tidak hanya pada hal-hal materi, akan tetapi lebih dari itu, hubungan tersebut akan membentuk kesatuan jiwa, dan jika kesatuan jiwa sudah ada dalam kehidupan bermasyarakat, maka dipastikan kehidupan dalam bermasyarakat akan merasakan keindahan dan ketentraman. Salah satu kewajiban kita dalam berhubungan dengan orang lain adalah mampu untuk memaafkan kesalahan-kesalahan orang lain. Tidak ada manusia yang sempurna, semuanya pasti pernah berbuat salah. Jalan terbaik menuju hidup yang dipenuhi kedamaian adalah benar-benar hidup dengan damai be...

Ajari anak shalat sedini mungkin

Tadi siang, saya mengirimkan pesan singkat kepada murid-murid kelas yang saya ampu. “Salam, sudahkah hari ini Ananda membaca Al qur’an?, jangan lewatkan hari tanpa membaca Al qur’an sebagai wujud syukur atas ni’mat dari Allah swt.” Saya memang rutin berkomunikasi dengan anak-anak via sms, chatting, dan juga telphone. Tujuannya adalah agar mereka merasa bahwa ada yang peduli dengan mereka, karena memang tidak semua orang tua peduli dengan apa yang dilakukan anak-anak di rumah. seperti Shalat mereka, tidak semua bisa mengontrol karena sibuk bekerja, setidaknya dengan tetap melakukan komunikasi, saya sudah berusaha untuk selalu mengingatkan mereka agar “ segera shalat jika sudah masuk waktunya ”, “ jangan lupa untuk membaca Al qur’an tiap ba’da Maghrib ” dan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan sekolah, seperti “ jangan lupa untuk membawa buku penghubung ke sekola h”, “ belajar yang rajin karena sebentar lagi ujian kompetensi ”dan lain-lain. Dari awal yang paling saya...

Di Bawah Lindungan Ka'bah

Pagi tadi, saya sempatkan mendownload film yang sebenarnya sudah lama pengen saya tonton. Setelah membaca novelnya, rasanya kurang afdhol kalo saya tidak menonton filmnya. Novel yang saya maksud adalah “Di Bawah Lindungan Ka’bah” karya “Buya Hamka” . Saya termasuk pengagum sosok Buya Hamka, oleh karena itu, saya ingin tahu bagaimana jadinya novel “Di Bawah Lindungan Ka’bah” bila di filmkan. Dan inilah pendapat saya setelah menonton filmnya : Dari segi sinematografis film ini bagus, film ini juga berhasil menggambarkan Padang pada tahun 1920an. Akan tetapi entah kenapa saya sama sekali tidak tersentuh dengan film ini, saya tidak mengatakan film ini jelek, toh semua orang mempunyai penilaian tersendiri terhadap karya orang lain, dan saya menghargai karya ini dengan menonton meski dengan mendownload gratisan #plak . Pada saat membaca novel “Di Bawah Lindungan Ka’bah”, saya bisa sangat tersentuh dan meneteskan air mata, akan tetapi pada saat nonton filmnya barusan, entah me...