Saya mengajar di sekolah yang sebagian besar guru-gurunya adalah mereka yang belum menikah. Kalian bisa bayangkan ada berapa banyak rekan kerja saya yang juga belum menikah. Ada salah satu program sekolah untuk meningkatkan pemahaman para guru dalam hal ketaatan kepada Allah Swt. Program itu adalah halaqah . Satu pekan sekali, kami dibagi dalam beberapa kelompok kecil; ada seorang musyrif (ketua kelompok), ada seorang muāallim (pemateri) dan beberapa guru sebagai anggota. Beberapa semester sebelumnya, saya selalu digabungkan dengan kelompok guru-guru yang masih bujangan, dan itu sukses membuat kelompok saya itu sebagai kelompok paling sering galau karena sering dijadikan bahan candaan para muāallim dan rekan lain yang sudah menikah. Kadang saya bercanda dengan teman-teman satu kelompok, ākayaknya kita memang sengaja dijadikan satu kelompok, biar galau berjamaahā. Candaan saya diikuti oleh derai tawa se...