Hari kedua di Jogja saya pergi ke Candi
Borobudur. Paginya saya sarapan gudeg, lidah saya ketagihan dengan yang
namanya gudeg. Jadi selama di Jogja, saya selalu beli gudeg untuk
sarapan. Gudeg di Jogja berbeda dengan gudeg yang saya beli di
Purwokerto. Lebih enak.
Saya berangkat dari Hotel Muslim (Baca
: Masjid) ke Magelang menuju Candi Borobudur pukul 11 siang. Paginya saya
istirahat terlebih dahulu, kaki saya sempat sakit karena keliling Ratu Boko dan
Prambanan di hari sebelumnya. Mungkin karena terlalu terpesona dengan keindahan
Prambanan hehe
Dengan menumpang di angkutan umum,
dengan jarak yang cukup jauh dari Jogja, saya menuju Borobudur. Perjalanan dari
Jogja ke Borobudur kurang lebih 1 jam lamanya. Saya harus ganti angkutan di
Jombor kemudian baru menuju ke Borobudur.
Setibanya di Borobudur, saya membeli
tiket masuk seharga 30.000, kemudian langsung masuk dan menuju kereta yang
akan membawa rombongan ke pintu masuk candi. Karena kalo jalan kaki lumayan
bikin kaki saya tambah sakit. Jadi saya memilih naik kereta yang ada di dalam
lingkungan candi. Saya nggak tahu kalo ternyata kereta itu harus bayar,
nggak kayak waktu di Prambanan. Kalo di Prambanan, harga tiket yang saya beli
sudah termasuk free transport, jadi saya tidak perlu membayar lagi. Pas kereta
sudah mau berangkat dan petugasnya nanya tiket, saya senyum kemudian turun
menuju loket dan membeli tiket yang seharga 5000, sudah termasuk tiket kereta +
sebotol air mineral.
Sepertinya kali ini saya satu rombongan
lagi dengan international visitors karena saya satu kelompok dengan
wisatawan asing + satu orang tour guide, jadi waktu masuk ke Candi
Borobudur, banyak yang ngira bahwa saya adalah wisatawan asing karena saya
berbicara Bahasa Inggris. Dan ide aneh pun muncul, sejak masuk ke Candi sampai
keluar lagi saya berbicara dengan Bahasa Inggris dengan rombongan (karena
memang yang dipakai bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar Tour Guide-nya)
dan dengan pengunjung lain pun saya berbicara Bahasa Inggris.
Nah ternyata kejadian aneh menimpa saya
selama di Borobudur, entah mimpi apa mereka yang ngajak saya untuk foto bareng
itu haha #hadeuhh
Bahkan yang lucunya ada beberapa anak
kecil yang bilang,
“mr…mr… picture…together,,”
Saya melongo, hah?
Belum sempat ngejawab, mereka udah
narik tangan saya untuk foto bareng. Hadeuhh…terpaksa. Si Steven (teman dari
German yang baru kenal waktu di Borobudur) bilang, yeah you are lucky now J (karena saya sempat bilang “kok nggak ada yang minta foto
bareng saya” ke dia haha). Dia juga sibuk ngelayani permintaan foto bareng J
Ternyata tidak berhenti sampai disitu,
setelah dikerumuni oleh anak-anak, tiba-tiba remaja-remaja putra juga mau minta
foto bareng saya haha (asli, saya sakit perut ketawa kalo ngingat kejadian di
Borobudur). Dengan bahasa Inggris yang rada-rada aneh menurut saya, mereka
minta foto bareng. Baiklah, karena mereka yang minta foto bareng, saya pun
nyengir dan ikut keinginan mereka J ah mungkin mereka mengira saya dari Malaysia karena logat
saya yang Melayu.
Borobudur kembali membuat saya terkagum-kagum.
Keindahannya membuat saya betah berlama-lama di sekitar candi. Saya naik ke
setupa yang paling atas, dan ditegur ama security yang jaga karena tidak
diperbolehkan duduk-duduk, apalagi naik ke setupa yang ada di candi haha #maaf
kan saya belum tahu J
Ah liburan kali ini sungguh berkesan.
Steven yang baru saya kenal waktu di candi langsung ngajak ketemu lagi di
“Festival Kesenian Yogyakarta” besoknya. Karena menurut saya dia itu super
kocak + sedikit gila, makanya saya jawab “Ok”. Setelah puas keliling Borobudur,
saya kembali ke Jogja, dan istirahat. Masih banyak tempat yang mau saya
kunjungi esok harinya.
Dan di Borobudur itu sungguh berkesan.
Candi Borobudur memang wow banget. Keren.
Comments
Post a Comment
Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan