Skip to main content

Posts

Bahagia Menjadi Guru

Kebahagian seorang guru adalah manakala melihat murid-muridnya senyum bahagia, sedih saat mendengar anak-anak yang tidak masuk sekolah. bahagia saat mendengar sapa mereka saat bertemu di luar jam sekolah. bahagia saat mereka datang menjenguk saat kita sedang tidak bisa mengajar. Sudah hampir 2 Bulan lamanya saya menikmati betapa indahnya menjalani hidup menjadi seorang guru, setiap hari, menyambut kedatangan mereka adalah hal yang paling ditunggu, melihat senyum mereka, menjawab salam yang terucap tulus dari mereka dan kadang bercanda dengan mereka. segala keletihan terasa menghilang saat melihat mereka datang seraya berkata, assalamu'alaikum ustadz. really, 100 % i'm happy. Meski kadang mereka membuat kesal, tapi itu sama sekali tidak mengurangi kecintaanku pada dunia mengajar. ya namanya juga anak-anak, tidak semuanya saat dibilang A langsung nurut A, tidak semua saat Guru berkata diam, lalu mereka diam. Setiap Anak itu unik, mereka mempun...

Hari ini, esok dan seterusnya

Sekilas memang tidak ada yang istimewa dari mereka, mereka hanyalah orang-orang yang sudah tua renta yang sedang berusaha meraih apa yang mereka lupakan pada waktu mereka masih muda. Mereka adalah sekelompok orang-orang yang sedang belajar bagaimana membaca al-Qur'an di mulai dari awal (pengenalan hurus Alif, Ba, Ta dan seterusnya). Akan tetapi coba lihat lebih jauh, semangat mereka , keinginan mereka untuk bisa itu terlihat jelas. Lantas, tegah kah saya menghancurkan semangat mereka dengan berkata "maaf saya sibuk dan tidak ada waktu untuk membantu mereka belajar cara membaca al-Qur'an dengan baik dan benar". Atau tega kah saya berkata " emang waktu masih muda ngapain aja ?, umur udah bau tanah baru mau belajar membaca al-Qur'an, sekarang baru nyeselkan ?" Saya tidak setega itu kok wahai warga ngerumpi, dan bukan berarti saya sudah mahir dan tidak perlu untuk belajar lagi, saya akan terus belajar dan belajar menjadi lebih bai...

Kejadian-Kejadian membawa Hikmah

Seperti biasa, hari minggu adalah waktunya untuk lari sejenak dari rutinitas mengajar, akan tetapi ada kejadian-kejadian yang membuat hari ini lebih bermakna. Kejadian pertama , pada saat saya dan beberapa teman menuju ke salah satu tempat wisata di banyumas, Motor salah satu teman mogok alias remnya bermasalah ( untungnya tidak jauh dari sana ada bengkel), jadi masalah pertama bisa terselesaikan. Kejadian kedua, setelah selesai memperbaiki motor di bengkel, pada saat mau menyeberang jalan, tepat di depan mata saya, 2 orang perempuan yang sedang mengendarai motor (tidak memakai helm) dan bermaksud untuk menyeberang ditabrak oleh motor yang melaju kencang dari belakang. Spontan saya berteriak menyebut asma-Nya dan berlari menghampiri kedua perempuan tadi, dan membawanya ke pinggir jalan kemudian istirahat di salah satu rumah warga. Kejadian ketiga , pada saat perjalanan pulang, ban motor yang saya naiki pecah, dan dengan senang hati, kita mencari tambal ban t...

Ini Tentang Hidup

Pernahkah kalian merasakan hidup ini seakan-akan tidak berpihak pada kita, acapkali kita melihat orang-orang yang menurut kita sangat beruntung dengan segala kesempurnaannya, mempunyai keluarga yang bahagia, disenangi oleh tetangga, punya banyak teman dsb. Jujur, saya pernah merasakan itu, saya pernah merasa bahwa dunia ini tidak adil, seberapa keras aku mencoba untuk menjadi lebih baik, ketidak adilan itu semakin terasa, hingga akhirnya aku bisa mengerti bahwa yang mampu membuat kita bahagia itu adalah diri kita sendiri, dalam keadaan apapun sebenarnya kita bisa membuat hidup kita lebih berarti, tidak hanya sekedar melihat kesana-kemari dan selalu membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. dalam pekerjaan pun kadang aku merasakan betapa inginnya aku seperti si A dan si B, atau kalau bisa ingin menjadi seperti si C, tanpa pernah menyadari bahwa sebenarnya aku mempunyai sesuatu yang istimewa yang mereka tidak miliki, mengapa hanya kekuranganku saja yang kuperhat...

Menanti Jawaban Sang Ombak

Laki-laki itu, ia terlihat hanyut dalam lamunan memandang sekumpulan ombak yang berlabuh di tepi pantai, sedikit ku perhatikan gerak-geriknya, kadang ia menatapku dengan penuh tanda tanya, kadang ia terlihat melihat ke langit yang sudah mulai gelap, kadang ia juga menulis sesuatu di atas pasir, semakin lama ia semakin bersikap aneh, pada awalnya ia hanya duduk, namun sekarang ia terlihat membuat sebuah lingkaran dan berkeliling sendiri sambil meneriakkan beberapa kalimat dengan suara yang cukup keras dan dapat kudengar dengan jelas sekali kata-kata yang ia teriakkan " AKu INGINkan DIa Tuhan, Mengapa ENGkau Ambil diA begitu Cepat,,MeNGAPA TUhan...? Aku Juga INgin MerasaKAN Kebahagian BersaMAnya....Tapi Baru Beberapa Hari BahaGia itu Kuraih sudah ENgKau Ambil Kembali...tidak PAntaskan AKu bHAGIa" Iya,,laki-laki itu tidak lain adalah kakakku, sudah beberapa hari ia datang ke pantai ini , bahkan ia pernah duduk dari subuh sampai maghrib , ia hanya duduk seorang d...

Merajut Pakaian Taqwa

Pada hakekatnya, pakaian adalah segala yang “melekat” di badan ini; entah baju, celana, segala aksesoris yang “melekat” lainnya, termasuk perhiasan. Selaras dengan pengertian ini, bahkan Allah membahasakan suami sebagai “pakaian” dari istri; dan istri adalah “pakaian” dari suami (Q.S. Al-Baqarah: 187: hunna libaasul lakum wa antum libaasun lahunna ). Mungkin karena suami dan istri pun “melekat” satu sama lain, hingga mereka tak ubahnya seperti pakaian. Setidaknya ada 3 macam fungsi pakaian yang disebut di dalam Al-Qur’an. Pertama , pakaian sebagai penutup aurat (Q.S. An-Nuur: 58 dan Al-A’raf: 26). Kedua, pakaian sebagai perhiasan (Q.S. Al-A’raf: 26). Dan ketiga, pakaian sebagai pelindung, yakni dari panas dan hujan, juga dari serangan musuh (Q.S. An-Nahl:81). Tak kurang dari 20 ayat ditemukan di dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang pakaian. Entah memakai bahasa “libaasun”, “kiswatun”, “saraabil”, maupun “tsiyab”. Namun, semuanya berbicara tentang pakaian lahiriah. Pakaian dunia. Ha...

Silaturahmi Ramadhan

setelah sepuluh tahun tidak bertemu , akhirnya kemarin Sabtu 30 Juli 2011, saya kembali bisa bertemu dengan Guru saya waktu masih di bangku Sekolah (1  SMP). 10 Tahun yang lalu, saya mempunyai seorang guru dari Purworejo Jawa Tengah, beliau mengabdikan diri selama 1 tahun untuk mengajar di Bengkulu. satu tahun kemudian Ia kembali ke Pulau Jawa  dan baru kemarin bisa kembali berjumpa. kalo di tanya apa saya bahagia ? saya akan bilang SAYA SANGAT BAHAGIA bisa kembali bertemu  dengan salah satu guru yang banyak memberikan Pelajaran berharga dalam perjalanan hidupku. sebenarnya tidak ada rencana yang matang untuk pergi ke Purworejo, akan tetapi memang Allah menghendaki saya untuk kembali bertemu dengan Guru saya ini. dengan mengendarai sepeda motor, perjalanan pun saya tempuh , Purwokerto - Purworejo kurang lebih 3 Jam ( itu karena saya tidak berani ngebut :D). dan sejarah pun ditulis..untuk pertama kalinya saya berani memakai motor sendir...