Skip to main content

Menanti Jawaban Sang Ombak

Laki-laki itu, ia terlihat hanyut dalam lamunan memandang sekumpulan ombak yang berlabuh di tepi pantai, sedikit ku perhatikan gerak-geriknya, kadang ia menatapku dengan penuh tanda tanya, kadang ia terlihat melihat ke langit yang sudah mulai gelap, kadang ia juga menulis sesuatu di atas pasir, semakin lama ia semakin bersikap aneh, pada awalnya ia hanya duduk, namun sekarang ia terlihat membuat sebuah lingkaran dan berkeliling sendiri sambil meneriakkan beberapa kalimat dengan suara yang cukup keras dan dapat kudengar dengan jelas sekali kata-kata yang ia teriakkan " AKu INGINkan DIa Tuhan, Mengapa ENGkau Ambil diA begitu Cepat,,MeNGAPA TUhan...? Aku Juga INgin MerasaKAN Kebahagian BersaMAnya....Tapi Baru Beberapa Hari BahaGia itu Kuraih sudah ENgKau Ambil Kembali...tidak PAntaskan AKu bHAGIa"

Iya,,laki-laki itu tidak lain adalah kakakku, sudah beberapa hari ia datang ke pantai ini , bahkan ia pernah duduk dari subuh sampai maghrib , ia hanya duduk seorang diri dan memandang ke tengah laut, melihat ombak-ombak, mendengarkan kebisingan para nelayan yang sedang sibuk pergi melaut,,, kadang bertemankan panasnya matahari, kadang ia berselimutkan air hujan yang dingin. Sedangkan aku hanya duduk beberapa meter dari tempat dimana ia duduk dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Pernah kucoba untuk mendekati dan mengajaknya berbincang, namun tidak satupun dari kata-kata yang kuucapkan ia jawab, ia tetap diam meski lidah ini sudah letih untuk mengajaknya berbicara agar tidak hanyut dalam kesedihan karena orang yang ia cintai telah pergi.Jika aku di posisi dia sekarang, aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan, mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama, duduk di tepi pantai ini , menghabiskan waktu , menemani ombak-ombak, menjadi tempat berhembusnya angin pantai .

Minggu yang lalu, warga digemparkan dengan penemuan seorang wanita di pinggir pantai ini yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa, ia mengenakan baju panjang berwarna jingga, dipadu padankan dengan kerudung yang juga berwarna jingga, wajahnya terlihat tersenyum meski sudah tidak dalam keadaan hidup, ia terlihat seakan-akan ia sedang melihat orang yang ia cintai, mata itu begitu tajam memandang langit yang sudah mulai gelap, teriakan histeris langsung terdengar dari kejauhan, ANNIsA.....Annisa....ANNisa....ya...suara itu suara DiDI Kakakku sekaligus suami Kak ANNIsa yang di temukan sudah meninggal di tepi pantai.

Tidak ada yang tahu penyebab pasti meninggalnya kak ANNISa....tidak ada seorangpun yang tahu apa ia dibunuh atau tidak, yang jelas ia ditemukan dalam keadaan begitu aneh, tidak ada memar sedikitpun di sekujur tubuhnya sebagai tanda kalau ia meninggal karena adanya tindak kekerasan, bajunya terlihat bersih rapih seolah-olah ia tertidur dipinggir pantai dan tidak terbangun untuk selama-lamanya.

Seandainya ombak bisa berbicara, mungkin ia akan bercerita tentang kejadian yang sesungguhnya.

Comments

Popular posts from this blog

Rumah Singgah Keren di Batu

Tempat tidur super nyaman Kota batu adalah salah satu kota yang menjadi favorit saya saat ini, selain karena saya memang stay disini sejak 1,5 tahun yang lalu, kota ini memang memiliki daya tarik luar biasa, apalagi kalo bukan alamnya yang indah, udaranya yang sejuk, dan beberapa tempat wisata yang modern seperti Jatim Park 1, Jatim Park 2, Museum Angkut, Batu Night Spectacular, dan masih banyak lagi. Jadi, Batu merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk dijadikan tempat berlibur bersama orang-orang yang dicintai.             Meski sudah stay di Batu selama kurang lebih 1,5 tahun, namun saya belum berhasil mengunjungi semua tempat wisata di Batu, biasalah saya ini pengangguran yang banyak acara, sibuk sama buku-buku di perpustakaan (ini pencitraan banget). Baiklah, saya tidak akan membicarakan tentang liburan saya yang tak kunjung usai, akan tetapi, saya akan memberi satu tempat rekomendasi yang bisa kamu jadikan tempat ...

Kuis Buku Dear Faris

Salam,.. Selamat pagi semuanya, selamat menikmati akhir pekan (meski saya kudu lembur sampai sore nanti #curhat). Setelah kemarin koar-koar tentang lomba Buku Gratis dari saya yang berjudul “Dear Faris” di Facebook, kali ini saya akan membuat lomba serupa yang berhadiah buku yang sama, bedanya kali ini hadiahnya saya peruntukkan untuk tiga orang pemenang yang masing-masing akan mendapatkan satu buah buku “Dear Faris” + Tanda tangan penulisnya (iya, itu saya, jangan nanya lagi siapa penulisnya wuahhaha). Baiklah, saya sudah kebanyakan cuap-cuap deh kayaknya, mendingan saya langsung saja membuat ketentuan lomba ini. Sudah siaaappp??? Baiklah mari kita mulai: Satu : Pastikan kamu adalah seorang blogger, karena kuis ini harus di posting di blog kalian masing-masing. Nggak ada ketentuan apakah kamu pencinta blogspot, wordpress dsb, intinya kamu adalah seorang blogger, jelas? #mendadakgalak karena kalo kamu adalah Krisdayanti, aku nggak mungkin sanggup bayar #sotoy Dua : Pa...

Malaikat Kecil Itu Bernama Faris

saya dan Faris Ersan Arizona Kenal dengan anak kecil yang ada di foto di atas? Dia adalah Faris, saya yakin, bagi pembaca setia blog saya sudah tidak asing lagi dengan sosok Faris, ada banyak kisahnya yang saya tulis di blog ini. Foto ini adalah satu-satunya foto selfie bareng dia, namun memiliki kesan yang begitu dalam bagi saya. Foto ini diambil sehari sebelum Faris menjalani operasi yang keempat kalinya. Saya tidak bisa menemaninya seperti saat operasi pertama dan kedua. Maaf, ya, fotonya rada burem, maklum, saya belum bisa membeli windows phone ascend W1 dari Smartfren untuk bisa menghasilkan foto selfie yang lebih keren dari ini. Faris adalah satu dari sekian anak yang memiliki hubungan yang begitu erat dengan saya, dimulai dari perkenalan kami ketika saya menjadi wali kelasnya, sampai musibah itu terjadi, saat dimana Faris mengalami kecelakaan, kehilangan sosok Ayah dari hidupnya dan harus mengalami operasi yang berulang kali. Kebersamaan yang tidak pernah kami renc...