Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Parenting

Pendidikan Karakter

Pukul tujuah pagi, anak-anak sudah berada di dalam kelas, duduk rapih di bangku masing-masing dan bersiap untuk membaca doa. Saya duduk di bangku belakang (tempat wali kelas). Setelah anak-anak selesai berdoa, mereka langsung berdiri mengambil Al-Qur’an masing-masing di rak khusus tempat Al-Qur’an. Kemudian mereka kembali duduk di bangku masing-masing, membuka Al-Qur’an dan mereka pun mulai membaca Al-Qur’an secara bersama-sama. Membaca Al-Qur’an di pagi hari secara bersama-sama di kelas adalah bagian dari pendidikan karakter. Pendidikan yang diawali dengan membiasakan kebiasaan baik pada anak. Seperti contohnya “mengawali kelas dengan berdoa, kemudian dilanjutkan dengan membaca Al-Qur’an bersama-sama selama kurang lebih 10 menit atau shalat dhuha sebelum masuk kelas”. Kebiasaan itu akan membekas pada anak. Saya sengaja mengajak mereka untuk mencintai Al-Qur’an dengan cara rajin membacanya. Lidah akan kelu saat kita jarang berinteraksi dengan Al-Qur’an. Kemudian mengajak mereka ...

Bagaimana anakmu engkau perlakukan?

Ummu Qais binti Mihsan berkata, “Suatu hari aku datang menemui Rasulullah saw dengan membawa seorang bayi yang belum makan kecuali air susu Ibunya. Beliau menggendong bayi itu, dan bayi itu kencing di tubuh Beliau. Maka aku pun merenggut bayi itu dari Beliau. Ternyata Beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Kencing ini dapat hilang hanya dengan mengguyurkan air padanya. Tetapi betapa sulitnya menghilangkan renggutanmu yang kasar itu dari benaknya!” Beliau lalu meminta diambilkan air dan memercikkannya ke tubuh Beliau yang terkena air kencing.” ( HR Al Bukhari [516] dan Muslim [346] ) Beberapa murid saya sering cerita tentang perilaku orang tua yang mudah sekali mengeluarkan kata-kata kasar ketika anak-anak mereka melakukan sesuatu yang kurang berkenan di hati mereka. Bahkan ada yang dengan mudahnya bermain tangan dalam menasihati mereka. Ada juga yang ketika dia minta izin untuk pergi bermain bersama teman-temannya di hari Minggu, kemudian tidak diperbolehkan oleh orang tua...

Ajari anak shalat sedini mungkin

Tadi siang, saya mengirimkan pesan singkat kepada murid-murid kelas yang saya ampu. “Salam, sudahkah hari ini Ananda membaca Al qur’an?, jangan lewatkan hari tanpa membaca Al qur’an sebagai wujud syukur atas ni’mat dari Allah swt.” Saya memang rutin berkomunikasi dengan anak-anak via sms, chatting, dan juga telphone. Tujuannya adalah agar mereka merasa bahwa ada yang peduli dengan mereka, karena memang tidak semua orang tua peduli dengan apa yang dilakukan anak-anak di rumah. seperti Shalat mereka, tidak semua bisa mengontrol karena sibuk bekerja, setidaknya dengan tetap melakukan komunikasi, saya sudah berusaha untuk selalu mengingatkan mereka agar “ segera shalat jika sudah masuk waktunya ”, “ jangan lupa untuk membaca Al qur’an tiap ba’da Maghrib ” dan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan sekolah, seperti “ jangan lupa untuk membawa buku penghubung ke sekola h”, “ belajar yang rajin karena sebentar lagi ujian kompetensi ”dan lain-lain. Dari awal yang paling saya...

Setiap anak adalah Bintang

“Setiap anak adalah Bintang” Kehadiran seorang anak dilingkungan keluarga merupakan suatu anugerah yang tidak ternilai harganya, ia merupakan anugerah ajaib yang diberikan sang pencipta kepada kita.  Tidak bisa dipungkiri, bahwa anak memberi warna tersendiri dalam keluarga kita, kehadiran mereka memberikan arti  yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun.  Kembali kepada ungkapan diatas, ungkapan diatas sangat sering kita dengar dilingkungan sekolah tempat anak-anak kita belajar dan itu diyakini oleh para guru. Sadar atau tidak, ungkapan diatas mampu memberikan rasa percaya diri yang lebih kepada anak baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Namun kadang kita sebagai orang tua kerap kali lupa bahwa setiap anak itu adalah bintang, kerap kali kita membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lainnya dan itu bisa menurunkan harga diri dan rasa percaya diri anak. Kadang kita membuat standar yang sama terhadap anak padahal mereka berbeda...

Pastikan Anak Senang di Sekolah

Sekolah yang baik adalah sekolah yang memanusiakan manusia, artinya sekolah benar-benar memberikan layanan pendidikan anak sesuai potensi, kelebihan dan kekurangan yang anak miliki, yang memberikan rasa aman dan nyaman secara fisik maupun psikologis. Yang tak kalah penting untuk dicermati oleh orang tua adalah sejauh mana kesiapan anak untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi disekolah? Apakah anak sudah benar-benar siap masuk sekolah ataukah jangan-jangan mau sekolah karena didesak oleh orang tua yang terlalu bersemangat. -           Kapan anak siap Sekolah ? Secara umum anak siap belajar diluar  rumah (sekolah) pada usia 3 sampai 4 tahun, tergantung dari kondisi masing-masing anak. Sementara untuk duduk kelas satu SD idealnya setelah berumur 6 tahun. Beragamnya usia anak yang siap belajar di sekolah perlu ditinjau juga dari beberapa aspek. Seperti peran orang tua dan keluarga dalam menstimulasi anak untuk siap sekolah, lalu pera...