Skip to main content

Posts

Showing posts with the label My Diary

Mengukur Bahagia

Sebagai tukang jalan amatir, saya kadang mendapatkan berbagai komentar dari teman-teman, baik ketika bertemu langsung ataupun via daring.   “Enak banget hidupmu, bisa kemana-mana dengan mudah.”   “Iri gue sama lo.”   “Lo jalan-jalan mulu, ngabisin duit, kapan bisa nabungnya?   “Jalan-jalan mulu, pengen banget bisa kayak lo, tapi dompet tipis, nggak tebal kayak lo,” dan komentar-komentar lain, yang intinya adalah membandingkan kehidupan mereka dengan kehidupan saya.   Alhamdulillah. ❤ ️ Padahal isi dompet saya biasa saja :)  banyakan kosongnya dari pada berisi 😁 . Maklum, bukan anak Sultan 🥰 Pernah nggak sih kalian merasa hal yang sama? Seolah merasa bahwa hidup orang lain lebih fun, lebih seru, lebih bahagia? Pokoknya serba lebih aja dibandingkan kita. Apalagi di zaman social media sekarang ini. 😢 Kalo tidak pintar-pintar memilah informasi apa yang mau dikonsumsi, kita akan selalu merasa insecure sama diri sendiri. Padahal, bisa jad...

Meluruskan Niat

Kemarin, sahabat-sahabat seperjuangan di UIN Malang mengirimkan beberapa photo ketika mereka yudisium, besok insha Allah mereka semua akan diwisuda. Di kelas kami, hanya 5 orang yang belum bisa wisuda karena alasan masing-masing. Sempat berkaca-kaca melihat photo-photo mereka, sempat tidak ikhlas mengapa saya tidak bisa bersama-sama dengan mereka kemarin dan esok hari. Seharusnya saya bisa berada di tengah-tengah mereka, wisuda bareng, karena kami memulai semuanya secara bersama-sama dan seharusnya kami bisa mengakhiri semuanya berbarengan. Saya sempat tertegun lama ketika selesai shalat, kemudian mengelus dada yang gamang, hingga akhirnya saya kembali menata diri, kembali menata niat yang mungkin saja salah. Harusnya saya bisa lebih ikhlas dalam menjalani semua ini. Rencana saya untuk wisuda bulan ini pupus, bukan karena kesalahan orang lain, tapi karena saya belum mampu mengatur waktu dengan baik, antara keluarga dan juga pendidikan. Memang, ada beberapa hal yang tidak m...

Tips Aman Menggunakan Couchsurfing

Hi, kali ini saya akan menulis tentang Couchsurfing, if you are a traveller and you don’t know about couchsurfing , itu tandanya kamu belum benar-benar gaul dengan dunia travelling *dijitak*. Sedikit info, couchsurfing adalah website yang bisa kita gunakan untuk bisa berhubung dengan para traveller dari seluruh penjuru dunia. Coushsurfing memiliki anggota seabrek yang bisa kita akses dengan mudah. Dengan couchsurfing, kamu bisa menjadi host, yaitu menyediakan tempat tinggal bagi para traveller yang sedang berkunjung ke kota tempatmu tinggal. Saya pribadi, sudah pernah menjadi host lebih dari 15 kali, baik para traveller dari dalam maupun dari luar negeri. Ini pengalaman yang sangat menyenangkan bagi saya, menjadi tuan rumah bagi sesama penyuka jalan-jalan. Menggunakan couchsurfing berarti kita bisa jalan-jalan ke suatu tempat tanpa perlu stay di hostel atau hotel. Kita bisa menggunakan couchsurfing untuk mencari seseorang yang akan menjadi host kita selama berkunjung ke suatu temp...

Selamat Jalan Prof. Dr. H. Muhaimin, MA

Prof. Dr. H. Muhaimin, MA Kemarin, sehabis magrib, ada yang menanyakan kebenaran informasi meninggalnya Prof. Muhaimin, MA. Untuk memastikan kebenaran informasi yang saya terima, saya langsung menghubungi RS Unisma, tempat dimana beliau dirawat. Setelah mendapatkan kebenaran informasi yang beredar di grouf WhatsApp, saya menyebarkan informasi tentang meninggalnya beliau di Facebook. Air mata saya langsung menetes, begitu  mengetahui kebenaran kabar duka ini. Beliau adalah seorang Guru besar yang sangat saya hormati. Prof. Dr. H. Muhaimin, MA lahir di Lumajang, 11 Desember 1956, meninggal pada tanggal 6 Desember 2015 di RS Unisma. Beliau dimakamkan di Pemakaman Umum Dinoyo. Prof. Muhaimin adalah putra dari Bapak H. Soelchan (Alm) dan Ibu Hj. Chotimah (alm.) Beliau adalah Dosen Tetap/Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam di UIN Malang, menyelesaikan pendidikan MI Lumajang (1969), PGAN 4 Tahun (1973), PGAN 6 Tahun Lumajang (1975), Sarjana Muda Jurusan Bahasa Arab Faku...

Wafat Yang Indah: Selamat Jalan, Kakek

selamat jalan, kakek “Seabai apa pun sikap kita pada putaran waktu, perjalanan ini hanyalah menuju pulang. Berkemaslah dengan benar. Bersiaplah selalu untuk pulang.” ( Dear Faris: hal. 45) Kehidupan ini tidaklah abadi, akan ada akhir bagi semua yang hidup. Kematian memang misteri, namun hadirnya pasti. Kita tidak pernah tahu kapan, dimana, atau bagaimana kondisi kita ketika ajal sudah datang menjemput. Semua adalah rahasia Ilahi Rabbi, Allah, Tuhan Semesta Alam. Maka, selayaknya perjalanan ini diisi dengan amal kebaikan yang akan dijadikan bekal berpulang ke sisi Tuhan Yang Maha Esa. Hari ini, Jum’at Mubarakah, tepat pada tanggal 10 Muharram, kakek saya kembali ke sisi Allah SWT. “Wafat Yang Indah,” begitu komentar beberapa teman di WhatsApp. Amin, ya, Rabb. Semoga surga menjadi tempatmu berpulang, Kakek. Bagi saya, kakek adalah sosok yang sangat sederhana. Ia mendidik saya dengan cara yang sangat sederhana namun tetap penuh arti. Saya dan kakek bisa mengha...