Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Puisi

Untukmu Yang Tak Mampu Untuk Kuraih

“Aku tidak pernah bermimpi menjadi seorang pengagum, bahkan kupikir aku sangat amatir dan norak. Kau benar, aku sudah sangat menganggu dan nekat luar biasa. Jutaan kali keluar kata dalam benakku yang mengutuk perbuatan bodoh ini. Jutaan kali aku memangkas rasaku padamu, namun jutaan kali pula ia kembali tumbuh setiap kau hadir di hadapanku. Jutaan pula rasa berdosa dan pengkhianatan terurai padanya yang telah Rabb tetapkan padaku. Padamu aku malu, terlebih pada-Nya nanti ketika bertemu, duhai jauh lebih memalukan rasa-rasanya aku ini di hadapan Tuhanku. Karena itu, setelah ini aku akan berhenti sepenuhnya dari mengejarmu, aku tahu Tuhan hanya sedang mendiamkanku dalam kubangan, dan disana aku diminta-Nya untuk berpikir panjang. Kau tahu, aku pernah pula membencimu. Mengapa harus kau yang tak terjangkau? Tapi kau dan aku sudah tahu jawabannya, bahwa cinta adalah anugerah yang tak bisa ditolak. Kau benar, aku salah memahami satu ujian ini, aku belum selesai, doakan semoga ak...

Rahman Ya Rahman

Ya Rahman Mungkin lengkingan tangis tak kan pernah cukup untuk mengungkapkan betapa aku merindui-Mu, Tuhan. Lirih doa-doa yang kupanjatkan pada-Mu di malam-malamku rasanya tak akan pernah cukup mewakili betapa aku ini adalah hamba-Mu yang berdosa, yang kadang lupa akan kekuasaan-Mu akan diriku yang lemah ini. Ya Rahman, Gema takbir kadang tak sanggup menyentuh hatiku untuk menyegerakan diri untuk bersujud di hadapan-Mu. Lantunan ayat-ayat-Mu kadang hanya terdengar sekali lalu saja, kemudian menghilang entah kemana, sedemikian lalainya aku pada-Mu, Tuhan. Tak cukup banyak cintaku pada-Mu, Tuhan. Ya Rahman Menggigil badanku saat rindu ini membuncah, aku merindukan saat-saat bersama-Mu seperti dahulu, kala Engkau selalu ada di dalam derap langkahku, saat Engkau selalu kusebut dalam deru nafasku, saat Engkau selalu kupuja meski kadang luka bersemayam dalam dada. Aku mencintai-Mu, Rabbi. Rahman ya Rahman Jagalah hatiku agar tetap mengingat-Mu Jagalah diriku agar t...

Muhasabah Diri

Hari berganti, Namun aku masih seperti yang dulu Tetap dengan nafsu yang menguasai diri Hingga kadang aku lupa akan kuasa-Nya Bulan berganti, Namun aku masih seperti yang dulu Setia dengan jejak-jejak kelalaian Hingga kadang aku terbiasa melupakan-Nya Tahun berganti, Namun aku masih seperti yang dulu.. – ™ Tunggu, Aku tidak ingin terus menjadi seperti yang dulu Aku ingin menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya Aku ingin tersenyum, menengadahkan tangan di hadapan-Nya Tuhan, Adakah tempat untukku kembali ke jalan yang Engkau Ridhoi? Kembali merajut cintaku pada-Mu dalam setiap malam-malamku Kembali bersujud di hadapan-Mu dan menyebut asma-Mu dalam embusan nafasku Tuhan, Aku ingin kembali meraih cinta-Mu yang suci

Kuis Dadakan (puisi)

                    “Ini akhir bulan kan?” Sebuah pertanyaan yang tidak perlu kalian jawab J Ini memang akhir bulan, dan akhir bulan identik dengan menipisnya uang yang ada di dalam dompet. Atau bahkan sudah kosong (sebuah pengakuan). Malam ini, entah apa yang terjadi, saya tiba-tiba ingin membuat sebuah tantangan pada follower saya yang ada di twitter (follower saya sedikit, ndak banyak J Saya meminta mereka membuat sebuah puisi, kemudian mention ke saya. Mereka bisa mention sesuai kebutuhan, sesuai dengan panjang tidaknya puisi yang mereka buat. Saya tidak menjanjikan hadiah yang berupa gadget mahal, atau jalan-jalan ke luar negeri. Saya hanya menjanjikan hadiah berupa pulsa (lumayan kan dapat pulsa di akhir bulan? ). Meski nominalnya tidak seberapa, namun pulsa itu akan bermanfaat kan? Untuk nelpon suami/istri (bagi yang sudah mempunyai suami/istri). Untuk sms calon suami/istri (bagi yang seda...

dan Cinta itu ...

Datang , meski dengan sembunyi Melihat meski hanya dari kejauhan Mendengar meski tidak sempurna Meraih hati secara perlahan tapi pasti Dan cinta itu..... Kembali setelah lama menghilang Kembali mengukir hatiku yang sudah rata akan cinta Lama memang aku tidak bertegur sapa dengannya Dan hari kemarin adalah awal cinta bersemi

Murka

Cinta, Sadarkah engkau bahwa aku membencimu melihat wajahmu aku sudah tidak sudi apalagi bertutur sapa dengan dirimu Aku sangat membencimu Why ? Karena engkau telah berani lari dariku tanpa seizinku Cintamu tak punya etika, tak punya hati Engkau datang sesuka hati dan pergi saat cintamu merasuk dalam jiwaku. Diam , teriakku saat engkau mencoba untuk berucap. Sudah cukup rasanya aku mendengar suara lirihmu Sedu sedan tangismu tak mampu jua membuatku tersenyum. Cukup , teriakku kembali padamu Pergi saja bersama hembusan angin Terbang layaknya kapas yang terbawa arah angin dan jangan kembali. Murkaku padamu belum berakhir ini hanya sekedar sesal yang sengaja engkau buat. aku Murka dengan Cinta yang telah engkau ukir

Rajutan Asmara

A - ku memang hanya masa lalumu yang sudah lama menghilang bersama waktu R - ajutan asmara yang sudah kurajut sedari dulu kini kembali terurai I - ngin rasanya aku kembali merajut asmara yang dulu pernah kita lalui A- ku, kamu, dan dunia menjadi saksi kisah asmara yang pernah kita bina N- amun kini, semua itu hanyalah kenangan yang entah kapan akan terulang S- elalu ada kenangan yang membuat hidup ini lebih berwarna I - tulah cinta, cinta yang membuatku gila karenamu L - ambat tapi pasti, aku berusaha menghapus semua  tentangmu dalam duniaku E - ntahlah, mungkin memang aku yang terlalu mendambakan cintamu N - amun, anganku hanyalah sebatas angan C - intamu sudah berpindah kelain hati E - ngkau tampak bahagia bersanding dengannya R - ajutan asmara ini biarlah kusimpan meski sudah terurai * Gue Bikin Puisi ini gara-gara ikutan Tantangan Master Teguh Puja

Tetapi ....

Memandangmu adalah suatu anugerah Memilikimu adalah sebuah amanah Menjagamu adalah tanggung jawab Jauh darimu membuatku sengsara Tetapi... Aku tidak ingin memandangmu jika engkau tidak memandangku Aku tidak ingin memilikimu jika engkau tidak ingin memiliki diriku Aku tidak ingin menjagamu jika engkau tidak berusaha tuk menjagaku Aku juga tidak akan merindukanmu jika engkau selalu menjauh dariku Senyummu membuatku bertanya , apa yang membuatmu tersenyum saat menatapku ? Tawamu membuatku merasa engkau menertawakanku Candamu membuatku sakit hati