Skip to main content

Posts

Showing posts with the label SMP Al Irsyad

Mengabdi Pada Ibu Pertiwi

Saya mulai aktif menulis di blog sejak menjadi Guru di SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto, tepatnya November 2011. Ada banyak kisah yang saya tulis, tentang betapa lucunya saya ketika kagok melihat penampilan saya di hari pertama menjadi Pendidik, mendapat surat cinta dari beberapa murid, dikecengin sama Murid putri karena saya menjadi Guru termuda kala itu, menulis tentang murid-murid saya yang inspiratif, sampai pada hal-hal konyol yang saya lakukan bersama anak-anak didik lengkap di blog ini. Kisah kebersamaan dengan anak-anak didik saya tercatat dengan baik di dalam 3 buah buku saya yang merupakan kumpulan tulisan saya di blog.  Launching Buku Pertama "Catatan Hati Sang Guru"             Ketika akhirnya saya resign demi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bukan karena tidak bahagia menjalani hari-hari bersama anak-anak didik saya, sama sekali bukan karena itu. Melainkan karena ingin me...

Rindu Anak-Anak

Duh, judul tulisan kali ini kesannya udah tua banget, ya, saya. Padahal baru juga beberapa (tahun) lalu ulang tahun saya yang ke-17 haha. Jadi ceritanya saya lagi kangen banget sama anak-anak, padahal baru bulan Februari lalu ketemu ama mereka di sekolah. Ya mau gimana lagi, saya itu punya stok rindu banyak banget buat mereka. Kali aja mereka juga rindu ama saya gitu *duduk di pojok kelas sambil sesenggukan* Wajar aja sih, ya, manusiawi banget kalo saya rindu sama anak-anak di sekolah. Saya kangen semua tentang mereka, mulai dari kebersamaan yang dulunya biasa aja perasaan, eh sekarang malah kangen banget; kangen makan bareng mereka, kangen kejar-kejaran ama mereka di kelas (keren, kan?) haha,

Jangan Sedih, Nak

Ariq 20 Agustus 2014 Kemarin, saya mendapat BBM dari Ibunya Tariq, “Ariq sedih baca tulisan Ustadz di facebook. Semalem nangis. Dia memang halus perasaannya. Dulu, waktu kelas 7, Ariq mengidolakan Ustadz, dia banyak cerita tentang Ustadz. Ketika Ustadz jadi wali kelasnya, dia sangat senang.” Seketika, saya mencoba untuk mengingat seraut wajah itu, wajah teduh nan menenangkan. Dia selalu tersenyum tiap kali saya menyambut kedatangannya di sekolah. Dia tidak banyak bicara, tapi saya tahu dia begitu menghormati saya sebagai gurunya. Sebelumnya, saya memang sudah tahu, kalo dia mengidolakan saya, tapi kami jarang berinteraksi, karena dia bukan anak di kelas saya, dan saya pun tidak mengajar di kelompoknya. Paling kami berinteraksi pas jam istirahat atau pas jam shalat dzuhur. Dia begitu baik, rajin membersihkan kelas, dan sangat santun. Sore ini, saya sengaja pergi ke sekolah untuk menemui salah satu rekan Guru, karena ada hal yang ingin saya bicarakan. Saya tidak tahu kalo ...

Surat Untuk Anakku Sayang

18 Agustus 2014 Anak-anakku, Raga kita memang terpisah jauh, bukankah hati kita kan selalu terpaut? Mengulang kenang kebersamaan kita, merangkai mimpi kita masing-masing dan berharap akan ada pertemuan di lain waktu. Kalian tahu, anak-anakku? Semakin jauh aku melangkah, hatiku semakin dekat pada kalian. Aku telah jatuh cinta sejak pertama kali kita bersama. Anak-anakku, Kita memang tidak lagi bersama seperti sebelumnya, akan banyak perbedaan dalam menjalani hari. Pertemuan yang rutin terjadi akan berubah menjadi pertemuan yang entah kapan akan terulang. Namun percayalah, aku tetap menyimpan kisah kebersamaan kita dengan baik di hati. Kisah kebersamaan kita tidak akan mampu dirusak oleh jauhnya jarak yang membentang, ataupun usia yang semakin menua. Ia akan tetap ada, karena aku mendidik kalian dengan cinta, ya, aku telah jatuh cinta sejak pertama kita berjumpa. Anak-anakku, Tahukah kalian, aku menangis, saat tahu bahwa kita akan berpisah. Aku memang sengaja pura-pura...

Motivation Day

31 Mei 2014 Hari ini, saya dan anak-anak mengadakan kegiatan “Motivation Day” setelah sebelumnya mengikuti kegiatan sahabat asuh di desa. Saya memang sedang mengajarkan anak-anak untuk berempati pada sekitar mereka, untuk mulai membuka mata bahwa ada banyak orang-orang yang membutuhkan uluran tangan mereka. Kemarin kami sudah praktik berbagi kepada anak-anak TPA di Karanggintung, dan hari ini kami belajar tentang empati dari seseorang yang memang memiliki pengalaman berharga dalam berbagai macam kegiatan sosial, beliau adalah Mas Hidayat, S.Sos, Direktur Lazis Masjid Fatimatuzzahra Purwokerto. Dengan berbagai macam pengalaman dalam lingkung sosial, saya merasa beliau adalah orang yang tepat untuk menggugah anak-anak agar mau peduli pada sesama. Kegiatan kami dimulai pukul 07.30 pagi di Libero Café. Saat anak-anak datang, saya memutar sebuah video yang berisi foto-foto kebersamaan kami selama kurang lebih satu tahun terakhir. Selain kegiatan motivasi, hari ini merupakan...