Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Ngerumpi

Ketetapan Hati (Ending)

Memang tidak mudah membuat keputusan dalam keadaan dilema seperti ini, setiap keputusan yang akan aku ambil pasti akan ada yang tersakiti, seandainya saja aku menerima perjodohan ini, berarti Anita lah yang akan tersakiti. Jika aku menolak perjodohan ini, bukan hanya orang tuaku yang kecewa, namun keluarga Pak Kiyai Faiz pun akan kecewa, lebih-lebih Zahra, aku yakin dia akan kecewa dan aku tahu bagaimana sakitnya saat cinta kita bertepuk sebelah tangan, saat dimana cinta kita tidak mampu untuk menaklukkan hati sang pujaan, saat dimana hati kita tidak mampu untuk berlabuh ke tepi hati orang yang kita cintai. Seminggu berlalu, rasanya aku sudah semakin yakin dengan keputusan yang akan aku ambil. Aku pergi ke Sekretariat Pesantren dan mencoba untuk menghubungi Ummi. "Assalamu'alaikum Ummi, Ini Ega" "Wa'alaikum Salam, ada apa Nak ? "Ummi, bagaimana kabar keluarga di rumah ?" "Alhamdulillah, semua sehat, Abimu sedang pergi ke kebun untuk ...

Umurnya Bukanlah halangan

Pagi ini saya terkagum-kagum dengan sosok itu, umurnya sudah tidak lagi muda, diusianya yang sudah lebih dari lima puluh tahun, dia masih terus berjuang melawan dinginnya malam, kadang bertemankan rintik-rintik hujan, dan semua itu ia lakukan demi menggapai ridho-Nya dengan mempelajari Kalam-Nya. Setiap pagi menjelang, dia menempuh perjalanan satu jam lamanya menuju Masjid untuk mengikuti Tahsin Al Qur'an. Setiap hari dia berangkat dari rumahnya jam 3 pagi agar bisa mengikuti Tahsin Al Qur'an setiap ba'da shubuh di Masjid. Karena memang tidak semua masjid mengadakan Tahsin Al Qur'an. Dia rela mengendarai sepada motor butut miliknya, bahkan pernah dia terjatuh karena tidak melihat jalanan yang berlobang. Oh Tuhan, sungguh mulia niatnya. Semoga dia diberi keberkahan. Kalo dia yang sudah dimakan usia saja masih semangat untuk terus belajar membaca Al Qur'an, bagaimana dengan kita yang masih muda? Saat saya berbincang dengannya, dia mengucapkan kalimat yang menjadi renu...

Semua butuh proses

Perlahan namun pasti engkau akan bisa. engkau hanya perlu terus mencoba dan percaya. Entah sudah berapa kali barisan-barisan kalimat yang tertulis di word ini aku hapus, sedari tadi aku mencoba menulis, namun yang ada hanya berhenti setelah beberapa kalimat tersusun rapi. Setiap kalimat yang tertulis berakhir dengan ditekannya “Backspace” yang ada di   keyboard laptopku. Entah sudah berapa kali aku seperti ini, tiap kali ingin menulis , tiap kali aku mencoba untuk bercerita dengan rangkaian kata, tiap kali pula aku berhenti di kalimat-kalimat awal dan tidak pernah dilanjutkan, tulisan-tulisan pembuka itu hanya tersimpan rapi di folder-dolder yang kuberi nama “Tulisan Arian”, “Curhat”, “Belajar Nulis”. Jarum jam di depanku sudah menunjukkan pukul 09.45 menjelang siang, padahal aku duduk di depan laptop dan mencoba untuk menulis sejak pukul 08.15. aku duduk di pojok perpustakaan sementara murid-murid sedang sibuk membaca buku, ada juga yang masih ujian praktek susulan. Sesekali k...

Nak Endang

Pagi itu, saya duduk di depan kelas VII A,  saya sengaja duduk di sana sambil menunggu bunyi bel waktu istirahat berdering. Sambil menunggu, saya membaca sebuah buku yang baru saya beli dari Gramedia yang ada di kota yang baru saya kenal. Saya membaca buku tentang anak-anak Autis, saya tiba-tiba tertarik membaca buku-buku tentang Autis setelah melihat bahwa di tempat saya mengajar ternyata ada anak-anak yang special. Bel tanda istirahat berbunyi, saya berdiri menunggu seseorang keluar dari pintu kelas VII A, beberapa detik kemudian, yang saya tunggu terlihat memegang selembar kertas dengan pandangan kosong dan keluar  dari kelas. Saya memperhatikan gerak-geriknya, kadang dia melipat kertas yang sedari tadi ia pegang, setelah dilipat, dia buka kembali lipatan-lipatan kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah. Setelah membuang kertas ke tempat sampah, ia duduk menyendiri di pojok sekolahan, sambil mengayunkan kakinya dan memperhatikan sepatu yang ia gunakan...

Jawaban

Selasa, 25 Oktober 2011 Saya terbaring lemah di kamar, karena kondisi sedang tidak sehat, hari ini saya juga tidak pergi ke sekolah seperti biasanya, otomatis hari ini saya tidak bertemu dengan murid-murid saya di sekolah. padahal hari ini saya sudah janji dengan mereka untuk membahas tentang kelanjutan perpustakaan mini di kelas, karena menjelang awal bulan buku-buku yang ada di kelas akan diganti dengan koleksi-koleksi baru, dan ternyata hari ini saya tidak bisa ke sekolah. dari semalam saya hanya tiduran di kamar, dan akhirnya bosan melanda, and sekarang saya sedang duduk di atas kasur sambil menghadap laptop and ingin bercerita dengan warga ngerumpi semua. 06.30 AM Sebuah pesan singkat masuk ke handphone saya " "Assalam, ust, bagaimana jawaban antum tentang adik saya yang pernah saya kenalkan? Trmksh, " Saat saya sedang istirahat sendirian, saya tersentak kaget mendapat pesan singkat itu, rencananya saya memang mau bertemu langsung dengan beliau dan memberi jawaban, ...

Faithful

Kelas kita mempunyai sebuah nama yaitu  “faithful”, Keragaman tingkah, wajah, suku, semua membaur menjadi satu kesatuan utuh di kelas ini, saling mengingatkan satu sama lain ternyata menjadi ciri khas tersendiri dari kelas ini, kepedulian kalian terhadap teman bisa dibilang cukup baik, serta kepatuhan kalian terhadap guru pun sama baiknya. Akhir-akhir ini kalian memberi semangat lebih (bukan berarti sebelumnya kalian tidak memberi semangat), dengan adanya program perpustakaan mini di dalam kelas yang saya buat, tahukah kalian betapa bahagia melihat kalian tenggelam bersama buku-buku, menambah wawasan tentang dunia bersama buku, teruslah membaca, karena dengan membaca kalian akan tahu bahwa banyak ilmu pengetahuan yang bisa kalian peroleh. Kalian juga membuat senyum ini tetap berada pada tempatnya (lah emang selama ini senyum saya kemana ? he he), beberapa murid yang tadinya suka telat bangun pagi dan suka molor sholat subuhnya, sekarang sedikit demi sedik...

Home Visit

Beberapa tahun yang lalu, saya belum mempunyai bayangan sama sekali bagaimana indahnya menjadi seorang guru, dan beberapa hari ini kebahagiaan saya semakin bertambah, ibarat bunga , hati saya sedang mekar dan berharap akan terus mekar sepanjang waktu (halah lebay sekali ini). Sudah 3 hari ini, saya melakukan satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh seorang wali kelas, dan itu memang diwajibkan dari pihak sekolah dan kegiatan itu dinamai dengan Home Visit. Jadi, home visit dilakukan bukan hanya karena murid sedang terkena satu permasalahan saja, namun semua murid berhak untuk dikunjungi. Dengan melakukan home visit ini, paling tidak kita bisa mempunyai gambaran jelas dari orang tua siswa bagaimana keadaan si anak saat berada di rumah, selain memang sudah ada buku penghubung yang diberikan pihak sekolah ke orang tua, kegiatan home visit ini juga menjalin kedekatan hati antara wali kelas dan orang tua siswa. 17 Oktober 2011 Hari ini saya melakukan home vi...

Catatan Hati Seorang Guru

Sebagai seorang guru, tentunya saya tidak hanya bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan di sekolah, namun saya juga harus memantau kegiatan mereka melalui buku penghubung ke orang tua yang sudah dibuat oleh sekolah, mulai ketaatan mereka melakukan sholat lima waktu dengan baik, akhlak kepada orang tua, dan akhlak kepada diri sendiri (seperti memiliki kesadaran belajar mandiri, menjaga barang milik pribadi, dan berpakaian sesuai syari’at). Sehubungan dengan itu, sudah beberapa hari ini saya mewajibkan beberapa murid yang saya rasa butuh untuk dibantu (seperti yang masih suka telat sholat atau malah yang masih suka bolong sholatnya) untuk melaporkan jam berapa mereka bangun pagi dan jam berapa mereka melaksanakan sholat subuh. Dan karena kebanyakan dari murid-murid saya suka telat bangun pagi  dan akhirnya waktu sholat subuh nya pun menjadi molor. Setiap pagi mereka harus sms ke saya kalo mereka sudah bangun dan mengkonfirmasikan apakah mereka sudah sholat subuh atau bel...

my students' creations

Setiap hari Sabtu, saya menjadi penanggung jawab kegiatan Ekskur Photography , ekskur ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat saya sukai, jeprat-jepret seenaknya, pergi hunting photo bersama dengan murid-murid ke tempat-tempat umum, dan di lingkungan sekolah. Gambar-gambar di dalam postingan ini merupakan karya dari beberapa siswa, hasil hunting photo setelah mengikuti kegiatan ekskur selama 2 minggu. keren kan ? (he he). sementara saya yang bertanggung jawab dengan ekskur ini belum menghasilkan satu buah photo pun (ah guru macam apa saya ini ) :D. Saya akan terus mengupdate hasil jepretan murid-murid di sekolah untuk kemudian dicetak dan dipajang di papan mading sekolah. rencananya seluruh photo mereka akan dimuat dalam sebuah album besar, agar mereka masih bisa melihat hasil karya mereka selama mengikuti kegiatan eksur photograpy dan masih bisa dilihat oleh junior mereka ditahun yang akan datang. Anyway, saya kapan jadi model kalian ? *nangis sesenggukan di po...

Ya Allah, dia kah jodohku ?

Tidak ada tanda-tanda apapun   sore ini, seperti biasa, setiap akhir pekan saya menghabiskan waktu untuk beristirahat di rumah, namun sekarang pikiranku sedang terbelah seribu. Ya, pikiranku sedang bercabang seribu. Cerita bermula dari sini, Selepas sholat magrib, rencananya saya akan langsung pulang ke rumah dan menyelesaikan tugas sekolah. Dan langkahku terhenti saat seorang Kiyai memanggil namaku dan menjabat tanganku, dia adalah Guruku, banyak hal yang ia berikan dalam hidupku, entah sudah berapa banyak ilmu yang telah ia ajarkan padaku sebagai bekal dalam menjalani hidup ini. Sang Kiyai berucap salam, “assalamu’alaikum” “wa’alaikum salam jawabku sambil menjabat tangannya” “sudah mau pulang ke rumah ustadz ? , Tanya Kiyai kepadaku “ “iya Kiyai, mau melanjutkan tugas sekolah yang belum selesai” “bisa minta waktunya sebentar ? “ “bisa kiyai, ada apa ?” “Mari duduk sebentar, ada yang ingin saya bicarakan “ Saya segera menuruti perintah sang guru,  duduk berhadapan dengann...

Setiap anak adalah Bintang

“Setiap anak adalah Bintang” Kehadiran seorang anak dilingkungan keluarga merupakan suatu anugerah yang tidak ternilai harganya, ia merupakan anugerah ajaib yang diberikan sang pencipta kepada kita.  Tidak bisa dipungkiri, bahwa anak memberi warna tersendiri dalam keluarga kita, kehadiran mereka memberikan arti  yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun.  Kembali kepada ungkapan diatas, ungkapan diatas sangat sering kita dengar dilingkungan sekolah tempat anak-anak kita belajar dan itu diyakini oleh para guru. Sadar atau tidak, ungkapan diatas mampu memberikan rasa percaya diri yang lebih kepada anak baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Namun kadang kita sebagai orang tua kerap kali lupa bahwa setiap anak itu adalah bintang, kerap kali kita membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lainnya dan itu bisa menurunkan harga diri dan rasa percaya diri anak. Kadang kita membuat standar yang sama terhadap anak padahal mereka berbeda...