Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Sosial

Mengukur Bahagia

Sebagai tukang jalan amatir, saya kadang mendapatkan berbagai komentar dari teman-teman, baik ketika bertemu langsung ataupun via daring.   “Enak banget hidupmu, bisa kemana-mana dengan mudah.”   “Iri gue sama lo.”   “Lo jalan-jalan mulu, ngabisin duit, kapan bisa nabungnya?   “Jalan-jalan mulu, pengen banget bisa kayak lo, tapi dompet tipis, nggak tebal kayak lo,” dan komentar-komentar lain, yang intinya adalah membandingkan kehidupan mereka dengan kehidupan saya.   Alhamdulillah. ❤ ️ Padahal isi dompet saya biasa saja :)  banyakan kosongnya dari pada berisi 😁 . Maklum, bukan anak Sultan 🥰 Pernah nggak sih kalian merasa hal yang sama? Seolah merasa bahwa hidup orang lain lebih fun, lebih seru, lebih bahagia? Pokoknya serba lebih aja dibandingkan kita. Apalagi di zaman social media sekarang ini. 😢 Kalo tidak pintar-pintar memilah informasi apa yang mau dikonsumsi, kita akan selalu merasa insecure sama diri sendiri. Padahal, bisa jad...

Sjaki Tari-Us: Yuk Bantu Mereka Mewujudkan Mimpi

sumber: http://www.sjakitarius.nl/ Setiap dari kita pasti memiliki impian, mulai dari hal yang paling sederhana sampai pada hal-hal yang menurut sebagian orang tidak mungkin untuk diraih. Itulah kekuatan mimpi, ia mampu memompa semangat demikian kuat untuk mencapai apa yang sudah diperjuangkan. Di dalam hidup ini, tugas kita hanyalah berusaha sebaik mungkin dalam meraih apa-apa yang kita impikan, selebihnya biarlah Tuhan yang akan memberikan jalan kepada kita melalui rencana-Nya yang kadang di luar dugaan kita. Berbicara tentang mimpi, kali ini saya ingin bercerita tentang anak-anak luar biasa yang saya kenal ketika sedang berada di Bali, tepatnya Ubud. Mereka menamakan sekolah mereka dengan nama Sjaki Tari-Us, sebuah lembaga non profit yang bergerak di dalam bidang pendidikan bagi anak-anak yang memiliki masalah dengan mental (mental disability). Saya berkenalan dengan mereka melalui David, seorang teman berkebangsaan Belanda yang sedang magang di sana. David mengajak saya bert...

What You Should Do

Hi everyone, it’s Tuesday, guys, wake up and prepare your thing, it’s time to go to campus again. Anyway, we already talked what you should say (polite English) and now we will be talking about what you should do when you are living or working in an English speaking environment. Let’s get started; First “SMILE.” Smiling creates a more friendly environment and it’s certainly expected. So try to do that, it doesn’t mean you have to keep smiling, but when you meet someone, give them a smile. If you don’t smile, they might think that you are nervous, they might think you are angry or unhappy about something. Or they might take a little big aggressively. So try to smile, it also gives people the message that everything is okay, not just that you are happy to meet them, but that everything is fine with you. So it says two things: something about you and something about the other person. Next, “SHAKE HANDS.” Now, that’s usually in more business-like situation; in office or somewher...

What To Say

Hi, my name is Rayyan (padahal aslinya: Rian, pelase don’t call me Rihanna, because I don’t like the way you lie to me lol), today’s we will be talking about good manners or what can also be referred to sometimes as cross-cultural skills. What does that mean? It’s skills that you need to function effectively in a different culture than your own. So for example: If I were to come to your country and learn your language, do you think that would be enough? Not really, because along with the language, I also need to learn what’s acceptable, what’s not okay in that particular culture. So today, we will be talking about six things that you need to say when you are living or working in an English speaking environment. Okay? Let’s get started. So, we will talk about what you should say. The first one is using the word: “Please”. Now, everybody knows that you should say “please” but not everybody remembers to actually say it. So for example: if you go into a coffe shop, don’t just say: “Co...

The Concept of Friendship in Arab Culture

Hi, Good morning. I’m back, I have leisuretime, I do not have any task, so I can write post in my blog. I hope you will enjoy reading anything here, or maybe you want to ask me questions, just let me know, ok. You have my facebook, twitter, or email. Do not be shy haha, I am kidding, bro. This morning, we are going to talk about the concept of friendship in Arab culture, do you know where Is the Arab World? You should open your book and try to find it if you really do not know. Haha. The Arab world stretches from Morocco across Northern Africa to the Persian Gulf. The Arab wolrd is more or less equal to the area known as the Middle East and North Africa (MENA). Although this excludes Somalia, Djibouti, and the Comoros Islands which are part of the Arab World. One of my friends said “I do not really like Arab, no offense. Most of them are a bit arrogant. When I was young, I used to think Arab are humble. Now, I realize, out of 50, only one are humble. They made people stereoty...

Berhenti Menghakimi

Sadar atau tidak, kadang kita sangat mudah menghakimi orang lain, seolah-olah mereka bukanlah orang yang pantas kita jadikan sahabat, kawan, atau hanya sekadar menebar senyum. Iya, kadang kita menjadi seseorang yang angkuh, yang kemudian menjadi seseorang yang tak ubahnya bak hakim yang berhak menghakimi seseorang karena melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam benak kita. Sering kali, kita menganggap remeh orang yang melakukan hal yang menurut sudut pandang kita adalah sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan, tanpa terlebih dahulu berusaha untuk memahami kondisi seseorang yang sudah kita hakimi tersebut. Sering kali kita merasa bahwa kita adalah orang yang lebih baik dari orang lain, hanya karena mereka tidak memiliki pemahaman yang sama dengan kita. Iya, kadang kita seolah menjadi tukang komentar ulung, yang seolah semua bisa diselesaikan dengan hanya menebar komentar sinis kepada orang-orang yang menurut kita telah gagal menunaikan amanah yang telah ...

Kampung Sri Rahayu

Salam. Sudah lama saya tidak singgah ke rumah ini, maklum, saya lagi sibuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan (apa hubungannya, ya? Alesan aja nih) hehe. Sekarang, saya mau bercerita tentang kegiatan saya beberapa waktu yang lalu, saat saya mengunjungi Kampung Sri Rahayu. Pertama datang kesana, saya kaget melihat ada banyak anak-anak yang ternyata cukup sering saya lihat di lampu merah, meminta-minta belas kasihan pengguna jalan. Saya sempat bertanya ke beberapa anak disana, dan ternyata tidak semuanya mengenyam pendidikan, padahal mereka berada di belakang Taman Kota Purwokerto. Iya, di Kota Purwokerto sendiri ternyata masih banyak anak-anak yang seperti ini, bagaimana dengan yang di pelosok sana?   Beberapa hari sebelum mengunjungi Kampung Sri Rahayu, saya sempat pulang ke Jakarta, ketemu Mami dan sempat bongkar-bongkar beberapa rak buku yang sudah dimakan rayap. Ada banyak buku yang rusak karena tidak terurus. Saya bawa semampu saya, terkumpul 3 kardus bekas,...

Rumah Baca Satria

Hallo Kakak-kakak semuanya…. Selamat berakhir pekan, ya. Di pagi yang cerah ini, saya ingin berbagi bahagia, bukan berbagi uang gajian di awal bulan, ya hehe. Baiklah, jadi ceritanya begini, saya itu sedang berusaha mendirikan “Rumah Baca Satria”. Rumah Baca Satria adalah rumah baca yang saya peruntukkan untuk anak-anak panti asuhan, anak-anak jalanan, dan juga untuk umum. Mengenai namanya, mengapa saya memberi nama “Rumah Baca Satria”? Satria sendiri saya ambil dari nama Kota Purwokerto “Kota Satria”, jadilah nama rumah baca yang ingin saya dirikan menjadi “Rumah Baca Satria”. Sebenarnya ide untuk mendirikan rumah baca ini sudah sejak lama, tapi karena kesibukan (baca: sok sibuk J ), sempat terlupakan sejanak. Dan akhir-akhir ini, saya sudah memulai kembali kunjungan ke panti-panti, pesantren, atau hanya sekedar mendongeng di pinggir kali bersama anak-anak yang ada di desa-desa yang saya singgahi. Ada bahagia, tiap kali melihat anak-anak hanyut dalam bacaan mer...