Skip to main content

Silaturahmi Ramadhan


setelah sepuluh tahun tidak bertemu , akhirnya kemarin Sabtu 30 Juli 2011, saya kembali bisa bertemu dengan Guru saya waktu masih di bangku Sekolah (1  SMP).

10 Tahun yang lalu, saya mempunyai seorang guru dari Purworejo Jawa Tengah, beliau mengabdikan diri selama 1 tahun untuk mengajar di Bengkulu. satu tahun kemudian Ia kembali ke Pulau Jawa  dan baru kemarin bisa kembali berjumpa.

kalo di tanya apa saya bahagia ? saya akan bilang SAYA SANGAT BAHAGIA bisa kembali bertemu  dengan salah satu guru yang banyak memberikan Pelajaran berharga dalam perjalanan hidupku.

sebenarnya tidak ada rencana yang matang untuk pergi ke Purworejo, akan tetapi memang Allah menghendaki saya untuk kembali bertemu dengan Guru saya ini. dengan mengendarai sepeda motor, perjalanan pun saya tempuh , Purwokerto - Purworejo kurang lebih 3 Jam ( itu karena saya tidak berani ngebut :D).

dan sejarah pun ditulis..untuk pertama kalinya saya berani memakai motor sendiri dengan jarak yang cukup jauh ( setidaknya menurut saya).

Kalo di tanya apa saya Nyasar ? YES..SAYA NYASAR ( ha ha)...ya iyalah namanya juga pertama kali pergi ke Purworejo...nggak ada gambaran sedikitpun tentang keadaan daerah ini..dan parahnya lagi keberangkatan pun memang tidak direncanakan, jadi modalnya ya hanya bertanya dan terus bertanya dengan orang-orang yang saya temui di jalan. mungkin hampir 20 orang lebih yang sudah membantu menunjukkan  kemana arah yang harus saya tuju agar sampai pada tujuan.

Sesampainya disana, Guru saya berkata " kamu sudah besar sekarang nak ( yupzz udah Gede saya pak )...kamu sekarang  gemukan ( jadi inget badan saya waktu masih SMP kayak tiang listrik , Kurus tinggi Hidup lagi dan panggilan yang melekat waktu itu adalah KUTILANG * kurus tinggi Langsing *)..and saya menghabiskan waktu selama 2 hari disana sebelum akhirnya kembali ke Purwokerto dan memulai rutinitas mengajar...semoga di lain kesempatan ada waktu untuk kembali bersua.

dan akhirnya ;;;

mari selalu menjaga hubungan baik dengan siapapun...jangan pernah memutuskan hubungan silaturahmi.

ilustrasi : http://orbitanoora.blogspot.com/2010/07/sms-ucapan-selamat-idul-fitri-1431-h.html

Comments

Popular posts from this blog

Memilih Antara Sekolah Swasta dan Sekolah Negeri: Pertimbangan Orangtua dalam Pendidikan Anak

Pendidikan adalah salah satu aspek paling penting dalam perkembangan anak-anak kita. Sejak dini, kita sebagai orangtua dihadapkan dengan pilihan yang signifikan: memilih antara sekolah swasta dan sekolah negeri untuk anak-anak kita. Keputusan ini seringkali tidak mudah, karena melibatkan banyak faktor yang harus dipertimbangkan secara cermat. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai pertimbangan yang sering menjadi dasar pilihan orangtua, serta analisis mendalam mengenai perbedaan, kelebihan, dan kelemahan dari kedua jenis pendidikan ini. Perbedaan Antara Sekolah Swasta dan Sekolah Negeri Sebelum kita memasuki pembahasan lebih mendalam, ada baiknya untuk memahami secara jelas perbedaan mendasar antara sekolah swasta dan sekolah negeri. 1. Pendanaan dan Kepemilikan: Sekolah Negeri: Didanai dan dioperasikan oleh pemerintah setempat atau pemerintah pusat. Mereka biasanya tidak mengenakan biaya pendidikan (atau mengenakan biaya yang sangat terjangkau) dan didirikan untuk memastik...

Navigating the Uncharted Waters: Unique Mental Health Challenges Faced by Young Muslims

Mental health awareness has gained prominence in recent years, shedding light on the diverse challenges faced by different communities. For young Muslims, there are distinctive mental health hurdles that often go unnoticed. As they balance their faith, cultural backgrounds, and the demands of modern society, young Muslims encounter a unique set of challenges that impact their mental well-being. This article explores some of these challenges and offers insights into addressing them. Islamophobia and Discrimination One of the prominent challenges young Muslims face is Islamophobia and discrimination. The rise of hate crimes, negative media portrayals, and cultural bias can lead to feelings of isolation and anxiety among young Muslims. Experiencing discrimination can undermine their self-esteem and contribute to heightened stress levels. Identity Confusion Navigating the complexities of identity is a common struggle for young Muslims. They often grapple with questions about their...

Kepemimpinan Perempuan dalam Sejarah Peradaban Islam: Inspirasi dari Para Pahlawan

Sejarah peradaban Islam yang kaya tidak hanya melibatkan figur-figur laki-laki yang terkenal, tetapi juga banyak wanita yang memainkan peran penting dalam menginspirasi dan membentuk masa depan umat Islam. Kepemimpinan perempuan dalam sejarah Islam tidak hanya mencakup peran sebagai ibu, istri, atau sahabat, tetapi juga sebagai pemimpin politik, ilmuwan, filosof, dan aktivis sosial yang berpengaruh. Berikut beberapa contoh nyata dari kepemimpinan perempuan dalam sejarah peradaban Islam: 1. Aisyah binti Abu Bakar Aisyah binti Abu Bakar adalah istri Nabi Muhammad SAW yang memiliki peran penting dalam menyebarkan dan mengajarkan hadis-hadis Nabi. Dilahirkan sekitar tahun 614 Masehi, Aisyah dikenal karena kecerdasannya dalam memahami ajaran Islam dan berbagai aspek kehidupan pada masa itu. Dia menikah dengan Nabi Muhammad pada usia muda dan menjadi salah satu istri yang paling dekat dengannya. Selain sebagai istri dan teman setia Nabi, Aisyah juga dikenal sebagai seorang pendidik dan cende...