Skip to main content

Faithful


Kelas kita mempunyai sebuah nama yaitu  “faithful”, Keragaman tingkah, wajah, suku, semua membaur menjadi satu kesatuan utuh di kelas ini, saling mengingatkan satu sama lain ternyata menjadi ciri khas tersendiri dari kelas ini, kepedulian kalian terhadap teman bisa dibilang cukup baik, serta kepatuhan kalian terhadap guru pun sama baiknya.

Akhir-akhir ini kalian memberi semangat lebih (bukan berarti sebelumnya kalian tidak memberi semangat), dengan adanya program perpustakaan mini di dalam kelas yang saya buat, tahukah kalian betapa bahagia melihat kalian tenggelam bersama buku-buku, menambah wawasan tentang dunia bersama buku, teruslah membaca, karena dengan membaca kalian akan tahu bahwa banyak ilmu pengetahuan yang bisa kalian peroleh.

Kalian juga membuat senyum ini tetap berada pada tempatnya (lah emang selama ini senyum saya kemana ? he he), beberapa murid yang tadinya suka telat bangun pagi dan suka molor sholat subuhnya, sekarang sedikit demi sedikit sudah bangun pagi dan sholat tepat waktu meski kadang masih suka molor, tapi paling tidak usaha untuk menjadi lebih baik itu sudah terlihat, semua butuh proses yang tidak sebentar. Yang tadinya masih suka membantah perintah kedua orang tua, sekarang sudah mulai untuk taat, kedua orang tua kalian menceritakan akan kemajuan itu, dan tahukah kalian bahwa ada air mata kebahagiaan yang mengalir saat mereka mengatakan bahwa mereka bahagia saat melihat perubahan-perubahan kecil yang kalian lakukan dan saya hanya bisa tersenyum bahagia saat mendengar apa yang keduanya ceritakan.

Acap kali saya berpikir bahwa kalian adalah malaikat-malaikat yang Tuhan kirimkan untuk ambil bagian dalam lembar demi lembar kisah yang saya tulis rapi dalam hati ini, dan kelak kalian akan kembali membaca kenangan itu saat kita sudah dipisahkan oleh yang namanya jarak, saat kalian menjadi orang-orang yang sibuk, punya keluarga, dsb.

Tidak banyak yang saya harapkan, saya hanya berharap akan selalu ada senyum ditiap jalan yang kalian lalui, dan senyuman itu menandakan bahwa kalian bahagia pernah menjadi bagian dalam hidup ini. Senyum akan terlihat tiap kali kalian bertemu dengan saya, entah itu nantinya kalian sudah menjadi seorang polisi, dokter, guru besar, atau bahkan akan ada diantara kalian yang menjadi presiden. Tidak ada yang tahu bukan ?, dan senyum itu akan selalu terngiang dalam ingatan. Senyum kebahagiaan, mengingat kisah suka duka dalam perjalanan menuntut ilmu yang telah kita buat bersama dengan guru, dan teman-teman di kelas ini.

Coba lihat gambar di atas, bahagia bukan ? , gambar di atas di ambil setelah proses pembelajaran tentang jenazah selesai, coba lihat wajah-wajah kalian, senyum kalian, gaya kalian yang mengalahkan model papan atas sekalipun, kalian bisa membuat saya tersenyum, pernah terbayang bagaimana rasanya melihat orang-orang yang ada disekeliling kita tersenyum bahagia ? senang bukan ?, nah begitulah.

Rasanya baru kemarin saya bertemu kalian semua, namun saya merasa sudah mengenal kalian semua sejak lama, meski saya belum hapal 100% nama-nama kalian, tapi paling tidak saya tahu wajah kalian, sikap kalian, dsb.

Tahukah kalian, tiap kali ada yang sms atau telphone dan tidak masuk sekolah karena alasan sakit, atau alasan lain, saya selalu berdoa, semoga kalian cepat diberi kesembuhan, dan jika bepergian semoga selalu dalam lindungan-Nya. Tidak sanggup rasanya jauh dari kalian semua, terasa ada yang hilang saat tahu kalian tidak bisa mengikuti proses pembelajaran. Tahukah kalian,  senyum kalian, canda tawa, dan kadang-kadang kegaduhan kelas yang kalian buat sudah memberi warna tersendiri dalam hidup ini ?. meski kadang-kadang saya sempat jengkel dengan apa yang kalian perbuat, saya bukanlah malaikat, saya belum sekuat itu untuk menaham amarah, dan saya pun memahami bahwa semua ini adalah proses.

Akhirnya, hanya kebahagiaan kalianlah yang selalu saya dambakan, terlepas dari apakah kalian punya nilai yang bagus atau tidak, namun yang paling penting bagi saya adalah kalian menjadi anak-anak yang mempunyai budi pekerti yang  luhur, apalah artinya nilai tinggi, juara kelas jika budi pekerti yang tertanam pada diri itu bukanlah budi pekerti yang baik.

Good Luck my Students

Comments

Popular posts from this blog

Memilih Antara Sekolah Swasta dan Sekolah Negeri: Pertimbangan Orangtua dalam Pendidikan Anak

Pendidikan adalah salah satu aspek paling penting dalam perkembangan anak-anak kita. Sejak dini, kita sebagai orangtua dihadapkan dengan pilihan yang signifikan: memilih antara sekolah swasta dan sekolah negeri untuk anak-anak kita. Keputusan ini seringkali tidak mudah, karena melibatkan banyak faktor yang harus dipertimbangkan secara cermat. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai pertimbangan yang sering menjadi dasar pilihan orangtua, serta analisis mendalam mengenai perbedaan, kelebihan, dan kelemahan dari kedua jenis pendidikan ini. Perbedaan Antara Sekolah Swasta dan Sekolah Negeri Sebelum kita memasuki pembahasan lebih mendalam, ada baiknya untuk memahami secara jelas perbedaan mendasar antara sekolah swasta dan sekolah negeri. 1. Pendanaan dan Kepemilikan: Sekolah Negeri: Didanai dan dioperasikan oleh pemerintah setempat atau pemerintah pusat. Mereka biasanya tidak mengenakan biaya pendidikan (atau mengenakan biaya yang sangat terjangkau) dan didirikan untuk memastik...

Navigating the Uncharted Waters: Unique Mental Health Challenges Faced by Young Muslims

Mental health awareness has gained prominence in recent years, shedding light on the diverse challenges faced by different communities. For young Muslims, there are distinctive mental health hurdles that often go unnoticed. As they balance their faith, cultural backgrounds, and the demands of modern society, young Muslims encounter a unique set of challenges that impact their mental well-being. This article explores some of these challenges and offers insights into addressing them. Islamophobia and Discrimination One of the prominent challenges young Muslims face is Islamophobia and discrimination. The rise of hate crimes, negative media portrayals, and cultural bias can lead to feelings of isolation and anxiety among young Muslims. Experiencing discrimination can undermine their self-esteem and contribute to heightened stress levels. Identity Confusion Navigating the complexities of identity is a common struggle for young Muslims. They often grapple with questions about their...

Kepemimpinan Perempuan dalam Sejarah Peradaban Islam: Inspirasi dari Para Pahlawan

Sejarah peradaban Islam yang kaya tidak hanya melibatkan figur-figur laki-laki yang terkenal, tetapi juga banyak wanita yang memainkan peran penting dalam menginspirasi dan membentuk masa depan umat Islam. Kepemimpinan perempuan dalam sejarah Islam tidak hanya mencakup peran sebagai ibu, istri, atau sahabat, tetapi juga sebagai pemimpin politik, ilmuwan, filosof, dan aktivis sosial yang berpengaruh. Berikut beberapa contoh nyata dari kepemimpinan perempuan dalam sejarah peradaban Islam: 1. Aisyah binti Abu Bakar Aisyah binti Abu Bakar adalah istri Nabi Muhammad SAW yang memiliki peran penting dalam menyebarkan dan mengajarkan hadis-hadis Nabi. Dilahirkan sekitar tahun 614 Masehi, Aisyah dikenal karena kecerdasannya dalam memahami ajaran Islam dan berbagai aspek kehidupan pada masa itu. Dia menikah dengan Nabi Muhammad pada usia muda dan menjadi salah satu istri yang paling dekat dengannya. Selain sebagai istri dan teman setia Nabi, Aisyah juga dikenal sebagai seorang pendidik dan cende...