Skip to main content

Semua butuh proses

Perlahan namun pasti engkau akan bisa. engkau hanya perlu terus mencoba dan percaya.
Entah sudah berapa kali barisan-barisan kalimat yang tertulis di word ini aku hapus, sedari tadi aku mencoba menulis, namun yang ada hanya berhenti setelah beberapa kalimat tersusun rapi. Setiap kalimat yang tertulis berakhir dengan ditekannya “Backspace” yang ada di  keyboard laptopku.

Entah sudah berapa kali aku seperti ini, tiap kali ingin menulis , tiap kali aku mencoba untuk bercerita dengan rangkaian kata, tiap kali pula aku berhenti di kalimat-kalimat awal dan tidak pernah dilanjutkan, tulisan-tulisan pembuka itu hanya tersimpan rapi di folder-dolder yang kuberi nama “Tulisan Arian”, “Curhat”, “Belajar Nulis”.

Jarum jam di depanku sudah menunjukkan pukul 09.45 menjelang siang, padahal aku duduk di depan laptop dan mencoba untuk menulis sejak pukul 08.15. aku duduk di pojok perpustakaan sementara murid-murid sedang sibuk membaca buku, ada juga yang masih ujian praktek susulan. Sesekali kualihkan pandangan ke murid-murid berharap ada kalimat yang akan terangkai setelah memandang mereka.

Aku  pernah membaca  kiat-kiat menulis di salingsilang.com, mereka bilang kalo mau menulis itu terlebih dahulu pakai otak kanan, jangan pakai otak kiri. Ketika kita menggunakan otak kanan, maka tulislah secara spontan, tidak perlu mengedit terlebih dahulu, berhenti membaca tulisan yang sedang ditulis, teruslah menulis sampai selesai. Baru kemudian setelah selesai menulis, kita bisa menulis dengan menggunakan otak kiri, menulis dengan otak kiri adalah dimana kita memperhatikan kembali tulisan yang sudah kita tulis, susunan kalimat, tata bahasa, dan sebagainya.

Tidak ada yang langsung bagus dalam menulis, semuanya butuh proses. Jadi mulai hari ini Arian harus terus belajar agar bisa menulis. Tidak usah terburu-buru dan malu karena memang pada awal menulis belum tentu ada orang yang ingin membaca tulisan kita kan ?, menulislah karena memang dirimu ingin menulis, bukan karena ingin dipuji karena tulisanmu memberi inspirasi dan sebagainya. Akan tetapi menulislah karena memang engkau ingin bisa menulis.

Sekian kegalauanku menjelang siang ini.

Comments

  1. Yeaaah, menulislah karena kamu memang ingin menulis ;)

    ReplyDelete
  2. ternyata dirimu membaca tulisanku ini, sebenarnya ini tulisan untuk memotivasi diriku sendiria :p haha

    ReplyDelete

Post a Comment

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan

Popular posts from this blog

Memilih Antara Sekolah Swasta dan Sekolah Negeri: Pertimbangan Orangtua dalam Pendidikan Anak

Pendidikan adalah salah satu aspek paling penting dalam perkembangan anak-anak kita. Sejak dini, kita sebagai orangtua dihadapkan dengan pilihan yang signifikan: memilih antara sekolah swasta dan sekolah negeri untuk anak-anak kita. Keputusan ini seringkali tidak mudah, karena melibatkan banyak faktor yang harus dipertimbangkan secara cermat. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai pertimbangan yang sering menjadi dasar pilihan orangtua, serta analisis mendalam mengenai perbedaan, kelebihan, dan kelemahan dari kedua jenis pendidikan ini. Perbedaan Antara Sekolah Swasta dan Sekolah Negeri Sebelum kita memasuki pembahasan lebih mendalam, ada baiknya untuk memahami secara jelas perbedaan mendasar antara sekolah swasta dan sekolah negeri. 1. Pendanaan dan Kepemilikan: Sekolah Negeri: Didanai dan dioperasikan oleh pemerintah setempat atau pemerintah pusat. Mereka biasanya tidak mengenakan biaya pendidikan (atau mengenakan biaya yang sangat terjangkau) dan didirikan untuk memastik...

Navigating the Uncharted Waters: Unique Mental Health Challenges Faced by Young Muslims

Mental health awareness has gained prominence in recent years, shedding light on the diverse challenges faced by different communities. For young Muslims, there are distinctive mental health hurdles that often go unnoticed. As they balance their faith, cultural backgrounds, and the demands of modern society, young Muslims encounter a unique set of challenges that impact their mental well-being. This article explores some of these challenges and offers insights into addressing them. Islamophobia and Discrimination One of the prominent challenges young Muslims face is Islamophobia and discrimination. The rise of hate crimes, negative media portrayals, and cultural bias can lead to feelings of isolation and anxiety among young Muslims. Experiencing discrimination can undermine their self-esteem and contribute to heightened stress levels. Identity Confusion Navigating the complexities of identity is a common struggle for young Muslims. They often grapple with questions about their...

Kepemimpinan Perempuan dalam Sejarah Peradaban Islam: Inspirasi dari Para Pahlawan

Sejarah peradaban Islam yang kaya tidak hanya melibatkan figur-figur laki-laki yang terkenal, tetapi juga banyak wanita yang memainkan peran penting dalam menginspirasi dan membentuk masa depan umat Islam. Kepemimpinan perempuan dalam sejarah Islam tidak hanya mencakup peran sebagai ibu, istri, atau sahabat, tetapi juga sebagai pemimpin politik, ilmuwan, filosof, dan aktivis sosial yang berpengaruh. Berikut beberapa contoh nyata dari kepemimpinan perempuan dalam sejarah peradaban Islam: 1. Aisyah binti Abu Bakar Aisyah binti Abu Bakar adalah istri Nabi Muhammad SAW yang memiliki peran penting dalam menyebarkan dan mengajarkan hadis-hadis Nabi. Dilahirkan sekitar tahun 614 Masehi, Aisyah dikenal karena kecerdasannya dalam memahami ajaran Islam dan berbagai aspek kehidupan pada masa itu. Dia menikah dengan Nabi Muhammad pada usia muda dan menjadi salah satu istri yang paling dekat dengannya. Selain sebagai istri dan teman setia Nabi, Aisyah juga dikenal sebagai seorang pendidik dan cende...