Skip to main content

Jawaban

Selasa, 25 Oktober 2011
Saya terbaring lemah di kamar, karena kondisi sedang tidak sehat, hari ini saya juga tidak pergi ke sekolah seperti biasanya, otomatis hari ini saya tidak bertemu dengan murid-murid saya di sekolah. padahal hari ini saya sudah janji dengan mereka untuk membahas tentang kelanjutan perpustakaan mini di kelas, karena menjelang awal bulan buku-buku yang ada di kelas akan diganti dengan koleksi-koleksi baru, dan ternyata hari ini saya tidak bisa ke sekolah.
dari semalam saya hanya tiduran di kamar, dan akhirnya bosan melanda, and sekarang saya sedang duduk di atas kasur sambil menghadap laptop and ingin bercerita dengan warga ngerumpi semua.
06.30 AM
Sebuah pesan singkat masuk ke handphone saya "
"Assalam, ust, bagaimana jawaban antum tentang adik saya yang pernah saya kenalkan? Trmksh, "
Saat saya sedang istirahat sendirian, saya tersentak kaget mendapat pesan singkat itu, rencananya saya memang mau bertemu langsung dengan beliau dan memberi jawaban, tapi berhubung sudah di tanya duluan, maka saya beranikan untuk membalas pesan singkat tadi :
" Wa'alaikum salam, maaf ust, saya blm sempat untuk ksh jawaban, rencananya saya mw ketemu langsung, tapi berhubung ust sudah Tanya duluan, maka jawabannya ‘saya masih belum bisa ust' ‘afwan"
Akhirnya keputusan sudah kubuat, dan saya tidak asal memutuskan tentunya, keputusan itu sudah kuambil melalui proses yang panjang, dengan sholat istikharah memohon petunjuk-Nya, berdiskusi dengan kedua orang tua, minta nasehat dari sesepuh pesantren yang pernah menjadi tempat saya menimba ilmu terdahulu.
Dan saya hanya berharap tidak ada yang tersakiti dengan keputusan yang telah kubuat.

Comments

  1. ya, Mas.. setiap keputusan selalu beserta konsekuensinya.. semoga selalu yang terbaik dari-Nya untuk Mas .. insyaAllah, doa para murid Mas yang akan mengantarkan ke gerbang bahagia dunia-akhirat.. :)

    ReplyDelete
  2. ternyata sudah diputuskan ;))

    Semoga keputusannya benar ya pakk :D

    Hidup mu masih panjang dan terbentang luas :) hihihihi

    ReplyDelete
  3. kayak lautan ya mas, nggak sekalian ditambah kali lebar kali tinggi :). terimakasih

    ReplyDelete

Post a Comment

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan

Popular posts from this blog

Memilih Antara Sekolah Swasta dan Sekolah Negeri: Pertimbangan Orangtua dalam Pendidikan Anak

Pendidikan adalah salah satu aspek paling penting dalam perkembangan anak-anak kita. Sejak dini, kita sebagai orangtua dihadapkan dengan pilihan yang signifikan: memilih antara sekolah swasta dan sekolah negeri untuk anak-anak kita. Keputusan ini seringkali tidak mudah, karena melibatkan banyak faktor yang harus dipertimbangkan secara cermat. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai pertimbangan yang sering menjadi dasar pilihan orangtua, serta analisis mendalam mengenai perbedaan, kelebihan, dan kelemahan dari kedua jenis pendidikan ini. Perbedaan Antara Sekolah Swasta dan Sekolah Negeri Sebelum kita memasuki pembahasan lebih mendalam, ada baiknya untuk memahami secara jelas perbedaan mendasar antara sekolah swasta dan sekolah negeri. 1. Pendanaan dan Kepemilikan: Sekolah Negeri: Didanai dan dioperasikan oleh pemerintah setempat atau pemerintah pusat. Mereka biasanya tidak mengenakan biaya pendidikan (atau mengenakan biaya yang sangat terjangkau) dan didirikan untuk memastik...

Navigating the Uncharted Waters: Unique Mental Health Challenges Faced by Young Muslims

Mental health awareness has gained prominence in recent years, shedding light on the diverse challenges faced by different communities. For young Muslims, there are distinctive mental health hurdles that often go unnoticed. As they balance their faith, cultural backgrounds, and the demands of modern society, young Muslims encounter a unique set of challenges that impact their mental well-being. This article explores some of these challenges and offers insights into addressing them. Islamophobia and Discrimination One of the prominent challenges young Muslims face is Islamophobia and discrimination. The rise of hate crimes, negative media portrayals, and cultural bias can lead to feelings of isolation and anxiety among young Muslims. Experiencing discrimination can undermine their self-esteem and contribute to heightened stress levels. Identity Confusion Navigating the complexities of identity is a common struggle for young Muslims. They often grapple with questions about their...

Kepemimpinan Perempuan dalam Sejarah Peradaban Islam: Inspirasi dari Para Pahlawan

Sejarah peradaban Islam yang kaya tidak hanya melibatkan figur-figur laki-laki yang terkenal, tetapi juga banyak wanita yang memainkan peran penting dalam menginspirasi dan membentuk masa depan umat Islam. Kepemimpinan perempuan dalam sejarah Islam tidak hanya mencakup peran sebagai ibu, istri, atau sahabat, tetapi juga sebagai pemimpin politik, ilmuwan, filosof, dan aktivis sosial yang berpengaruh. Berikut beberapa contoh nyata dari kepemimpinan perempuan dalam sejarah peradaban Islam: 1. Aisyah binti Abu Bakar Aisyah binti Abu Bakar adalah istri Nabi Muhammad SAW yang memiliki peran penting dalam menyebarkan dan mengajarkan hadis-hadis Nabi. Dilahirkan sekitar tahun 614 Masehi, Aisyah dikenal karena kecerdasannya dalam memahami ajaran Islam dan berbagai aspek kehidupan pada masa itu. Dia menikah dengan Nabi Muhammad pada usia muda dan menjadi salah satu istri yang paling dekat dengannya. Selain sebagai istri dan teman setia Nabi, Aisyah juga dikenal sebagai seorang pendidik dan cende...