Skip to main content

Posts

Kejutan Ramadhan

“Hidayah ibarat cahaya; ia tak menyapa kamar yang tidak dibuka jendelanya.” (Faisal Tehrani) Bus yang membawaku melaju dengan pesat, melewati jalanan yang mulai berlubang; batu-batu kecil berserakan di sepanjang jalan, debu yang berterbangan, dan air yang tergenang. “Yuk ajak warga menanam padi di tengah jalan sana,” celetuk Dona, sahabat yang duduk di sampingku sambil menunjuk ke jalanan berlubang yang digenangi air. Aku dan beberapa penumpang yang ada di bus serentak terkekeh dengan celetuknya. “Bagaimana kalo kita bikin ternak ikan saja disana,” ujar salah seorang penumpang yang ada di kursi belakangku. Kami kembali tertawa, menertawakan kondisi jalan yang ada di negeri ini. Aku sama sekali tidak bisa mengingat kapan terakhir kali jalanan ini asri. Seingatku, setiap tahun aku mudik dan selalu melewati jalan yang sama, tiap tahun pula lah aku harus menyaksikan kondisi jalanan yang jauh dari kata layak. Entahlah, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tertidur lelap, ...

Aku Jatuh Cinta

  setelah selesai menyiapkan tempat tidur pada saat pesantren Ramadhan Aku jatuh cinta untuk yang kesekian kalinya kepada mereka; anak-anak yang penuh dengan kejutan-kejutan yang tidak pernah ada habisnya, mereka dengan tingkah yang kadang-kadang membuatku harus bertahan di tengah rasa yang aku sendiri tidak mengerti entah apa itu namanya, mereka yang dengan polosnya berlarian menjabat tanganku, mereka yang dengan senyum terukir indah di wajah mereka masing-masing, aku jatuh cinta dengan mereka semua.  Kami juara 1 lomba membuat poster 15 Juli 2013 Tahun ajaran baru, sekolah baru dan tentunya semangat baru menyambut murid baru dan anak-anak yang baru saja menghabiskan masa liburan kurang lebih sebulan lamanya. Kami berbaris rapi di bagian depan sekolah, menyambut kedatangan anak-anak. Aku melihat wajah-wajah baru yang nantinya akan menjadi murid-muridku.   anak-anak sedang mendengarkan tausiah Aku pertama kali bertemu dengan mereka di hari ini, ...

Kursus Mahir Dasar

Foto bersama di depan SMA IT Al Irsyad Purwokerto Apa yang ada di dalam benak kalian ketika saya penyebut kata Pramuka? Mungkin yang ada di dalam benak kalian tidak jauh berbeda dengan apa yang saya pikirkan. Ketika mendengar kata Pramuka, saya langsung membuat suatu kesimpulan bahwa pramuka adalah sekumpulan orang-orang yang kreatif, tangguh, dan memiliki kepribadian yang baik. Mungkin ada yang tidak setuju dengan apa yang saya gambarkan, tapi itulah yang saya rasakan saat pertama kali mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar atau biasa dikenal dengan sebutan KMD. Selama tiga hari, sejak tanggal 5 lalu sampai tgl 7 Juli 2013, kami yang merupakan guru-guru dari SD s/d SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto mengikuti kursus mahir dasar di SMA IT Al Irsyad Purwokerto. Kesan saya saat di hari pertama sampai hari terakhir sungguh sangat menyenangkan, kami diberi materi-materi dasar tentang kepramukaan, karena sebagian besar dari kami belum terlalu banyak mengerti tentang duni...

Wahai Lentera Bangsaku

Tengah malam, saat saya baru sampai Bandung, sahabat baik saya Siwi Mars Wijayanti tiba-tiba memberi pertanyaan yang rada-rada berat, “Setelah kamu kerja, skills apa yg kamu pikir penting untuk survive dalam hidup dan juga dunia kerja?” Kemudian saya iseng menjawab dengan jawaban ngawur, “Saya mau menjadi profesor cinta” Bukannya menjawab pertanyaan itu dengan serius, saya malah menjawabnya semena-mena. Beberapa detik kemudian, Mbak Siwi menulis begini, “Aku pernah merasakannya, lulus terus bingung..gak punya "bekal" yg cukup. Kurikulum kampus cuma kasih akademik aja. It’s not enough. Aku merasa softskills justru yg menentukan. cara bekerja dalam tim, komunikasi dengan orang, percaya diri di hadapan publik, inisiatif, mampu mendeliver idea, mengambil keputusan, toleransi, dan laen-laen. Kebanyakan anak-anak yg ikut organisasilah yg tertempa kemampuan-kemampuan begini.  Sedangkan aku dulu tipe anak rumahan kuliahan yg taunya cuma belajar dan ujian, lulus kuliah bi...

Kawah Putih

Kawah Putih yang membuat saya jatuh cinta dengan tempat ini Hari keempat di Bandung, saya itu rajin banget. Setelah subuh nggak ada yang namanya tidur molor lagi hehe, soalnya saya mau pergi ke Kawah Putih yang jauhnya itu kebangetan kalo dari Bandung kota #lebay. Jam 5 pagi saya sudah mandi, sudah wangi dan tentunya sudah berpakaian rapi. Jam 5.30 saya langsung pergi menuju kawah putih dengan rute perjalanan yang Masyaallah jauhnya. Dari penginapan saya harus naek angkot menuju Kalapa à Leuwi Panjang à Ciwideu à Kawah Putih. Dari gerbang Kawah Putih saya harus naek angkutan wisata “Ontang Anting” namanya. Keren banget tuh nama angkutannya, padahal menanjaknya nggak sampai pontang-panting juga. Narsis dulu :) Tiket masuk ke Kawah putih + angkutan Ontang anting Pulang pergi itu harganya 28.000, jadi saya nggak perlu lagi naik ke atas kawah dengan jalan kaki seperti yang saya lakukan waktu di tangkuban perahu, meski cuma setengah jalan. Lagian saya memang nggak ada niat un...

Bandung Indah Plaza

Hari ketiga di Bandung, saya terkena penyakit malas ditambah lagi capek yang luar biasa. Padahal baru juga dua hari di Bandung, udah capek banget. Belum banyak tempat yang saya jelajahi. Dari pagi sampai jam 11 siang, saya memilih untuk nonton di kamar, kemudian ngetik cerita pengalaman selama dua hari di Bandung. Karena hari ketiga adalah hari Jum’at, jadi mau nggak mau ya harus mandi dan pergi ke masjid untuk menunaikan shalat jum’at. Setelah juma’t, saya merasakan bosan yang amat luar biasa di kamar, saya langsung kabur ke BIP kemudian nonton. Nah di XXI ini nih saya punya pengalaman yang super usil. Waktu lagi nunggu film dimulai, saya duduk di salah satu pojok XXI, ngotak-atik camdig, potret sana-sini, kemudian camdig saya ngarah ke asal suara berisik yang amat super, udah kayak pasar aja. Setelah saya amati dengan penuh seksama, akhirnya saya paham bahwa rombongan remaja-remaja labil yang ada di pojok yang berlainan itu adalah fans-nya coboy junior. Mereka semua memakai ka...