Bahagia Itu Sederhana (2) Bukan permata yang kupinta darimu Bukan juga mobil mewah seperti milik tetangga Namun, senyum bahagia itu yang selalu kunanti darimu . Seperti biasa, pagi ini Bang Ucup mendorong gerobak sayurnya keliling komplek Bancar Kembar, membawa beraneka ragam sayur mayur bagi warga komplek. Kangkung segar, bayam, sawi, semuanya masih terlihat segar dan sedap dipandang mata. Sebagian dari sayuran yang dia jual adalah hasil tanamannya sendiri. Dia menanam sendiri berbagai macam sayur itu di belakang rumahnya. Ibu-ibu menghampirinya dan membeli kebutuhan hari ini. Hampir semua warga komplek mengenalnya. Suaranya sudah dihapal dengan baik oleh warga komplek. Sehari saja dia tidak datang dengan gerobak sayurnya, maka seluruh komplek pasti tahu akan hal itu. Pagi hari akan terasa berbeda tanpa suara khasnya yang serak-serak basah. Anak-anak kecil sangat senang menyapa Bang Ucup, sebagian kadang menunggunya hanya sekedar ingin mendengarkan cerita-cerita lucu yang...