Skip to main content

Posts

Komunikasi yang baik antara Guru dan Murid

Pengajaran pada dasarnya merupakan suatu proses terjadinya interaksi antara guru dengan siswa melalui kegiatan terpadu dari dua bentuk kegiatan, yakni kegiatan belajar siswa dengan kegiatan mengajar guru. Belajar pada hakikatnya adalah proses perubahan tingkah laku yang disadari. Mengajar pada hakikatnya adalah usaha yang direncanakan melalui pengaturan dan penyediaan kondisi yang memungkinkan siswa melakukan berbagai kegiatan belajar sebaik mungkin. Untuk mencapai interaksi belajar mengajar sudah barang tentu adanya komunikasi yang jelas antara guru (pengajar) dengan siswa (pelajar) sehingga terpadunya dua kegiatan yakni kegiatan mengajar (usaha guru) dengan kegiatan belajar (tugas siswa) yang berdaya guna dalam mencapai pengajaran. Sering kita jumpai kegagalan pengajaran disebabkan lemahnya sistem komunikasi, untuk itulah guru perlu mengembangkan pola komunikasi yang efektif dalam proses belajar mengajar. Ada tiga pola komunikasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan in...

Seribu Sehari Meraih Ridho Ilahi

Rasanya sudah tidak asing lagi bagi kaum muslimin tentang kisan Nabi Ibrahim AS yang senantiasa taat kepada Allah SWT bahkan ketika Allah memintanya untuk mengorbankan Anaknya pun Ia senantiasa mentaati tanpa ragu dan peristiwa ini diabadikan Allah dalam Al-Qur’an. Dalam rangka menyemarakkan semangat berqurban, pihak sekolah akhirnya membuat sebuah anjuran kepada murid-murid untuk berinfaq sejak awal bulan Oktober hingga akhir bulan.  “Seribu Sehari Meraih Ridho Ilahi”  Itulah kalimat yang dipasang di pintu gerbang sekolah yang bertujuan untuk mengingatkan, memotivasi dan  membiasakan anak-anak untuk senantiasa berinfaq. Target awal dana infaq yang terkumpul dari seluruh unit sekolah TK, SD 01, SD 02, SMP, dan SMA IT adalah 80 Juta, dan ternyata hasilnya melebihi dari target yang kita rencanakan.  Dana yang terkumpul dari program “seribu sehari meraih ridho Ilahi ” ini mencapai 107 Juta.  Meskipun program ini hanya bersifat anjuran, namun ...

Nak Endang

Pagi itu, saya duduk di depan kelas VII A,  saya sengaja duduk di sana sambil menunggu bunyi bel waktu istirahat berdering. Sambil menunggu, saya membaca sebuah buku yang baru saya beli dari Gramedia yang ada di kota yang baru saya kenal. Saya membaca buku tentang anak-anak Autis, saya tiba-tiba tertarik membaca buku-buku tentang Autis setelah melihat bahwa di tempat saya mengajar ternyata ada anak-anak yang special. Bel tanda istirahat berbunyi, saya berdiri menunggu seseorang keluar dari pintu kelas VII A, beberapa detik kemudian, yang saya tunggu terlihat memegang selembar kertas dengan pandangan kosong dan keluar  dari kelas. Saya memperhatikan gerak-geriknya, kadang dia melipat kertas yang sedari tadi ia pegang, setelah dilipat, dia buka kembali lipatan-lipatan kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah. Setelah membuang kertas ke tempat sampah, ia duduk menyendiri di pojok sekolahan, sambil mengayunkan kakinya dan memperhatikan sepatu yang ia gunakan...

Keraguan

Purwokerto, 06.11 Pagi Kuhirup segarnya udara pagi di kota ini, kota yang baru beberapa bulan aku kenal, yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya, bahkan bayangan kota ini pun sama sekali belum pernah terbesit dalam ingatan. Hingga akhirnya aku berlabuh disini, ambil bagian dalam mendidik putra-putri bangsa ini. Purwokerto, kota kecil ini, memang jauh berbeda dari kota yang kutempati sebelumnya yaitu Jakarta. 1 bulan pertama saya masih sulit untuk menyesuaikan diri dengan Purwokerto, kebiasaan saya setiap akhir pekan di Jakarta adalah pergi ke Bioskop, sedangkan disini, memang ada Bioskop tapi film yang diputar bisa dibilang super telat. Tempat nongkrong kesukaanku di Jakarta adalah Ragunan, dan disini saya tidak bisa menemukan hewan-hewan yang telah mengisi relung hatiku selama di Jakarta. Jakarta, meski kadang engkau membuatku sesak dengan kemacetan, sesak, banyaknya masa yang melakukan demo menuntut hak, tapi jujur dari hati yang dalam aku berkata bahwa sesungguhnya aku tidak ben...

Jawaban

Selasa, 25 Oktober 2011 Saya terbaring lemah di kamar, karena kondisi sedang tidak sehat, hari ini saya juga tidak pergi ke sekolah seperti biasanya, otomatis hari ini saya tidak bertemu dengan murid-murid saya di sekolah. padahal hari ini saya sudah janji dengan mereka untuk membahas tentang kelanjutan perpustakaan mini di kelas, karena menjelang awal bulan buku-buku yang ada di kelas akan diganti dengan koleksi-koleksi baru, dan ternyata hari ini saya tidak bisa ke sekolah. dari semalam saya hanya tiduran di kamar, dan akhirnya bosan melanda, and sekarang saya sedang duduk di atas kasur sambil menghadap laptop and ingin bercerita dengan warga ngerumpi semua. 06.30 AM Sebuah pesan singkat masuk ke handphone saya " "Assalam, ust, bagaimana jawaban antum tentang adik saya yang pernah saya kenalkan? Trmksh, " Saat saya sedang istirahat sendirian, saya tersentak kaget mendapat pesan singkat itu, rencananya saya memang mau bertemu langsung dengan beliau dan memberi jawaban, ...

Faithful

Kelas kita mempunyai sebuah nama yaitu  “faithful”, Keragaman tingkah, wajah, suku, semua membaur menjadi satu kesatuan utuh di kelas ini, saling mengingatkan satu sama lain ternyata menjadi ciri khas tersendiri dari kelas ini, kepedulian kalian terhadap teman bisa dibilang cukup baik, serta kepatuhan kalian terhadap guru pun sama baiknya. Akhir-akhir ini kalian memberi semangat lebih (bukan berarti sebelumnya kalian tidak memberi semangat), dengan adanya program perpustakaan mini di dalam kelas yang saya buat, tahukah kalian betapa bahagia melihat kalian tenggelam bersama buku-buku, menambah wawasan tentang dunia bersama buku, teruslah membaca, karena dengan membaca kalian akan tahu bahwa banyak ilmu pengetahuan yang bisa kalian peroleh. Kalian juga membuat senyum ini tetap berada pada tempatnya (lah emang selama ini senyum saya kemana ? he he), beberapa murid yang tadinya suka telat bangun pagi dan suka molor sholat subuhnya, sekarang sedikit demi sedik...

Home Visit

Beberapa tahun yang lalu, saya belum mempunyai bayangan sama sekali bagaimana indahnya menjadi seorang guru, dan beberapa hari ini kebahagiaan saya semakin bertambah, ibarat bunga , hati saya sedang mekar dan berharap akan terus mekar sepanjang waktu (halah lebay sekali ini). Sudah 3 hari ini, saya melakukan satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh seorang wali kelas, dan itu memang diwajibkan dari pihak sekolah dan kegiatan itu dinamai dengan Home Visit. Jadi, home visit dilakukan bukan hanya karena murid sedang terkena satu permasalahan saja, namun semua murid berhak untuk dikunjungi. Dengan melakukan home visit ini, paling tidak kita bisa mempunyai gambaran jelas dari orang tua siswa bagaimana keadaan si anak saat berada di rumah, selain memang sudah ada buku penghubung yang diberikan pihak sekolah ke orang tua, kegiatan home visit ini juga menjalin kedekatan hati antara wali kelas dan orang tua siswa. 17 Oktober 2011 Hari ini saya melakukan home vi...