Skip to main content

Posts

Dua Puluh Dua Tahun

Tidak terasa, sudah dua puluh dua tahun saya ngekost di dunia ini. Di umur yang sudah tidak muda lagi, saya hanya berharap Allah akan memberikan saya kehidupan yang bermanfaat bagi orang lain. Kehidupan yang membawa keberkahan. Sedikit cerita, gara-gara saya lahir pas 17 Agustus , saya mendapatkan Beasiswa Study dari SD-SMA. Keren kan ? ha ha :D. Tapi semua itu tidak lepas dari kehendak dari Yang Maha Kuasa. Ulang tahun bukanlah suatu peristiwa yang harus dirayakan dengan bermegah-megahan, akan tetapi puji syukur dan cara kita memaknai hidup lah yang lebih penting. Kembali berkaca diri, berusaha menjalani hidup ini dengan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. pesan saya kepada Arian Sahidi ( saya sendiri) adalah " belajar untuk menjadi orang yang lebih bijak dalam menghadapi permasalahan hidup ."

Tetapi ....

Memandangmu adalah suatu anugerah Memilikimu adalah sebuah amanah Menjagamu adalah tanggung jawab Jauh darimu membuatku sengsara Tetapi... Aku tidak ingin memandangmu jika engkau tidak memandangku Aku tidak ingin memilikimu jika engkau tidak ingin memiliki diriku Aku tidak ingin menjagamu jika engkau tidak berusaha tuk menjagaku Aku juga tidak akan merindukanmu jika engkau selalu menjauh dariku Senyummu membuatku bertanya , apa yang membuatmu tersenyum saat menatapku ? Tawamu membuatku merasa engkau menertawakanku Candamu membuatku sakit hati

"Apa yang kau cari?"

"Apa yang kau cari?", adalah sebuah pertanyaan yang selalu menghantui kemana aku pergi dan dimana aku berada. Sebuah pertanyaan yang selalu melahirkan pertanyaan-pertanyaan baru. Sebuah pertanyaan yang dipenuhi sekelumit misteri bagi si penjawab. Pertanyaan tersebut hanyalah terdiri dari satu kalimat, empat kata dan empat belas huruf. Namun memerlukan jawaban yang sangat panjang dan rumit. Sehingga pertanyaan itu hanya bisa dijawab dengan sebuah perbuatan, bukan perkataan atau dengan teori yang penuh dengan omong kosong belaka. Ayah, memberi nasihat-nasihat kehidupan kepadaku, "Nak, perhatikan dan dengarkan apa yang ada disekitarmu. Belajarlah tentang sesuatu darinya. Carilah ilmu, karena itu adalah sebaik-baiknya bekal, sehingga engkau tidak akan lelah untuk memikulnya. Engkau tidak akan menjadi orang yang menyesal karena berteman dengan ilmu, Engkau akan melihat dengan ilmu, engkau akan mendengar dengan ilmu dan engkau akan berbicara dengan ilmu. Maka...

Bahagia Menjadi Guru

Kebahagian seorang guru adalah manakala melihat murid-muridnya senyum bahagia, sedih saat mendengar anak-anak yang tidak masuk sekolah. bahagia saat mendengar sapa mereka saat bertemu di luar jam sekolah. bahagia saat mereka datang menjenguk saat kita sedang tidak bisa mengajar. Sudah hampir 2 Bulan lamanya saya menikmati betapa indahnya menjalani hidup menjadi seorang guru, setiap hari, menyambut kedatangan mereka adalah hal yang paling ditunggu, melihat senyum mereka, menjawab salam yang terucap tulus dari mereka dan kadang bercanda dengan mereka. segala keletihan terasa menghilang saat melihat mereka datang seraya berkata, assalamu'alaikum ustadz. really, 100 % i'm happy. Meski kadang mereka membuat kesal, tapi itu sama sekali tidak mengurangi kecintaanku pada dunia mengajar. ya namanya juga anak-anak, tidak semuanya saat dibilang A langsung nurut A, tidak semua saat Guru berkata diam, lalu mereka diam. Setiap Anak itu unik, mereka mempun...

Hari ini, esok dan seterusnya

Sekilas memang tidak ada yang istimewa dari mereka, mereka hanyalah orang-orang yang sudah tua renta yang sedang berusaha meraih apa yang mereka lupakan pada waktu mereka masih muda. Mereka adalah sekelompok orang-orang yang sedang belajar bagaimana membaca al-Qur'an di mulai dari awal (pengenalan hurus Alif, Ba, Ta dan seterusnya). Akan tetapi coba lihat lebih jauh, semangat mereka , keinginan mereka untuk bisa itu terlihat jelas. Lantas, tegah kah saya menghancurkan semangat mereka dengan berkata "maaf saya sibuk dan tidak ada waktu untuk membantu mereka belajar cara membaca al-Qur'an dengan baik dan benar". Atau tega kah saya berkata " emang waktu masih muda ngapain aja ?, umur udah bau tanah baru mau belajar membaca al-Qur'an, sekarang baru nyeselkan ?" Saya tidak setega itu kok wahai warga ngerumpi, dan bukan berarti saya sudah mahir dan tidak perlu untuk belajar lagi, saya akan terus belajar dan belajar menjadi lebih bai...

Kejadian-Kejadian membawa Hikmah

Seperti biasa, hari minggu adalah waktunya untuk lari sejenak dari rutinitas mengajar, akan tetapi ada kejadian-kejadian yang membuat hari ini lebih bermakna. Kejadian pertama , pada saat saya dan beberapa teman menuju ke salah satu tempat wisata di banyumas, Motor salah satu teman mogok alias remnya bermasalah ( untungnya tidak jauh dari sana ada bengkel), jadi masalah pertama bisa terselesaikan. Kejadian kedua, setelah selesai memperbaiki motor di bengkel, pada saat mau menyeberang jalan, tepat di depan mata saya, 2 orang perempuan yang sedang mengendarai motor (tidak memakai helm) dan bermaksud untuk menyeberang ditabrak oleh motor yang melaju kencang dari belakang. Spontan saya berteriak menyebut asma-Nya dan berlari menghampiri kedua perempuan tadi, dan membawanya ke pinggir jalan kemudian istirahat di salah satu rumah warga. Kejadian ketiga , pada saat perjalanan pulang, ban motor yang saya naiki pecah, dan dengan senang hati, kita mencari tambal ban t...

Ini Tentang Hidup

Pernahkah kalian merasakan hidup ini seakan-akan tidak berpihak pada kita, acapkali kita melihat orang-orang yang menurut kita sangat beruntung dengan segala kesempurnaannya, mempunyai keluarga yang bahagia, disenangi oleh tetangga, punya banyak teman dsb. Jujur, saya pernah merasakan itu, saya pernah merasa bahwa dunia ini tidak adil, seberapa keras aku mencoba untuk menjadi lebih baik, ketidak adilan itu semakin terasa, hingga akhirnya aku bisa mengerti bahwa yang mampu membuat kita bahagia itu adalah diri kita sendiri, dalam keadaan apapun sebenarnya kita bisa membuat hidup kita lebih berarti, tidak hanya sekedar melihat kesana-kemari dan selalu membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. dalam pekerjaan pun kadang aku merasakan betapa inginnya aku seperti si A dan si B, atau kalau bisa ingin menjadi seperti si C, tanpa pernah menyadari bahwa sebenarnya aku mempunyai sesuatu yang istimewa yang mereka tidak miliki, mengapa hanya kekuranganku saja yang kuperhat...