Skip to main content

Posts

Menanti Jawaban Sang Ombak

Laki-laki itu, ia terlihat hanyut dalam lamunan memandang sekumpulan ombak yang berlabuh di tepi pantai, sedikit ku perhatikan gerak-geriknya, kadang ia menatapku dengan penuh tanda tanya, kadang ia terlihat melihat ke langit yang sudah mulai gelap, kadang ia juga menulis sesuatu di atas pasir, semakin lama ia semakin bersikap aneh, pada awalnya ia hanya duduk, namun sekarang ia terlihat membuat sebuah lingkaran dan berkeliling sendiri sambil meneriakkan beberapa kalimat dengan suara yang cukup keras dan dapat kudengar dengan jelas sekali kata-kata yang ia teriakkan " AKu INGINkan DIa Tuhan, Mengapa ENGkau Ambil diA begitu Cepat,,MeNGAPA TUhan...? Aku Juga INgin MerasaKAN Kebahagian BersaMAnya....Tapi Baru Beberapa Hari BahaGia itu Kuraih sudah ENgKau Ambil Kembali...tidak PAntaskan AKu bHAGIa" Iya,,laki-laki itu tidak lain adalah kakakku, sudah beberapa hari ia datang ke pantai ini , bahkan ia pernah duduk dari subuh sampai maghrib , ia hanya duduk seorang d...

Merajut Pakaian Taqwa

Pada hakekatnya, pakaian adalah segala yang “melekat” di badan ini; entah baju, celana, segala aksesoris yang “melekat” lainnya, termasuk perhiasan. Selaras dengan pengertian ini, bahkan Allah membahasakan suami sebagai “pakaian” dari istri; dan istri adalah “pakaian” dari suami (Q.S. Al-Baqarah: 187: hunna libaasul lakum wa antum libaasun lahunna ). Mungkin karena suami dan istri pun “melekat” satu sama lain, hingga mereka tak ubahnya seperti pakaian. Setidaknya ada 3 macam fungsi pakaian yang disebut di dalam Al-Qur’an. Pertama , pakaian sebagai penutup aurat (Q.S. An-Nuur: 58 dan Al-A’raf: 26). Kedua, pakaian sebagai perhiasan (Q.S. Al-A’raf: 26). Dan ketiga, pakaian sebagai pelindung, yakni dari panas dan hujan, juga dari serangan musuh (Q.S. An-Nahl:81). Tak kurang dari 20 ayat ditemukan di dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang pakaian. Entah memakai bahasa “libaasun”, “kiswatun”, “saraabil”, maupun “tsiyab”. Namun, semuanya berbicara tentang pakaian lahiriah. Pakaian dunia. Ha...

Silaturahmi Ramadhan

setelah sepuluh tahun tidak bertemu , akhirnya kemarin Sabtu 30 Juli 2011, saya kembali bisa bertemu dengan Guru saya waktu masih di bangku Sekolah (1  SMP). 10 Tahun yang lalu, saya mempunyai seorang guru dari Purworejo Jawa Tengah, beliau mengabdikan diri selama 1 tahun untuk mengajar di Bengkulu. satu tahun kemudian Ia kembali ke Pulau Jawa  dan baru kemarin bisa kembali berjumpa. kalo di tanya apa saya bahagia ? saya akan bilang SAYA SANGAT BAHAGIA bisa kembali bertemu  dengan salah satu guru yang banyak memberikan Pelajaran berharga dalam perjalanan hidupku. sebenarnya tidak ada rencana yang matang untuk pergi ke Purworejo, akan tetapi memang Allah menghendaki saya untuk kembali bertemu dengan Guru saya ini. dengan mengendarai sepeda motor, perjalanan pun saya tempuh , Purwokerto - Purworejo kurang lebih 3 Jam ( itu karena saya tidak berani ngebut :D). dan sejarah pun ditulis..untuk pertama kalinya saya berani memakai motor sendir...

Cara Membuat READMORE Otomatis

  PERTAMA , silakan masuk ke acount blogger anda kemudian pilih Edit Html, jangan lupa memberikan tanda ceklis pada bacaan " Expand Widget Template " atau lihat gambar di bawah ini : cari kode   </head>     kemudian masukkan script di bawah ini persis dibawah kode tersebut.   <script type='text/javascript'> var thumbnail_mode = &quot;no-float&quot; ; summary_noimg = 430 ; summary_img = 340 ; img_thumb_height = 100; img_thumb_width = 120 ; </script> <script src='http://rizqi.moehamed.googlepages.com/read-moreotomatis.js' type='text/javascript'/>     KEDUA, cari kode html berikut ini : <data:post.body/> atau <p><data:post.body/></p>     ganti kode tersebut dengan kode di bawah ini :   <b:if cond='data:blog.pageType != &quot;item&quot;'> <div expr:id='&quot;summary&quot; + data:post.id'><data:post.body/></div> <script type='text...

Kasih Sayang Seorang Ibu

Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu. Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam. Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan. Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu. Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang. Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai. Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna. Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan. Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah. Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah. Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah. Sebagai balasannya, kau berteriak."NGGAK MAU!!" Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola. Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga. Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim. Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori sel...

What Is Your Passion ?

Saya ingin bercerita tentang beberapa teman yang mengundurkan diri dari proses job training calon guru di tempat saya mengajar. Dan dari sekian banyak yang ikut seleksi itu, hanya 5 orang yang lolos seleksi calon guru, dan diwajibkan untuk mengikuti job training, karena saya ikut bergabung, jadi jumlah yang ikut job training menjadi 6 orang. Akan tetapi pada hari pertama job training, yang hadir ternyata hanya ada 4 orang , saya dan 3 orang calon guru baru itu. Sementara yang 2 orang lainnya mengundurkan diri setelah mengikuti proses seleksi yang cukup memakan waktu. Karena saya hanya mengikuti 1 minggu saja, otomatis yang ikut job training selama 2 minggu itu hanya ada 3 orang lagi. Dan tadi malam saya mendapatkan kabar bahwa yang ikut job training hanya ada 2 orang lagi, yang satunya juga sudah ikut mengundurkan diri ? What ? kaget dong....kok bisa mengundurkan diri ? padahal hanya 3 hari lagi loh job trainingnya ? Setelah saya tanya mengapa mengundurkan di...

Anda Spesial

Suatu hari seorang penceramah terkenal membuka seminarnya dengan cara unik. Sambil memegang uang pecahan Rp. 100.000,-, ia bertanya kepada hadirin, "Siapa yang mau uang ini?" Tampak banyak tangan diacungkan. Pertanda banyak minat. "Saya akan berikan ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini." Ia berdiri mendekati hadirin. Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat. Lalu bertanya lagi, "Siapa yang masih mau uang ini?" Jumlah tangan yang teracung tak berkurang. "Baiklah," jawabnya, "apa jadinya bila saya melakukan ini?" ujarnya sambil menjatuhkan uang itu ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya. Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi. "Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?" Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak. "Hadirin sekalian, Anda baru saja menghadapi sebuah pel...