Skip to main content

What To Say

Hi, my name is Rayyan (padahal aslinya: Rian, pelase don’t call me Rihanna, because I don’t like the way you lie to me lol), today’s we will be talking about good manners or what can also be referred to sometimes as cross-cultural skills. What does that mean? It’s skills that you need to function effectively in a different culture than your own. So for example: If I were to come to your country and learn your language, do you think that would be enough? Not really, because along with the language, I also need to learn what’s acceptable, what’s not okay in that particular culture. So today, we will be talking about six things that you need to say when you are living or working in an English speaking environment. Okay? Let’s get started.
So, we will talk about what you should say. The first one is using the word: “Please”. Now, everybody knows that you should say “please” but not everybody remembers to actually say it. So for example: if you go into a coffe shop, don’t just say: “Coffe.” Say: “Coffe, please.” Or if you are asking someone else to do something, also remember: “Could you please turn off your cellphone?”, for example. All right?
Next: remember to say “Thank You” whenever somebody does something. “Thank You”, “You are welcome”: these are phrases that we do use very often in English. And it could be for anything simple like somebody holding the door for you or it could be for something more elaborate like somebody giving you a birthday present. They way you say it, say it from your heart, okay? “Thank You.” “Thank you very much.” And so on.
The next one is to say “Sorry”, or even better to say “I’m Sorry”, because “I’m sorry” is more personal. But otherwise, at least say “sorry”. And again, you can say “sorry” for little things like perhaps stepping on someone’s foot or if you bang into someone by mistake, you bump into someone by mistake somewhere in a crowded place, still apologize, say: “I’m sorry.”, “I’m sorry.” Okay? People do use that quite often.
Next one: “Excuse me.” Now, “excuse me” you can say when you sneeze. Right? (Achoooo,!) “Excuse me.” Or if you need to ask somebody for some information, you can say: “Excuse me, would you know where the nearest subway is?” so this is a very useful expression and it’s also a polite expression.
The next one is to remember to “Greet people and also to wish people”. By greeting people, even at work if you are working in an English speaking environment, remember to say “good morning,” “good night”, “congratulations”. So greet people, and also wish them on the appropriate days.
The next one might seem obvious also, remember to say “How are you”, but again, it’s the way you do it. Even if you work in an office, in the morning, you can say: “Hey, good morning. How are you?” and when you ask: “How are you?” even though you are not expected to give a full answer, but whatever answer someone gives you, remember to listen. Don’t start talking right away. Wait to hear if the other person is saying: “Oh, pretty good. I’m fine. How are you?” Hear all of that before you start speaking about your own disposition, your own state of mind. Okay? Listen to the answer. All right?
So these are six things that you must remember to say; they are taken for granted and they are expected of you. Have a nice weekend, guys, I’m going to sleep now :p

Comments

Popular posts from this blog

Rumah Singgah Keren di Batu

Tempat tidur super nyaman Kota batu adalah salah satu kota yang menjadi favorit saya saat ini, selain karena saya memang stay disini sejak 1,5 tahun yang lalu, kota ini memang memiliki daya tarik luar biasa, apalagi kalo bukan alamnya yang indah, udaranya yang sejuk, dan beberapa tempat wisata yang modern seperti Jatim Park 1, Jatim Park 2, Museum Angkut, Batu Night Spectacular, dan masih banyak lagi. Jadi, Batu merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk dijadikan tempat berlibur bersama orang-orang yang dicintai.             Meski sudah stay di Batu selama kurang lebih 1,5 tahun, namun saya belum berhasil mengunjungi semua tempat wisata di Batu, biasalah saya ini pengangguran yang banyak acara, sibuk sama buku-buku di perpustakaan (ini pencitraan banget). Baiklah, saya tidak akan membicarakan tentang liburan saya yang tak kunjung usai, akan tetapi, saya akan memberi satu tempat rekomendasi yang bisa kamu jadikan tempat ...

Kuis Buku Dear Faris

Salam,.. Selamat pagi semuanya, selamat menikmati akhir pekan (meski saya kudu lembur sampai sore nanti #curhat). Setelah kemarin koar-koar tentang lomba Buku Gratis dari saya yang berjudul “Dear Faris” di Facebook, kali ini saya akan membuat lomba serupa yang berhadiah buku yang sama, bedanya kali ini hadiahnya saya peruntukkan untuk tiga orang pemenang yang masing-masing akan mendapatkan satu buah buku “Dear Faris” + Tanda tangan penulisnya (iya, itu saya, jangan nanya lagi siapa penulisnya wuahhaha). Baiklah, saya sudah kebanyakan cuap-cuap deh kayaknya, mendingan saya langsung saja membuat ketentuan lomba ini. Sudah siaaappp??? Baiklah mari kita mulai: Satu : Pastikan kamu adalah seorang blogger, karena kuis ini harus di posting di blog kalian masing-masing. Nggak ada ketentuan apakah kamu pencinta blogspot, wordpress dsb, intinya kamu adalah seorang blogger, jelas? #mendadakgalak karena kalo kamu adalah Krisdayanti, aku nggak mungkin sanggup bayar #sotoy Dua : Pa...

Malaikat Kecil Itu Bernama Faris

saya dan Faris Ersan Arizona Kenal dengan anak kecil yang ada di foto di atas? Dia adalah Faris, saya yakin, bagi pembaca setia blog saya sudah tidak asing lagi dengan sosok Faris, ada banyak kisahnya yang saya tulis di blog ini. Foto ini adalah satu-satunya foto selfie bareng dia, namun memiliki kesan yang begitu dalam bagi saya. Foto ini diambil sehari sebelum Faris menjalani operasi yang keempat kalinya. Saya tidak bisa menemaninya seperti saat operasi pertama dan kedua. Maaf, ya, fotonya rada burem, maklum, saya belum bisa membeli windows phone ascend W1 dari Smartfren untuk bisa menghasilkan foto selfie yang lebih keren dari ini. Faris adalah satu dari sekian anak yang memiliki hubungan yang begitu erat dengan saya, dimulai dari perkenalan kami ketika saya menjadi wali kelasnya, sampai musibah itu terjadi, saat dimana Faris mengalami kecelakaan, kehilangan sosok Ayah dari hidupnya dan harus mengalami operasi yang berulang kali. Kebersamaan yang tidak pernah kami renc...