Skip to main content

Posts

Suka Duka Masak Sendiri

Halo, selamat malam Jum’at, jangan lupa baca surat Al-Kahfi, ya *langsung ambil Qur’an karena belum baca*. Yuk merapat kesini, saya lagi mau cerita tentang hobi masak saya yang duh kalo diceritain semuanya bakalan enek deh kalian bacanya. Secara hobi masak saya ini sesuai dengan hobi makan saya yang ngalahin hobi baca saya *tutupin muka pake panci*. Kita mulai dari cerita saya yang nggak bisa ngidupin kompor gas, bikin heboh temen satu kosan. Masa iya, orang ganteng (baca; ngaku ganteng) kayak saya ini nggak bisa ngidupin kompor gas, duh, parah. Itu belum seberapa, ya, masih ada banyak kisah absurd yang terjadi sejak saya mencoba untuk memasak sendiri menu makan sehari-hari. Lanjut, setelah tragedi nggak bisa ngidupin kompor gas, selanjutnya adalah edisi bikin nasi goreng yang nyaris bikin muka saya memerah semerah bibir Angelina Jolie *lostfocus*. Jadi gini, ceritanya saya dan teman-teman mau bikin nasi goreng ala anak kos gitu. Selama ini yang ada dalam benak saya, setiap ...

Pesona Pantai Linau

Pantai Linau Pas Idul Fitri (koleksi pribadi)  Hi, gimana kabar kalian pagi ini? Semoga sehat selalu, ya. Coba perhatiin deh, tampilan blog saya sekarang makin keren, kan? Haha. Anyway, kalian pernah mendengar Pantai Linau? Sini merapat, saya mau cerita mengenai salah satu pantai cantik menawan yang berada di Desa Linau, Kabupaten Kaur-Bengkulu. Sekilas tentang Kabupaten Kaur, Kaur merupakan sebuah Kabupaten yang wilayahnya memanjang dari Utara ke Selatan di sepanjang pesisir pantai Barat Pulau Sumatra, mulai dari perbatasan Bengkulu Selatan yaitu Jembatan Sulawangi sampai dengan jembatan air mengunglah di Kabupaten Lampung Barat berbatasan dengan Provinsi Lampung. Di kabupaten Kaur ini terkenal dengan pesona pantainya yang cantik dan masih asri. Setiap kali ada hari-hari besar, banyak sekali wisatawan yang berdatangan ke pantai-pantai yang ada di Kaur, tidak jarang wisatawan mancanegara juga datang ke pantai-pantai yang berada di sepanjang kabupaten kaur. Sebagai orang ya...

See You Again

Salam. Sudah lama saya tidak mampir di rumah ini, biasalah, ya, orang sibuk makan jadi susah meluangkan waktu untuk sekadar mampir dan bersih-bersih di blog ini (kali aja ada sarang laba-laba yang bergelantungan di tembok blog ini) hehe. Postingan kali rada random, ya, karena bakalan campur aduk deh ini tulisan. haha Dalam satu bulan terakhir, kesibukan seperti biasa, setelah liburan selama kurang lebih dua bulan sejak awal Januari sampai akhir Ferbruari, saatnya kembali ke bangku kuliah, kembali bolak-balik ke perpustakaan, kembali rusuh sama jurnal yang kadang cocok untuk dijadikan bantal kalo ngantuk. Nggak jauh-jauh layaknya mahasiswa Pasca pada umumnya. Meski demikian, setiap akhir pekan saya selalu berusaha untuk melepas lelah dengan bepergian bersama teman, entah itu ke tempat wisata, renang, makan bareng di luar, mencoba aneka resep meski kebanyakannya gagal alias nggak enak dimakan, atau hanya sekadar ngobrol santai di kosan. Saya berusaha sesantai mungkin dan memastikan ...

Malaikat Kecil Itu Bernama Faris

saya dan Faris Ersan Arizona Kenal dengan anak kecil yang ada di foto di atas? Dia adalah Faris, saya yakin, bagi pembaca setia blog saya sudah tidak asing lagi dengan sosok Faris, ada banyak kisahnya yang saya tulis di blog ini. Foto ini adalah satu-satunya foto selfie bareng dia, namun memiliki kesan yang begitu dalam bagi saya. Foto ini diambil sehari sebelum Faris menjalani operasi yang keempat kalinya. Saya tidak bisa menemaninya seperti saat operasi pertama dan kedua. Maaf, ya, fotonya rada burem, maklum, saya belum bisa membeli windows phone ascend W1 dari Smartfren untuk bisa menghasilkan foto selfie yang lebih keren dari ini. Faris adalah satu dari sekian anak yang memiliki hubungan yang begitu erat dengan saya, dimulai dari perkenalan kami ketika saya menjadi wali kelasnya, sampai musibah itu terjadi, saat dimana Faris mengalami kecelakaan, kehilangan sosok Ayah dari hidupnya dan harus mengalami operasi yang berulang kali. Kebersamaan yang tidak pernah kami renc...

How much do you earn?

Launching buku Catatan Hati Sang Guru 28 Februari 2015 Akhir-akhir ini pertanyaan ini sering diajukan pada saya, dan berhubung saya tidak punya pekerjaan tetap, tentu saja saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini. Bagi saya, pertanyaan semacam ini adalah pertanyaan yang seharusnya tidak perlu menjadi pertanyaan penting yang harus diajukan dalam perbincangan keseharian. Untuk mereka yang memang sudah menjadi teman dekat mungkin saja saya tidak keberatan menjawab terus terang tentang ini, namun bagi mereka yang hanya sekadar kenal biasa saja, kemudian menyinggung pertanyaan how much do you earn ? Saya kadang lebih suka tersenyum dan menjawab pertanyaan itu dengan jawaban sesederhana mungkin. Hidup saya saat ini hanya mengandalkan uang tabungan yang berhasil saya simpan selama kurang lebih tiga tahun bekerja menjadi guru dan royalti buku-buku yang saya terbitkan secara indie. Tentu saja yang paling besar mengisi tabungan saya adalah uang dari hasil penjualan buku-buku yang saya te...

Berhenti Menghakimi

Sadar atau tidak, kadang kita sangat mudah menghakimi orang lain, seolah-olah mereka bukanlah orang yang pantas kita jadikan sahabat, kawan, atau hanya sekadar menebar senyum. Iya, kadang kita menjadi seseorang yang angkuh, yang kemudian menjadi seseorang yang tak ubahnya bak hakim yang berhak menghakimi seseorang karena melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam benak kita. Sering kali, kita menganggap remeh orang yang melakukan hal yang menurut sudut pandang kita adalah sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan, tanpa terlebih dahulu berusaha untuk memahami kondisi seseorang yang sudah kita hakimi tersebut. Sering kali kita merasa bahwa kita adalah orang yang lebih baik dari orang lain, hanya karena mereka tidak memiliki pemahaman yang sama dengan kita. Iya, kadang kita seolah menjadi tukang komentar ulung, yang seolah semua bisa diselesaikan dengan hanya menebar komentar sinis kepada orang-orang yang menurut kita telah gagal menunaikan amanah yang telah ...

Pantai Menganti

18-19 Februari Pernah mendengar nama pantai ini? Mereka yang lahir dan besar di daerah Kebumen saya yakin sudah tidak asing lagi dengan pantai ini, sebuah pantai cantik dan menawan yang memerlukan perjuangan ekstra untuk bisa sampai kesini. Tapi jangan ciut dulu, Bro, meski perjalanan menuju pantai ini cukup serem karena jalannya super berliku, curam, kiri-kanan lembah, namun akan terbayar dengan keindahan pantainya nan cantik. Pasir putih yang berpadu dengan birunya laut rasanya cukup menjadi pengobat dag-dig-dug selama perjalanan menuju pantai ini. Duh, sampai lupa memberitahu dimana letak pantai ini. Pantai Menganti terletak di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Kurang lebih 40 KM dari Gombong. Untuk menuju pantai ini, saya sarankan dengan menggunakan sepeda motor saja, deh, dan pastikan sepeda motor yang digunakan dalam keadaan prima. Jika ingin menggunakan mobil, pastikan juga kamu sudah lihai menaklukkan jalanan yang berliku dan tebing yang curam, karen...