Skip to main content

Posts

Inspirasi Akhir Pekan (You are unique)

Cerita inspirasi akhir pekan kali ini adalah menjadi pembicara motivasi remaja Islam. Setelah hampir satu bulan ini saya menerima undangan menjadi pembicara di akhir pekan, berbagai macam undangan pun berdatangan haha. Resikonya malah sekarang jadi lebih sibuk. Tapi sibuknya ini beda, sibuknya ini bikin bahagia dan tentunya penuh tantangan. Saya yang tidak terbiasa menjadi pembicara, sekarang kudu belajar banyak hal tentang bagaimana menjadi seorang public speaker, halah, ini rada susah ya ternyata. Padahal, saya sudah punya bakat ngomel sejak lahir wuehaha. Akhir pekan kali ini saya menjadi pembicara di hadapan remaja Islam di dua tempat. Kemarin, Sabtu 5 April tepat pada pukul 20.15, saya mengisi motivasi bagi anak-anak SMA yang sedang bersiap diri menghadapi ujian nasional yang sebentar lagi bakalan mereka hadapi. Wuih… bicara di hadapan remaja muslim yang gedenya ngalahin saya itu rada deg-degan loh. Iya, ini curhat banget. Sebelum tampil, saya harus latihan beru...

Adinda, Selamat Berjuang

Tadi malam, saat saya sedang lelap dalam tidur, Adik Sari yang sedang menempuh pendidikan Sarjana di Newcastle University tiba-tiba mengirim pesan melalui line , dia menceritakan ada orang yang menyebar issue yang mengatakan bahwa dia dan temannya sudah tidak lagi belajar di Inggris, melainkan sudah berada di Jakarta. Informasi ini sudah sampai ke Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten, Kaur. Sontak saja, informasi ini membuat heboh pihak terkait, dan pihak pemerintah daerah langsung menghubungi Adinda dan menanyakan kebenaran informasi yang beredar. Tentu informasi itu tidak benar adanya, itu hanyalah ulah dari mereka yang tidak bertanggung jawab, mereka yang iri melihat pencapaian orang lain, mereka yang tidak bisa menerima bahwa hanya orang-orang yang bersungguh-sungguh yang akan mendapatkan apa yang diinginkan. Adinda justru sedang sibuk dengan agenda kuliah yang padat. Sebenarnya, ini bukan kali pertama berbagai macam issue yang beredar di daerah. Adinda Sari da...

Pantai Suwuk dan Goa Jatijajar

Pantai Suwuk terletak di desa Suwuk, kecamatan Puring, kabupaten Kebumen. Untuk menuju ke lokasi pantai, banyak jalur alternatif yang dapat digunakan. Jika anda dari arah Gombong maka dibutuhkan waktu sekitar 45 menit, namun jika anda berasal dari arah kota Kebumen maka dibutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk menuju Petanahan dan setengah jam berikutnya menuju Pantai Suwuk.  Bagi anda yang berasal dari arah timur yang kebetulan sedang melintasi jalan selatan-selatan atau jalan Daendels dari arah Yogyakarta dapat langsung lurus menuju ke Pantai Suwuk Wisata di Pantai Suwuk ini pada dasarnya tidak berbeda dengan wisata-wisata pantai di Kebumen. Pemandangan pegunungan kapur yang elok memanjang dari utara sampai selatan, dan berbatasan langsung dengan pegunungan dan Pantai Karangbolong. Untuk lebih memanjakan mata anda, alangkah lebih baiknya anda menyewa seekor kuda untuk menyisir eloknya Pantai Suwuk ini. Usai lelah dan puas menikmati pantai, hal menarik lainnya adal...

I am (not) Ustadz

Apa yang ada di dalam benak kalian ketika mendengar kata “Ustadz”? Mungkin apa yang ada di dalam benak kalian juga sama dengan apa yang ada di dalam benak saya. Ketika mendengar itu, saya langsung berimajinasi bahwa sosok Ustadz adalah seseorang yang alim, yang rajin mengisi berbagai kajian, dengan penampilan baju koko, lengkap dengan peci (mungkin hehe). Saya adalah salah satu yang mendapat sapaan “Ustadz” dari orang-orang yang ada di sekitar saya. Biar saya jelaskan awal mula saya mendapatkan panggilan ini. Bermula dari aturan sekolah, dimana anak-anak harus memanggil dengan panggilan Ustadz/Ustadzah kepada guru-gurunya, saya pun akhirnya dipanggil Ustadz. Bagaimana perasaan saya saat pertama kali dipanggil Ustadz? Deg-degan serius kemudian ada beban yang seolah-olah berat sekali untuk dipikul.  Percaya atau tidak, saya pun akhirnya berusaha untuk memantaskan diri dengan panggilan itu; saya berusaha untuk memperbaiki perilaku saya, berusaha beribadah dengan...

Pejuang Subuh

  Saya tidak pernah bermimpi menjadi bagian dari mereka yang selama ini ada di sekeliling saya. Sama sekali tidak pernah terbesit di dalam benak saya bahwa saya akan menjadi bagian dari kehidupan mereka yang sebenarnya sejak 2,5 tahun terakhir sudah terjadi. Dan baru sekarang saya disadarkan oleh Allah SWT., untuk ambil bagian dalam mewujudkan generasi Qurani. Baru kali ini saya betul-betul merasa khawatir dengan mereka semua, kemudian timbul sebuah keinginan kuat di dalam diri untuk bisa melakukan sesuatu buat mereka. Saya tidak bisa hanya sekadar diam, kemudian membiarkan mereka lupa betapa nikmatnya mengkaji ayat-ayat Allah, betapa indahnya menghafal kalam-Nya dan betapa menyejukkannya ketika bisa membaca Al Quran dengan baik dan benar. Saya harus melakukan sesuatu.  Begitulah yang saya jalani. Berbekal sebuah semangat, saya pun memulainya sejak satu bulan terakhir. Saya menjadi pejuang subuh bagi mereka, dan Allah selalu mempunyai cara yang begitu hebat untuk...