Skip to main content

Posts

Menanti Cinta

Hanya pada-Mu ku bertanya Lewat setiap sujudku ini Siapakah nanti Cinta untukku (Menanti Cinta) Gue yakin akan janji Tuhan tentang jodoh gue. Siapapun nantinya yang ditakdirkan menjadi jodoh gue, gue berharap bisa menjadi pendamping hidup yang baik untuknya; baik dalam suka maupun duka, dan selalu berusaha menjalani kehidupan sebaik mungkin sesuai dengan aturan-Nya.             Sepertinya kegalauan gue tentang jodoh baru akan terhenti kala pernikahan sudah terlaksana. Buktinya gue sering banget galau kalo ditanya dengan pertanyaan sakral. “Kapan nikah?” Entah sudah berapa kali gue mendengar pertanyaan itu diajukan baik dari rekan sesama guru, murid-murid, wali murid, sahabat, de el el. Mengapa mereka tidak bosan menanyakan pertanyaan itu, bahkan selalu diulang? Kadang gue berpikir bahwa itu adalah wujud perhatian mereka ke gue. Tapi kadang gue juga terlalu sensitif dengan pertanyaan itu. Ada sahabat yang a...

Edisi Curdad

Cinta memang aneh Dia datang tanpa diundang Dia datang tanpa permisi Kadang pergi begitu saja Tak lagi kembali Inikah cinta yang sesungguhnya? Pernah mendengar kata curdad? Itu edisi terbaru yang lagi keren sekarang, mampu mengalahkan edisi terdahulunya, yaitu curhat haha. Curdad itu istilah gue untuk curhat dadakan. Keren, kan? Anggap saja keren, sama kayak gue kerennya (edisi narsis parah).             Malam yang gelap, hanya bertemankan sebatang lilin hasil minta ke kamar sebelah (ini kenapa jadi bikin narasi kacau gini?). Suatu ketika pernah mati lampu lama banget, dari siang sampai malam pukul sembilan. Setelah shalat isya berjamaah di masjid, gue ngobrol dengan salah satu ustad senior. Intinya gue tiba-tiba pengen banget cerita ke seseorang yang bisa gue percaya. Gue pengen banget ada orang yang mendengarkan curahan hati gue. Gue butuh masukan dari beliau. Manusia adalah makhluk sosial, kita perlu bersosiali...

Surat untuk Anakku Sayang

Hari ini adalah hari terakhir saya menjabat sebagai wali kelas VIII Al Abror. Besok mereka sudah libur dan akan bertemu lagi dengan saya di tahun ajaran baru nanti dan tentunya mereka akan memiliki wali kelas yang baru dan teman-teman kelas yang berbeda. Saya sengaja menuliskan surat ini untuk mereka semua. Surat ini khusus untuk mereka yang telah hadir dalam hidup saya. – ™ Surat Untuk Anakku Sayang Bahagia itu sederhana, sesederhana pertemuan kita Aku dan kalian yang menjadi satu kesatuan utuh Bahagia itu sederhana, sesederhana senyum kalian Senyum tulus yang menemani pagi hariku Bahagia itu sederhana, sesederhana kebersamaan kita Berbagi cerita, bahagia, dan berbagi kebaikan Bahagiaku itu sederhana, kalian adalah kebahagiaanku – ™ Anak-anakku, Terimakasih karena selama ini telah berusaha menjadi anak yang baik, yang selalu berusaha untuk patuh terhadap apa yang ustadz ajarkan kepada kalian. Terimakasih atas kebersamaan kita selama ini, ...

Galau di Malam Minggu

Edisi narsis :p  Kalo pas malam minggu kelabu datang, gue biasanya terkena penyakit galau dadakan (sebenarnya memang hampir tiap hari sih gue galau). Kalo udah galau, gue biasanya buka twitter , memantai lalu lalang di timeline yang dipenuhi oleh para jomblowan dan jomblowati akut. Gue mungkin satu-satunya guru di sekolah ini yang paling suka berpetualang di jejaring sosial, terutama twitter . Gue juga satu-satunya yang suka berkicau di blog pribadi, meski cuma iseng nulis yang kadang nggak jelas. Gue juga yang paling suka galau di setiap malam minggu. Kayaknya gue serba paling dalam hal galau menggalau, apalagi narsis #kalem             Ah iya, kata beberapa followers gue, gue itu guru yang narsis banget. Kalian tahu kenapa? Karena gue suka share foto-foto gue bersama murid-murid. Gue sih santai aja menanggapinya. Selagi gue narsis nggak mengganggu keutuhan rumah tangga mereka, ya, nggak apa-apa juga, kan?  Kec...

Ini Tentang Penampilan

Seorang guru itu ditiru dan digugu. Gue pernah berada pada satu titik dimana gue menjadi seseorang yang bingung dengan pertanyaan gue sendiri. Kalian mau tahu nggak? Mau tahu atau mau tahu banget? #alaydetected “Apa yang salah dengan penampilan gue?” Pertanyaan itu sering banget muncul kalo pas ketemu orang baru. Banyak yang nggak percaya kalo gue itu seorang guru Al Quran. Ketika bertemu orang baru otomatis akan ada perkenalan. Nah kalo mereka menanyakan pekerjaan gue, gue nggak mungkin jawab kalo gue ini tukang urut apalagi pangeran cinta. Kalo nanya kerjaan, gue pasti jawab kalo gue ini guru. Nah kalo ditanya lebih lanjut tentang mata pelajaran apa yang gue ampu, gue pasti jawab kalo gue mengajar Al Quran. Anehnya, gue nggak pernah berhasil meyakinkan mereka bahwa gue guru Al Quran. Emang ada yang salah dengan tampang gue? Emang ada yang salah dari cara    gue berpenampilan? Apa salah emak gue? Apa salah tante gue? Apa salah Eyang Subur? Ada loh yang sakin...

Curcol Ustad Galau

Guru yang masih membujang itu nggak cuma gue, ada banyak rekan guru lain yang sama nasibnya kayak gue, hidup membujang. Tapi kayaknya yang paling sering galau itu cuma gue. Sejak dari orok gue memang sudah sering galau. Ditambah lagi gue tinggal di kompleks dimana gue satu-satunya yang masih belum menikah. Tambah ngenes, nggak tuh? Seluruh tetangga gue sudah berkeluarga semua. Sedangkan gue hanya seorang diri menghuni rumah yang lebih dari kata ombreng untuk dihuni seorang diri. Kadang pengen deh nyewa genderuwo untuk nemenin gue di rumah. Ya kali aja genderuwo bisa jadi teman sejati gue di kamar #kumat.             Nggak cuma sebatas itu kegalauan gue, ada lagi yang paling ngeselin bagi seorang bujangan seperti gue ini. Kalian mau tahu? Mari gue ceritakan secara runtut. Jangan lupa siapkan cemilan, air minum, kopi, dan sekotak tissue . Kali aja kalian bakalan laper dan terharu membaca curcol ustad galau kayak gue. Haha ...