Skip to main content

Posts

(Bukan) Resolusi

Seharusnya tulisan ini saya tulis di detik-detik tahun 2013 saya lalui, tapi saya terlalu terlena dengan meriahnya malam pergantian tahun baru. Saking terlenanya, saya malah tidur dan nggak peduli dengan pergantian tahun yang kata mereka super meriah itu. Saya memang tidak pernah mau peduli dengan kemeriahan pergantian tahun, karena bagi saya, muhasabah diri adalah hal yang paling penting untuk dilakukan. Ada banyak hal yang dulu saya tulis, dan ingin saya capai di tahun 2012, namun dari sekian banyak yang ingin saya wujudkan, beberapa tercapai, namun tak sedikit yang masih harus tertunda. Di tahun 2012, saya mulai berani menerbitkan buku pertama saya yang berjudul “Air Mata Cinta Hanisah”, kemudian dilanjutkan dengan novel romance religi “Tuhan, Aku Kembali” dan di penghujung tahun 2012, saya kembali menelurkan karya tunggal saya yang berjudul “Catatan Hati Sang Guru” yang insya Allah akan launching tanggal 25 Januari 2013 di SMP Al Irsyad Purwokerto. Selain menulis buk...

Menjelajah Dieng

31 Desember 2012 Selamat pagi semua, hari ini konon katanya adalah tanggal 1 Januari 2013 (semalam saya sudah molor dan katanya lagi tadi malam meriah banget perayaan tahun barunya, erghhh ngabisin duit aja, deh hehe). Baiklah, di tahun 2012 yang lalu, banyak yang sudah saya lakukan, terutama banyak cerita-cerita yang sudah terangkai indah dalam hari-hari saya, banyak kenangan indah antara saya dan murid-murid dan lain sebagainya. Saya bersyukur atas segala karunia yang sudah Allah berikan pada saya. Berbicara tentang tahun lalu, saya tidak ingin membahasnya terlalu panjang (coz pagi ini saya masih ngantuk #tarikaselimut lol) baiklah, jadi ceritanya kemarin saya itu jalan-jalan ke dataran tertinggi di Jateng, yupzzz betul sekali, saya pergi menikmati keindahan Dieng yang dingin itu. Saya pergi ke Dieng bersama dengan keluarganya M. Nur Faizi, yang merupakan salah satu murid saya. Perjalanan dari rumah start pukul 9 pagi. Perjalanan menuju Dieng dari Banjarnegara kur...

Menyemai Rindu

Aku menatap lekat-lekat wajah adik-adikku, delapan orang laki-laki dan satu orang perempuan. Wajah-wajah itu adalah bagian dari kehidupanku saat ini. Kami sedang menunggu ibu yang sedang menyiapkan sesuatu untuk kami. Ahh ibu, apa lagi kejutan yang akan ia berikan kepada kami, anak-anaknya? Tak pernah berhenti ibu memberi kami kejutan-kejutan yang semakin membuat kami sangat menyayangi ibu. Ibu, dialah malaikat yang dikirim Tuhan untuk membesarkanku dan sembilan adik-adikku. Ibu berjuang sendiri, membesarkan kami seorang diri, tanpa pernah mengeluh. Bagi ibu, mengeluh hanyalah milik orang-orang yang lemah. “Kalian harus menjadi orang yang tangguh, harus siap dengan kondisi terburuk sekali pun dalam hidup. Kalian harus percaya, bahwa dalam setiap kesungguhan, selalu akan ada hasil.” Begitulah pesan yang selalu kami dengar dari sosok ibu yang merupakan mentari hidup kami. Ayah sudah pergi meninggalkan kami sejak empat tahun yang lalu. Ibu sudah berjanji pada ayah, bahwa ibu ti...

Bahasa Indonesia-ku, Apa kabarmu?

24 Desember 2012 Pagi ini saya pergi ke sekolah, setelah seminggu kemarin saya liburan ke Jogja dan Jakarta. Saat masuk gerbang sekolah, saya kaget melihat berbagai macam banner yang bertuliskan kata-kata motivasi berbahasa Inggris. Di bawah kalimat yang berbahasa Inggris tersebut tertulis artinya dengan bahasa Indonesia dengan ukuran lebih kecil. Entah kenapa, kok saya tidak rela melihat bahasa Indonesia berada di bawah kalimat berbahasa Inggris tersebut. Kesannya bahasa Indonesia menjadi nomor dua, sedangkan bahasa Inggris berada di posisi teratas. Kenapa tidak dibalik saja? Bahasa Indonesia di atas, baru kemudian bahasa Inggris di bagian bawah. Dengan demikian, menurut saya lebih adil. “Bahasa Indonesia-ku, apa kabarmu?” “Pernah nggak sih kita berpikir bahwa sebenarnya bahasa Indonesia sudah mulai tergeser keberadaannya oleh bahasa internasional yang bernama bahasa Inggris?”   Kalo saya pernah dan bahkan merasa khawatir dengan keadaan bahasa pemersatu bangsa ...