Skip to main content

Posts

Pastikan Anak Senang di Sekolah

Sekolah yang baik adalah sekolah yang memanusiakan manusia, artinya sekolah benar-benar memberikan layanan pendidikan anak sesuai potensi, kelebihan dan kekurangan yang anak miliki, yang memberikan rasa aman dan nyaman secara fisik maupun psikologis. Yang tak kalah penting untuk dicermati oleh orang tua adalah sejauh mana kesiapan anak untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi disekolah? Apakah anak sudah benar-benar siap masuk sekolah ataukah jangan-jangan mau sekolah karena didesak oleh orang tua yang terlalu bersemangat. -           Kapan anak siap Sekolah ? Secara umum anak siap belajar diluar  rumah (sekolah) pada usia 3 sampai 4 tahun, tergantung dari kondisi masing-masing anak. Sementara untuk duduk kelas satu SD idealnya setelah berumur 6 tahun. Beragamnya usia anak yang siap belajar di sekolah perlu ditinjau juga dari beberapa aspek. Seperti peran orang tua dan keluarga dalam menstimulasi anak untuk siap sekolah, lalu pera...

Lentera Untuk Ipat

REPOST Life's most urgent question is: What are you doing for others?" - Martin Luther King, Jr. - Pernahkah kalian membayangkan harus hidup dalam kondisi fisik yang kurang sempurna dan ketidakjelasan apa jenis kelamin kalian, apakah kalian perempuan atau laki-laki? Jangankan bermimpi menjadi seorang model yang berkulit bagus, bermimpi memiliki kulit selayaknya manusia normal saja mungkin tidak pernah terpikirkan bagaimana caranya. Tersebutlah seorang bocah berusia 5 tahun yang tinggal di daerah Warakas bernama Fatahiyah atau yang kerap dipanggil Ipat. Dia memiliki kelainan genetik sejak lahir. Hampir separuh kulit tubuhnya menghitam dan ditumbuhi bulu, serta memiliki kelamin ganda. Sebuah kondisi yang sangat memprihatinkan, karena ketidaksempurnaan fisiknya ini juga berpengaruh pada kondisi psikologis Ipat. Dia tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri, dan cenderung tertutup. Kalau bertemu dengan orang lain, dia lebih sering menunduk dan tid...

Dua Puluh Dua Tahun

Tidak terasa, sudah dua puluh dua tahun saya ngekost di dunia ini. Di umur yang sudah tidak muda lagi, saya hanya berharap Allah akan memberikan saya kehidupan yang bermanfaat bagi orang lain. Kehidupan yang membawa keberkahan. Sedikit cerita, gara-gara saya lahir pas 17 Agustus , saya mendapatkan Beasiswa Study dari SD-SMA. Keren kan ? ha ha :D. Tapi semua itu tidak lepas dari kehendak dari Yang Maha Kuasa. Ulang tahun bukanlah suatu peristiwa yang harus dirayakan dengan bermegah-megahan, akan tetapi puji syukur dan cara kita memaknai hidup lah yang lebih penting. Kembali berkaca diri, berusaha menjalani hidup ini dengan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. pesan saya kepada Arian Sahidi ( saya sendiri) adalah " belajar untuk menjadi orang yang lebih bijak dalam menghadapi permasalahan hidup ."

Tetapi ....

Memandangmu adalah suatu anugerah Memilikimu adalah sebuah amanah Menjagamu adalah tanggung jawab Jauh darimu membuatku sengsara Tetapi... Aku tidak ingin memandangmu jika engkau tidak memandangku Aku tidak ingin memilikimu jika engkau tidak ingin memiliki diriku Aku tidak ingin menjagamu jika engkau tidak berusaha tuk menjagaku Aku juga tidak akan merindukanmu jika engkau selalu menjauh dariku Senyummu membuatku bertanya , apa yang membuatmu tersenyum saat menatapku ? Tawamu membuatku merasa engkau menertawakanku Candamu membuatku sakit hati

"Apa yang kau cari?"

"Apa yang kau cari?", adalah sebuah pertanyaan yang selalu menghantui kemana aku pergi dan dimana aku berada. Sebuah pertanyaan yang selalu melahirkan pertanyaan-pertanyaan baru. Sebuah pertanyaan yang dipenuhi sekelumit misteri bagi si penjawab. Pertanyaan tersebut hanyalah terdiri dari satu kalimat, empat kata dan empat belas huruf. Namun memerlukan jawaban yang sangat panjang dan rumit. Sehingga pertanyaan itu hanya bisa dijawab dengan sebuah perbuatan, bukan perkataan atau dengan teori yang penuh dengan omong kosong belaka. Ayah, memberi nasihat-nasihat kehidupan kepadaku, "Nak, perhatikan dan dengarkan apa yang ada disekitarmu. Belajarlah tentang sesuatu darinya. Carilah ilmu, karena itu adalah sebaik-baiknya bekal, sehingga engkau tidak akan lelah untuk memikulnya. Engkau tidak akan menjadi orang yang menyesal karena berteman dengan ilmu, Engkau akan melihat dengan ilmu, engkau akan mendengar dengan ilmu dan engkau akan berbicara dengan ilmu. Maka...

Bahagia Menjadi Guru

Kebahagian seorang guru adalah manakala melihat murid-muridnya senyum bahagia, sedih saat mendengar anak-anak yang tidak masuk sekolah. bahagia saat mendengar sapa mereka saat bertemu di luar jam sekolah. bahagia saat mereka datang menjenguk saat kita sedang tidak bisa mengajar. Sudah hampir 2 Bulan lamanya saya menikmati betapa indahnya menjalani hidup menjadi seorang guru, setiap hari, menyambut kedatangan mereka adalah hal yang paling ditunggu, melihat senyum mereka, menjawab salam yang terucap tulus dari mereka dan kadang bercanda dengan mereka. segala keletihan terasa menghilang saat melihat mereka datang seraya berkata, assalamu'alaikum ustadz. really, 100 % i'm happy. Meski kadang mereka membuat kesal, tapi itu sama sekali tidak mengurangi kecintaanku pada dunia mengajar. ya namanya juga anak-anak, tidak semuanya saat dibilang A langsung nurut A, tidak semua saat Guru berkata diam, lalu mereka diam. Setiap Anak itu unik, mereka mempun...

Hari ini, esok dan seterusnya

Sekilas memang tidak ada yang istimewa dari mereka, mereka hanyalah orang-orang yang sudah tua renta yang sedang berusaha meraih apa yang mereka lupakan pada waktu mereka masih muda. Mereka adalah sekelompok orang-orang yang sedang belajar bagaimana membaca al-Qur'an di mulai dari awal (pengenalan hurus Alif, Ba, Ta dan seterusnya). Akan tetapi coba lihat lebih jauh, semangat mereka , keinginan mereka untuk bisa itu terlihat jelas. Lantas, tegah kah saya menghancurkan semangat mereka dengan berkata "maaf saya sibuk dan tidak ada waktu untuk membantu mereka belajar cara membaca al-Qur'an dengan baik dan benar". Atau tega kah saya berkata " emang waktu masih muda ngapain aja ?, umur udah bau tanah baru mau belajar membaca al-Qur'an, sekarang baru nyeselkan ?" Saya tidak setega itu kok wahai warga ngerumpi, dan bukan berarti saya sudah mahir dan tidak perlu untuk belajar lagi, saya akan terus belajar dan belajar menjadi lebih bai...