Skip to main content

Untukmu Yang Tak Mampu Untuk Kuraih


“Aku tidak pernah bermimpi menjadi seorang pengagum, bahkan kupikir aku sangat amatir dan norak. Kau benar, aku sudah sangat menganggu dan nekat luar biasa. Jutaan kali keluar kata dalam benakku yang mengutuk perbuatan bodoh ini. Jutaan kali aku memangkas rasaku padamu, namun jutaan kali pula ia kembali tumbuh setiap kau hadir di hadapanku. Jutaan pula rasa berdosa dan pengkhianatan terurai padanya yang telah Rabb tetapkan padaku.

Padamu aku malu, terlebih pada-Nya nanti ketika bertemu, duhai jauh lebih memalukan rasa-rasanya aku ini di hadapan Tuhanku. Karena itu, setelah ini aku akan berhenti sepenuhnya dari mengejarmu, aku tahu Tuhan hanya sedang mendiamkanku dalam kubangan, dan disana aku diminta-Nya untuk berpikir panjang.

Kau tahu, aku pernah pula membencimu. Mengapa harus kau yang tak terjangkau? Tapi kau dan aku sudah tahu jawabannya, bahwa cinta adalah anugerah yang tak bisa ditolak. Kau benar, aku salah memahami satu ujian ini, aku belum selesai, doakan semoga aku lulus.

Aku tidak tahu ini cinta versi apa, kau sebut versi pragmatis atau versi gombal pun tak apa. Aku tak tahu kapan kita bisa kembali berjumpa. Yang ku tahu, kau pernah ada dalam salah satu lembaran mimpi yang masih jauh untuk kuraih.

Duhai, seperti katamu. Allah lebih dekat keberadaan-Nya padaku.
Duhai, aku akhirnya tahu mana yang harus kusambut.
Aku akan menyucikan diriku
Kembali menata rapi hati dan meredam luka perih ini.

Semoga waktu kembali merekatkan yang retak dan Allah mengelusnya dengan lembut hingga hilang sempurna. Aku juga berterima kasih, karena kau telah mengenalkan cinta-Nya padaku. Suatu saat, hanya jika Allah mengizinkan, kau akan tahu tentang cintaku.

Di akhir musim hujan nanti semua akan selesai. Aku akan mengembalikan setiap potongan hati ke tempatnya semula. Mengembalikanmu ke dalam benak yang tidak pernah tahu. Mengembalikanmu pada Tuhan yang telah menebar cinta ini sejauh hati berkisah tentangmu.

Jika ada selembar keajaiban yang turun dari langit, aku harap keajaiban itu akan mempertemukan kita kembali di waktu yang entah kapan lagi. Aku jatuh cinta, hanya ketika tahu bahwa aku tidak pernah tahu alasan hati memilihmu.

Ada bunga yang mekar meranum di hati, meski hari tak pernah memihakku, namun waktu telah mengantarkan pelajaran indah untukku memahami cinta.

Teruntukmu, sang penghuni sepi. Semoga kau temukan bidadari syurgamu suatu saat nanti. Suatu hari ketika Tuhan telah memoleskan pemahaman cinta-Nya kepadamu.


Cinta adalah penerimaan yang tak terperi, meski tak selalu berbalas serupa, karena kita jarang sekali menang dalam urusan cinta, namun sakit hatinya pun tetap indah. Begitulah bagaimana Tuhan mengajarkan makna mencintai kepada hamba-Nya.”


*NoteTulisan di atas adalah email bersambung yang saya dapatkan dari seseorang via email

Comments

Post a Comment

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan

Popular posts from this blog

Rumah Singgah Keren di Batu

Tempat tidur super nyaman Kota batu adalah salah satu kota yang menjadi favorit saya saat ini, selain karena saya memang stay disini sejak 1,5 tahun yang lalu, kota ini memang memiliki daya tarik luar biasa, apalagi kalo bukan alamnya yang indah, udaranya yang sejuk, dan beberapa tempat wisata yang modern seperti Jatim Park 1, Jatim Park 2, Museum Angkut, Batu Night Spectacular, dan masih banyak lagi. Jadi, Batu merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk dijadikan tempat berlibur bersama orang-orang yang dicintai.             Meski sudah stay di Batu selama kurang lebih 1,5 tahun, namun saya belum berhasil mengunjungi semua tempat wisata di Batu, biasalah saya ini pengangguran yang banyak acara, sibuk sama buku-buku di perpustakaan (ini pencitraan banget). Baiklah, saya tidak akan membicarakan tentang liburan saya yang tak kunjung usai, akan tetapi, saya akan memberi satu tempat rekomendasi yang bisa kamu jadikan tempat ...

Kuis Buku Dear Faris

Salam,.. Selamat pagi semuanya, selamat menikmati akhir pekan (meski saya kudu lembur sampai sore nanti #curhat). Setelah kemarin koar-koar tentang lomba Buku Gratis dari saya yang berjudul “Dear Faris” di Facebook, kali ini saya akan membuat lomba serupa yang berhadiah buku yang sama, bedanya kali ini hadiahnya saya peruntukkan untuk tiga orang pemenang yang masing-masing akan mendapatkan satu buah buku “Dear Faris” + Tanda tangan penulisnya (iya, itu saya, jangan nanya lagi siapa penulisnya wuahhaha). Baiklah, saya sudah kebanyakan cuap-cuap deh kayaknya, mendingan saya langsung saja membuat ketentuan lomba ini. Sudah siaaappp??? Baiklah mari kita mulai: Satu : Pastikan kamu adalah seorang blogger, karena kuis ini harus di posting di blog kalian masing-masing. Nggak ada ketentuan apakah kamu pencinta blogspot, wordpress dsb, intinya kamu adalah seorang blogger, jelas? #mendadakgalak karena kalo kamu adalah Krisdayanti, aku nggak mungkin sanggup bayar #sotoy Dua : Pa...

Malaikat Kecil Itu Bernama Faris

saya dan Faris Ersan Arizona Kenal dengan anak kecil yang ada di foto di atas? Dia adalah Faris, saya yakin, bagi pembaca setia blog saya sudah tidak asing lagi dengan sosok Faris, ada banyak kisahnya yang saya tulis di blog ini. Foto ini adalah satu-satunya foto selfie bareng dia, namun memiliki kesan yang begitu dalam bagi saya. Foto ini diambil sehari sebelum Faris menjalani operasi yang keempat kalinya. Saya tidak bisa menemaninya seperti saat operasi pertama dan kedua. Maaf, ya, fotonya rada burem, maklum, saya belum bisa membeli windows phone ascend W1 dari Smartfren untuk bisa menghasilkan foto selfie yang lebih keren dari ini. Faris adalah satu dari sekian anak yang memiliki hubungan yang begitu erat dengan saya, dimulai dari perkenalan kami ketika saya menjadi wali kelasnya, sampai musibah itu terjadi, saat dimana Faris mengalami kecelakaan, kehilangan sosok Ayah dari hidupnya dan harus mengalami operasi yang berulang kali. Kebersamaan yang tidak pernah kami renc...