Skip to main content

6 Hal Yang Seharusnya Kamu Tahu Sebelum Menjadi Guru

Hi, kamu sedang kuliah dan bercita-cita ingin menjadi seorang Guru? Ada baiknya kamu mengetahui beberapa hal berikut. Beberapa hal berikut bisa menjadi pengetahuan tambahan dan sebagai pertimbangan sebelum memutuskan menjadi Guru. Guru adalah profesi mulia, tidak semua orang siap menjalankan amanah besar ini. Saya termasuk seorang Guru yang sangat bahagia dengan pekerjaan saya. Bertemu dengan anak-anak didik saya sangat memberi dampak positif dalam kehidupan saya. Saya banyak belajar setelah menjadi Guru. Pengetahuan yang saya dapat ketika kuliah, ternyata tidak cukup menjadi bekal untuk menjadi seorang Guru. Berikut ini ada beberapa hal yang seharusnya kamu ketahui sebelum memutuskan menjadi seorang Guru.
Memahami Peserta Didik Membutuhkan Waktu
Jika kamu seperti saya, satu dekade lebih tua dari murid-muridmu, kamu memerlukan waktu untuk melakukan research terhadap setiap murid yang berada di kelasmu. Jangan hanya fokus pada apa yang sudah mereka pelajari saja, akan tetapi cobalah untuk memahami apa yang mereka pelajari di luar sekolah, program TV apa yang mereka tonton? Apa yang suka mereka baca? Musik apa yang mereka sukai? Kamu bisa menanyakan informasi ini dan informasi yang lain dengan cara sederhana atau bisa juga sambil mengajak mereka bermain game.
Memahami anak-anak didik secara menyeluruh akan membantumu lebih dekat dengan mereka. Saya pribadi, mewajibkan diri untuk berkunjung ke rumah seluruh anak-anak yang berada di kelas yang saya ampu. Dengan demikian, saya bisa memahami bagaimana latar belakang keluarga anak-anak yang ada di kelas, dan ini sangat membantu saya memahami mereka lebih utuh, sehingga bisa menemukan bagaimana cara terbaik mengajar anak-anak. So, take your times to know all about your students.
Bekerjasama Dengan Wali Murid Itu Tidak Mudah
Pelatihan-pelatihan keguruan tidak banyak menyinggung bagaimana cara terbaik seorang Guru bekerjasama dengan wali murid, padahal ini adalah bagian yang sangat krusial yang seharusnya dipahami oleh seorang Guru. Tahun pertama saya mengajar, saya pernah menghadapi wali murid yang berteriak kepada saya, menangis di hadapan saya, bahkan menjadi seorang stalker di seluruh jejaring sosial yang saya miliki. Memulai kedekatan dengan wali murid di tahun-tahun pertama memerlukan perjuangan yang tidak mudah. Ada tahun dimana saya sama sekali tidak memiliki masalah dengan para wali murid, ada tahun dimana terlihat jelas banyak hal yang memerlukan perhatian super ekstra dengan para wali murid.
Bekerjasama dengan wali murid memang berat, akan tetapi bukan berarti ini tidak bisa dilakukan. Salah satu pengalaman yang menurut saya paling berat adalah seorang wali murid yang tidak pernah menyadari bahwa saya sangat peduli dengan anaknya, kepedulian saya dengan anaknya sama dengan bagaimana kepeduliannya terhadap si anak. Dia selalu membandingkan kepedulian saya dengan anak-anak yang lain, menganggap saya tidak peduli, padahal saya sangat care dengan anaknya. Ini memerlukan penjelasan ekstra hingga akhirnya bisa menjalin kedekatan yang lebih baik, lebih kompak dalam mendidik anak antara guru dan orangtua. Jadi, be patient on this.
Kepada Sekolah Bisa Menjadi Teman Atau Musuhmu
Setiap sekolah dipimpin oleh kepala sekolah. Semestinya, guru yang bekerja dengan baik tentu akan mendapatkan penghargaan dan hormat dari kepada sekolah. Meski demikian, dunia ternyata tidak sesempurna yang kamu bayangkan. Para kepada sekolah,  laiknya seperti kita, mereka memeiliki keunikan tersendiri. Setiap kepada sekolah memiliki cara unik tersendiri untuk mengukur kesuksesan seorang guru, dan ini sangat penting untuk bisa dipahami sebelum kamu menjadi seorang Guru.
Untuk Bisa Dihormati Anak-anak Memerlukan Waktu
Saya ingat hari pertama ketika saya menjadi guru, umur saya masih 21 tahun, hanya berbeda beberapa tahun dengan murid-murid saya, bahkan nyaris sama tinggi dengan anak-anak didik saya. Saya berusaha untuk tampil seperti orang tua, biar anak-anak melihat saya dengan serius dan menghormati saya. Saya berpenampilan layaknya bapak-bapak dan bertanya ke beberapa teman “Do I look like a teacher?” meski sudah berusaha tampil TUA, tapi tetap saja masih terlihat seperti anak SMA.
Hingga akhirnya saya menyadari bahwa dihormati oleh anak-anak didik saya tidak ada hubungannya dengan my appearance. Sejak hari pertama menjadi Guru haruslah bersikap sebagai seorang Guru. It’s about being consistent, fair, and dependable as a teacher. Once you’ve earned their respect, all the hard work you’ve put into being someone they can respect is totally worth it.
Catatan Ungkapan Terimakasih dari Anak Didik Maupun Orang Tua Lebih berarti Dari Hadiah Apapun
Hal yang menjadi favorit saya adalah ketika mendapatkan catatan tulis tangan, ucapan terimakasih dari anak-anak maupun orang tua. Salah satu yang menjadi favorit saya adalah catatan dari seorang wali murid yang mengirimi saya catatan dalam bentuk tulisan tangan, dia menjelaskan betapa dia senang melihat kepedulian saya dengan anaknya, betapa senang anaknya belajar di kelas saya. Ini bukanlah barang mewah, tapi ini ditulis dengan tulisan tangan dan ini jujur. Bagian paling kerennya, dia menulis itu beberapa bulan setelah anak-anak lulus dari sekolah. Ini merupakan hadiah yang priceless- the best kind of evaluation of my work.
Setiap Anak Itu Istimewa
Setiap anak memiliki memiliki keunikan dan talenta tersendiri. Dari hari pertama tahun ajaran sampai akhir tahun sekolah, ini merupakan hal yang sangat menyenangkan melihat anak-anak tumbuh. Setiap tahun saya ditugaskan di kelas yang berbeda dengan anak-anak yang berbeda pula, ini merupakan sebuah pertualangan yang berbeda dari tahun ke tahun. Memahami bahwa setiap anak adalah istimewa menjadi sangat penting bagi seorang Guru, jangan pernah membandingkan anak yang satu dengan anak yang lainnya, karena tidak ada orang yang suka dibandingkan, bukan? Maka Guru harus memahami keunikan setiap anak-anak.

Itulah beberapa hal yang seharusnya kamu ketahui sebelum menjadi Guru. Selamat berjuang demi anak-anak Negeri. Semoga kebaikan selalu menyertai seluruh Guru di Negeri ini. Salam Hormat saya untuk seluruh Guru yang memiliki dedikasi tinggi mendidik generasi penerus bangsa ini.

Comments

  1. terimakasih reperensinya tad, memberi tambahan pengetahuan untuk memahami profesi seorang guru :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. AAlhamdulillah, selamat menjalani pengabdian sebagai Guru :)

      Delete

Post a Comment

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan

Popular posts from this blog

Memilih Antara Sekolah Swasta dan Sekolah Negeri: Pertimbangan Orangtua dalam Pendidikan Anak

Pendidikan adalah salah satu aspek paling penting dalam perkembangan anak-anak kita. Sejak dini, kita sebagai orangtua dihadapkan dengan pilihan yang signifikan: memilih antara sekolah swasta dan sekolah negeri untuk anak-anak kita. Keputusan ini seringkali tidak mudah, karena melibatkan banyak faktor yang harus dipertimbangkan secara cermat. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai pertimbangan yang sering menjadi dasar pilihan orangtua, serta analisis mendalam mengenai perbedaan, kelebihan, dan kelemahan dari kedua jenis pendidikan ini. Perbedaan Antara Sekolah Swasta dan Sekolah Negeri Sebelum kita memasuki pembahasan lebih mendalam, ada baiknya untuk memahami secara jelas perbedaan mendasar antara sekolah swasta dan sekolah negeri. 1. Pendanaan dan Kepemilikan: Sekolah Negeri: Didanai dan dioperasikan oleh pemerintah setempat atau pemerintah pusat. Mereka biasanya tidak mengenakan biaya pendidikan (atau mengenakan biaya yang sangat terjangkau) dan didirikan untuk memastik...

Navigating the Uncharted Waters: Unique Mental Health Challenges Faced by Young Muslims

Mental health awareness has gained prominence in recent years, shedding light on the diverse challenges faced by different communities. For young Muslims, there are distinctive mental health hurdles that often go unnoticed. As they balance their faith, cultural backgrounds, and the demands of modern society, young Muslims encounter a unique set of challenges that impact their mental well-being. This article explores some of these challenges and offers insights into addressing them. Islamophobia and Discrimination One of the prominent challenges young Muslims face is Islamophobia and discrimination. The rise of hate crimes, negative media portrayals, and cultural bias can lead to feelings of isolation and anxiety among young Muslims. Experiencing discrimination can undermine their self-esteem and contribute to heightened stress levels. Identity Confusion Navigating the complexities of identity is a common struggle for young Muslims. They often grapple with questions about their...

Kepemimpinan Perempuan dalam Sejarah Peradaban Islam: Inspirasi dari Para Pahlawan

Sejarah peradaban Islam yang kaya tidak hanya melibatkan figur-figur laki-laki yang terkenal, tetapi juga banyak wanita yang memainkan peran penting dalam menginspirasi dan membentuk masa depan umat Islam. Kepemimpinan perempuan dalam sejarah Islam tidak hanya mencakup peran sebagai ibu, istri, atau sahabat, tetapi juga sebagai pemimpin politik, ilmuwan, filosof, dan aktivis sosial yang berpengaruh. Berikut beberapa contoh nyata dari kepemimpinan perempuan dalam sejarah peradaban Islam: 1. Aisyah binti Abu Bakar Aisyah binti Abu Bakar adalah istri Nabi Muhammad SAW yang memiliki peran penting dalam menyebarkan dan mengajarkan hadis-hadis Nabi. Dilahirkan sekitar tahun 614 Masehi, Aisyah dikenal karena kecerdasannya dalam memahami ajaran Islam dan berbagai aspek kehidupan pada masa itu. Dia menikah dengan Nabi Muhammad pada usia muda dan menjadi salah satu istri yang paling dekat dengannya. Selain sebagai istri dan teman setia Nabi, Aisyah juga dikenal sebagai seorang pendidik dan cende...