Skip to main content

Kun Anta = Be Yourself


Kun Anta atau dalam bahasa Inggris bisa diterjemahkan dengan “Be Yourself”, mengapa kita perlu menjadi diri kita sendiri? Saya pernah menjadi pribadi yang ikut-ikutan orang lain, hanya biar bisa bergaul bersama mereka meski tidak semua hal yang mereka lakukan saya sukai, iya, saya pernah melakukan itu semua hanya karena takut tidak memiliki teman, takut dianggap berbeda, takut dianggap sebagai orang aneh, hingga akhirnya saya menyadari bahwa Allah SWT mencipta manusia sedemikian sempurna tentu saja disertai dengan hal-hal luar biasa pada diri setiap insan.
Pernah nggak kalian melihat orang lain yang sibuk meniru orang lain, melihat artis A dengan gayanya, kemudian ikut-ikutan, melihat si B rambut diwarnai kemudian ikut-ikutan begitu saja, atau melihat si C melakukan sesuatu kemudian ikut-ikutan juga tanpa tahu apa sebenarnya yang ia lakukan, iya, ia hanya ikut-ikutan begitu saja, tanpa paham esensi dari apa yang dilakukan. Ada banyak orang yang jadi pengikut buta, tanpa menyaring mana yang laik untuk diikuti, mana tidak. Ini bisa berbahaya, bisa menghilangkan jati diri sendiri yang sesungguhnya.
Menjadi diri sendiri bukan berarti kita tidak boleh meniru orang lain, tentu saja boleh, sebatas pada hal-hal yang memang kita sukai, pada hal-hal yang tidak menyalahi aturan Allah SWT sebagai Tuhan semesta alam, bukan karena biar dibilang tambah ganteng, biar dibilang keren, biar dianggap sama dengan sekelompok orang tertentu, bukan itu.
Kita tidak perlu harta yang berlimpah untuk menjadi tampan dan cantik, bukan? Karena pada hakikatnya ketampanan dan kecantikan itu ada pada diri kita, pada hati kita. Menjadi diri sendiri berarti meridhai apa yang ada pada diri kita, tidak uring-uringan melihat orang lain yang tampil lebih modis, lebih kaya, dan seabrek kelebihan yang lain. Menjadi diri sendiri berarti percaya diri bahwa ada kekuatan pada diri yang akan menjadi sarana dalam rangka menjadikan diri lebih baik dari sebelumnya. Menjadi diri sendiri berarti mau menjadi pribadi yang terus belajar dari waktu ke waktu. Menjadi diri sendiri berarti ikhlas menjalani kehidupan penuh dengan rasa syukur. Menjadi diri sendiri berarti menyerahkan kehidupan sepenuhnya sebagai hamba yang mengabdi pada Ia yang telah menciptakan. Bukankah hakikat dari hidup adalah beribadah kepadaNya? Jadi mengapa harus khawatir? Be yourself, jangan ikut sana-sini tanpa paham apa sebenarnya yang sedang dijalani.
Dalam pertemanan pun demikian, kita menerima mereka sebagai teman bukan berarti kita harus ikut seperti apa mereka, namun perlu memilah mana yang patut dan tidak patut untuk diikuti. Jika itu adalah hal baik, maka tentu sangat berguna untuk diikuti, namun jika hal itu adalah sesuatu yang tidak baik, membawa kepada jalan yang berpaling dari Sang Pencipta, maka tentu hal itu harus dijauhi. Perlu adanya filter dalam menjalani pertemanan. Jangan menjadi orang lain, jadilah dirimu yang sesungguhnya sehingga tidak ada kebohongan dalam penerimaan. Ketika kita menjadi diri kita sendiri dalam versi yang baik, maka orang lain pun akan menerima kita pada versi yang sesungguhnya, bukan versi bayang-bayang orang lain.
Berikut ini ada lirik lagu Humood Al Khudheer yang bagus jika dipahami artinya. Saya akan tulis versi Arab dan Inggrisnya.
لأجاريهم، قلدت ظاهر ما فيهم
In order to keep up with them
I imitated their looks and exterior
فبدوتُ شخصاً آخر، كي أتفاخر
So I became someone else just to boast
و ظننتُ أنا، أنّي بذلك حُزْت غنى
And I thought that through that I gained a fortune
فوجدتُ أنّي خاسر، فتلك مظاهر
But I found that I'd lost, for these are mere appearances
لا لا لا نحتاج المال، كي نزداد جمالا، جوهرنا هنا، في القلب تلالا
No no
We don't need wealth in order to increase in beauty
Our essence is here, in our hearts it shines
لا لا نرضي الناس بما لا، نرضاه لنا حالا، ذاك جمالنا، يسمو يتعالى
No no
We will not seek to please others with that which we deem unbefitting for ourselves
That is our beauty, rising and ascending above
كن أنت تزدد جمالاً
Be yourself and you will increase in beauty
أتقبّلهم، الناس لست أقلّدهم
I accept people but I don't imitate them
إلا بما يرضيني، كي أرضيني
Except for what I agree with, to satify myself
سأكون أنا، مثلي تماما هذا أنا
I will just be myself, just the way I am, this is me
فقناعتي تكفيني، ذاك يقيني
My conviction suffices, this is my certainty
سأكون أنا، من أرضى أنا، لن أسعى لا لرضاهم
I'll be what I please to be
I won't seek their acceptance
وأكون أنا، ما أهوى أنا، مالي وما لرضاهم
I'll be whom I love to be
Why would I care about their acceptance
            Gimana? Masih ragu untuk menjadi diri sendiri? Percayalah bahwa pada diri kita masing-masing, jadilah diri kita dalam versi terbaik, sehingga meraih ridha Tuhan dalam menjalani kehidupan ini. Be yourself and you will increase in beauty.

Comments

  1. Paling nyaman mmng menjadi diri sendiri mas...

    ReplyDelete
  2. Mnejadi diri sendiri akan jauh lebih bebas berexpresi :-)

    ReplyDelete
  3. menjadi diri sendiri lebih bahagia mas, gak terbebani...

    ReplyDelete
  4. Mengetahui hal ini, setelah sebelumnya pernah berusaha mengikuti orang lain, pastinya adalah pengalaman berharga ya .... belajar dari pengalaman .. insya Allah berkahnya luar biasa :)

    ReplyDelete
  5. Kalau masih remaja, rentan ikut-ikutan. Saat ini, menjadi diri sendiri bukan hanya pilihan, tapi sebuah tanggungjawab yang tak bisa dipisahkan dari pencarian cahaya menuju-Nya.

    Salam santun dari Yogyakarta

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, semoga kita semua bisa menjadi diri sendiri dalam taat kepada Sang pencipta. Salam Tampan dari Malang :D

      Delete
  6. Menjadi diri sendiri itu sangat membahagiakan, walau jadinya terkadang seperti berjalan di kesendirian...

    ReplyDelete
    Replies
    1. asal jangan memutuskan untuk sendiri alias tidak mau menikah *eh lost focus* lol

      Delete

Post a Comment

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan

Popular posts from this blog

Memilih Antara Sekolah Swasta dan Sekolah Negeri: Pertimbangan Orangtua dalam Pendidikan Anak

Pendidikan adalah salah satu aspek paling penting dalam perkembangan anak-anak kita. Sejak dini, kita sebagai orangtua dihadapkan dengan pilihan yang signifikan: memilih antara sekolah swasta dan sekolah negeri untuk anak-anak kita. Keputusan ini seringkali tidak mudah, karena melibatkan banyak faktor yang harus dipertimbangkan secara cermat. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai pertimbangan yang sering menjadi dasar pilihan orangtua, serta analisis mendalam mengenai perbedaan, kelebihan, dan kelemahan dari kedua jenis pendidikan ini. Perbedaan Antara Sekolah Swasta dan Sekolah Negeri Sebelum kita memasuki pembahasan lebih mendalam, ada baiknya untuk memahami secara jelas perbedaan mendasar antara sekolah swasta dan sekolah negeri. 1. Pendanaan dan Kepemilikan: Sekolah Negeri: Didanai dan dioperasikan oleh pemerintah setempat atau pemerintah pusat. Mereka biasanya tidak mengenakan biaya pendidikan (atau mengenakan biaya yang sangat terjangkau) dan didirikan untuk memastik...

Navigating the Uncharted Waters: Unique Mental Health Challenges Faced by Young Muslims

Mental health awareness has gained prominence in recent years, shedding light on the diverse challenges faced by different communities. For young Muslims, there are distinctive mental health hurdles that often go unnoticed. As they balance their faith, cultural backgrounds, and the demands of modern society, young Muslims encounter a unique set of challenges that impact their mental well-being. This article explores some of these challenges and offers insights into addressing them. Islamophobia and Discrimination One of the prominent challenges young Muslims face is Islamophobia and discrimination. The rise of hate crimes, negative media portrayals, and cultural bias can lead to feelings of isolation and anxiety among young Muslims. Experiencing discrimination can undermine their self-esteem and contribute to heightened stress levels. Identity Confusion Navigating the complexities of identity is a common struggle for young Muslims. They often grapple with questions about their...

Kepemimpinan Perempuan dalam Sejarah Peradaban Islam: Inspirasi dari Para Pahlawan

Sejarah peradaban Islam yang kaya tidak hanya melibatkan figur-figur laki-laki yang terkenal, tetapi juga banyak wanita yang memainkan peran penting dalam menginspirasi dan membentuk masa depan umat Islam. Kepemimpinan perempuan dalam sejarah Islam tidak hanya mencakup peran sebagai ibu, istri, atau sahabat, tetapi juga sebagai pemimpin politik, ilmuwan, filosof, dan aktivis sosial yang berpengaruh. Berikut beberapa contoh nyata dari kepemimpinan perempuan dalam sejarah peradaban Islam: 1. Aisyah binti Abu Bakar Aisyah binti Abu Bakar adalah istri Nabi Muhammad SAW yang memiliki peran penting dalam menyebarkan dan mengajarkan hadis-hadis Nabi. Dilahirkan sekitar tahun 614 Masehi, Aisyah dikenal karena kecerdasannya dalam memahami ajaran Islam dan berbagai aspek kehidupan pada masa itu. Dia menikah dengan Nabi Muhammad pada usia muda dan menjadi salah satu istri yang paling dekat dengannya. Selain sebagai istri dan teman setia Nabi, Aisyah juga dikenal sebagai seorang pendidik dan cende...