Skip to main content

Kritik dan Saran itu "Perlu"


“Tidak ada manusia yang sempurna, kesempurnaan itu hanya milik Allah.”

Mungkin itu kata yang tepat untuk saya ungkapkan di depan mereka. Iya, tidak ada manusia yang sempurna dan bukan berarti dengan ketidak sempurnaan itu seseorang lantas tidak bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, kan? Pun dengan saya. Bukan berarti karena saya seorang “Guru”, lantas apa yang saya lakukan adalah “benar”. Mungkin pernah ada murid yang tersakiti dengan ucapan saya, tingkah laku saya, dan lain sebagainya.

Saya sengaja menyebarkan angket kepada murid-murid tentang “Kesalahan” apa yang pernah saya lakukan pada mereka?, “Kritik dan Saran” yang mungkin selama ini mereka tidak berani untuk mengungkapkan, maka kali ini saya beri mereka kesempatan untuk mengungkapkannya dalam selembar kertas. Selembar kertas yang mana isinya nanti akan jadi perbaikan diri, agar saya bisa menjadi Guru yang baik bagi mereka, bisa menjadi teladan yang baik.

Karena “Guru yang baik adalah guru yang bisa menjadi teman yang baik bagi murid-muridnya, dan bisa menjadi teladan yang baik.” Dan saya ingin menjadi Guru yang baik. Saya sangat bersyukur, mereka akhirnya mau menuliskan unek-unek mereka selama ini yang kadang saya sendiri tidak menyadari semua itu. Kadang ada hal yang mungkin menurut saya benar, akan tetapi menurut murid itu tidak baik untuk mereka, atau mungkin mereka tidak menyukai hal itu.

Saya rasa, semua guru pun harus melakukan hal yang sama. Dalam artian memberikan kesempatan pada murid untuk memberikan “Kritik dan Saran” kepada Guru. Dengan demikian, kita bisa lebih mengerti “Apa sebenarnya yang diinginkan oleh murid agar proses belajar mengajar jadi lebih baik?” dengan baiknya proses belajar mengajar, maka tentu akan memberikan pengaruh yang baik bagi keberhasilan siswa.

Setelah saya bagikan angket, akhirnya saya banyak tahu tentang keluh kesah mereka selama ini yang mana saya tidak pernah menyadari itu. Kadang saya menganggap semuanya “Baik-baik saja”, namun ternyata ada sesuatu yang mengganjal pada diri murid. Dan sekarang saya baru menyadari itu.

Ketika saya bertanya tentang “Kesan” mereka saat pertama kali bertemu dengan saya, mereka banyak yang menjawab “Saya kurang bisa berbicara bahasa Indonesia.” hehe

Atau saya sempat nyengir ketika ada murid yang menulis di bagian terakhir kertasnya “Ojo suwe-suwe nunggu mbojo,” “Angger wis gede, ustadz aja jomblo bae,” hadeuhh saya butuh penerjemah dan setelah tahu artinya, saya pun paham bahwa mereka begitu perhatian dengan saya J

Insyaallah, niat baik saya untuk berbakti, mendidik putra-putri bangsa ini bisa lebih “Ikhlas”, sehingga apa yang saya ajarkan pada mereka bisa dimengerti dengan baik. Karena, kadang murid tidak bisa memahami apa yang kita ajarkan karena tidak adanya keihklasan Guru saat mengajar. Atau adanya kesalahan kita yang membuat mereka enggan untuk mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Jadi, beri mereka kesempatan untuk memberikan “Kritik dan saran” yang membangun, guna menjadikan kita lebih baik. Mari terus benahi diri, agar kita bisa menjadi teladan yang baik bagi mereka. Sehingga dengan pancaran kebaikan itu, nantinya akan mengetuk hati murid-murid kita untuk terus menjadi lebih baik.

Comments

Post a Comment

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan

Popular posts from this blog

Memilih Antara Sekolah Swasta dan Sekolah Negeri: Pertimbangan Orangtua dalam Pendidikan Anak

Pendidikan adalah salah satu aspek paling penting dalam perkembangan anak-anak kita. Sejak dini, kita sebagai orangtua dihadapkan dengan pilihan yang signifikan: memilih antara sekolah swasta dan sekolah negeri untuk anak-anak kita. Keputusan ini seringkali tidak mudah, karena melibatkan banyak faktor yang harus dipertimbangkan secara cermat. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai pertimbangan yang sering menjadi dasar pilihan orangtua, serta analisis mendalam mengenai perbedaan, kelebihan, dan kelemahan dari kedua jenis pendidikan ini. Perbedaan Antara Sekolah Swasta dan Sekolah Negeri Sebelum kita memasuki pembahasan lebih mendalam, ada baiknya untuk memahami secara jelas perbedaan mendasar antara sekolah swasta dan sekolah negeri. 1. Pendanaan dan Kepemilikan: Sekolah Negeri: Didanai dan dioperasikan oleh pemerintah setempat atau pemerintah pusat. Mereka biasanya tidak mengenakan biaya pendidikan (atau mengenakan biaya yang sangat terjangkau) dan didirikan untuk memastik...

Navigating the Uncharted Waters: Unique Mental Health Challenges Faced by Young Muslims

Mental health awareness has gained prominence in recent years, shedding light on the diverse challenges faced by different communities. For young Muslims, there are distinctive mental health hurdles that often go unnoticed. As they balance their faith, cultural backgrounds, and the demands of modern society, young Muslims encounter a unique set of challenges that impact their mental well-being. This article explores some of these challenges and offers insights into addressing them. Islamophobia and Discrimination One of the prominent challenges young Muslims face is Islamophobia and discrimination. The rise of hate crimes, negative media portrayals, and cultural bias can lead to feelings of isolation and anxiety among young Muslims. Experiencing discrimination can undermine their self-esteem and contribute to heightened stress levels. Identity Confusion Navigating the complexities of identity is a common struggle for young Muslims. They often grapple with questions about their...

Kepemimpinan Perempuan dalam Sejarah Peradaban Islam: Inspirasi dari Para Pahlawan

Sejarah peradaban Islam yang kaya tidak hanya melibatkan figur-figur laki-laki yang terkenal, tetapi juga banyak wanita yang memainkan peran penting dalam menginspirasi dan membentuk masa depan umat Islam. Kepemimpinan perempuan dalam sejarah Islam tidak hanya mencakup peran sebagai ibu, istri, atau sahabat, tetapi juga sebagai pemimpin politik, ilmuwan, filosof, dan aktivis sosial yang berpengaruh. Berikut beberapa contoh nyata dari kepemimpinan perempuan dalam sejarah peradaban Islam: 1. Aisyah binti Abu Bakar Aisyah binti Abu Bakar adalah istri Nabi Muhammad SAW yang memiliki peran penting dalam menyebarkan dan mengajarkan hadis-hadis Nabi. Dilahirkan sekitar tahun 614 Masehi, Aisyah dikenal karena kecerdasannya dalam memahami ajaran Islam dan berbagai aspek kehidupan pada masa itu. Dia menikah dengan Nabi Muhammad pada usia muda dan menjadi salah satu istri yang paling dekat dengannya. Selain sebagai istri dan teman setia Nabi, Aisyah juga dikenal sebagai seorang pendidik dan cende...