Skip to main content

Jogja #Day2



Hari kedua di Jogja saya pergi ke Candi Borobudur. Paginya saya sarapan gudeg, lidah saya ketagihan dengan yang namanya gudeg. Jadi selama di Jogja, saya selalu beli gudeg untuk sarapan. Gudeg di Jogja berbeda dengan gudeg yang saya beli di Purwokerto. Lebih enak.

Saya berangkat dari Hotel Muslim (Baca : Masjid) ke Magelang menuju Candi Borobudur pukul 11 siang. Paginya saya istirahat terlebih dahulu, kaki saya sempat sakit karena keliling Ratu Boko dan Prambanan di hari sebelumnya. Mungkin karena terlalu terpesona dengan keindahan Prambanan hehe

Dengan menumpang di angkutan umum, dengan jarak yang cukup jauh dari Jogja, saya menuju Borobudur. Perjalanan dari Jogja ke Borobudur kurang lebih 1 jam lamanya. Saya harus ganti angkutan di Jombor kemudian baru menuju ke Borobudur.


Setibanya di Borobudur, saya membeli tiket masuk seharga 30.000, kemudian langsung masuk dan menuju kereta yang akan membawa rombongan ke pintu masuk candi. Karena kalo jalan kaki lumayan bikin kaki saya tambah sakit. Jadi saya memilih naik kereta yang ada di dalam lingkungan candi. Saya nggak tahu kalo ternyata kereta itu harus bayar, nggak kayak waktu di Prambanan. Kalo di Prambanan, harga tiket yang saya beli sudah termasuk free transport, jadi saya tidak perlu membayar lagi. Pas kereta sudah mau berangkat dan petugasnya nanya tiket, saya senyum kemudian turun menuju loket dan membeli tiket yang seharga 5000, sudah termasuk tiket kereta + sebotol air mineral.

Sepertinya kali ini saya satu rombongan lagi dengan international visitors karena saya satu kelompok dengan wisatawan asing + satu orang tour guide, jadi waktu masuk ke Candi Borobudur, banyak yang ngira bahwa saya adalah wisatawan asing karena saya berbicara Bahasa Inggris. Dan ide aneh pun muncul, sejak masuk ke Candi sampai keluar lagi saya berbicara dengan Bahasa Inggris dengan rombongan (karena memang yang dipakai bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar Tour Guide-nya) dan dengan pengunjung lain pun saya berbicara Bahasa Inggris.

Nah ternyata kejadian aneh menimpa saya selama di Borobudur, entah mimpi apa mereka yang ngajak saya untuk foto bareng itu haha #hadeuhh

Bahkan yang lucunya ada beberapa anak kecil yang bilang,
“mr…mr… picture…together,,”
Saya melongo, hah?

Belum sempat ngejawab, mereka udah narik tangan saya untuk foto bareng. Hadeuhh…terpaksa. Si Steven (teman dari German yang baru kenal waktu di Borobudur) bilang, yeah you are lucky now J (karena saya sempat bilang “kok nggak ada yang minta foto bareng saya” ke dia haha). Dia juga sibuk ngelayani permintaan foto bareng J

Ternyata tidak berhenti sampai disitu, setelah dikerumuni oleh anak-anak, tiba-tiba remaja-remaja putra juga mau minta foto bareng saya haha (asli, saya sakit perut ketawa kalo ngingat kejadian di Borobudur). Dengan bahasa Inggris yang rada-rada aneh menurut saya, mereka minta foto bareng. Baiklah, karena mereka yang minta foto bareng, saya pun nyengir dan ikut keinginan mereka J ah mungkin mereka mengira saya dari Malaysia karena logat saya yang Melayu.

Borobudur kembali membuat saya terkagum-kagum. Keindahannya membuat saya betah berlama-lama di sekitar candi. Saya naik ke setupa yang paling atas, dan ditegur ama security yang jaga karena tidak diperbolehkan duduk-duduk, apalagi naik ke setupa yang ada di candi haha #maaf kan saya belum tahu J

Ah liburan kali ini sungguh berkesan. Steven yang baru saya kenal waktu di candi langsung ngajak ketemu lagi di “Festival Kesenian Yogyakarta” besoknya. Karena menurut saya dia itu super kocak + sedikit gila, makanya saya jawab “Ok”. Setelah puas keliling Borobudur, saya kembali ke Jogja, dan istirahat. Masih banyak tempat yang mau saya kunjungi esok harinya.
Dan di Borobudur itu sungguh berkesan. Candi Borobudur memang wow banget. Keren.

Comments

Popular posts from this blog

Rumah Singgah Keren di Batu

Tempat tidur super nyaman Kota batu adalah salah satu kota yang menjadi favorit saya saat ini, selain karena saya memang stay disini sejak 1,5 tahun yang lalu, kota ini memang memiliki daya tarik luar biasa, apalagi kalo bukan alamnya yang indah, udaranya yang sejuk, dan beberapa tempat wisata yang modern seperti Jatim Park 1, Jatim Park 2, Museum Angkut, Batu Night Spectacular, dan masih banyak lagi. Jadi, Batu merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk dijadikan tempat berlibur bersama orang-orang yang dicintai.             Meski sudah stay di Batu selama kurang lebih 1,5 tahun, namun saya belum berhasil mengunjungi semua tempat wisata di Batu, biasalah saya ini pengangguran yang banyak acara, sibuk sama buku-buku di perpustakaan (ini pencitraan banget). Baiklah, saya tidak akan membicarakan tentang liburan saya yang tak kunjung usai, akan tetapi, saya akan memberi satu tempat rekomendasi yang bisa kamu jadikan tempat ...

Kuis Buku Dear Faris

Salam,.. Selamat pagi semuanya, selamat menikmati akhir pekan (meski saya kudu lembur sampai sore nanti #curhat). Setelah kemarin koar-koar tentang lomba Buku Gratis dari saya yang berjudul “Dear Faris” di Facebook, kali ini saya akan membuat lomba serupa yang berhadiah buku yang sama, bedanya kali ini hadiahnya saya peruntukkan untuk tiga orang pemenang yang masing-masing akan mendapatkan satu buah buku “Dear Faris” + Tanda tangan penulisnya (iya, itu saya, jangan nanya lagi siapa penulisnya wuahhaha). Baiklah, saya sudah kebanyakan cuap-cuap deh kayaknya, mendingan saya langsung saja membuat ketentuan lomba ini. Sudah siaaappp??? Baiklah mari kita mulai: Satu : Pastikan kamu adalah seorang blogger, karena kuis ini harus di posting di blog kalian masing-masing. Nggak ada ketentuan apakah kamu pencinta blogspot, wordpress dsb, intinya kamu adalah seorang blogger, jelas? #mendadakgalak karena kalo kamu adalah Krisdayanti, aku nggak mungkin sanggup bayar #sotoy Dua : Pa...

Malaikat Kecil Itu Bernama Faris

saya dan Faris Ersan Arizona Kenal dengan anak kecil yang ada di foto di atas? Dia adalah Faris, saya yakin, bagi pembaca setia blog saya sudah tidak asing lagi dengan sosok Faris, ada banyak kisahnya yang saya tulis di blog ini. Foto ini adalah satu-satunya foto selfie bareng dia, namun memiliki kesan yang begitu dalam bagi saya. Foto ini diambil sehari sebelum Faris menjalani operasi yang keempat kalinya. Saya tidak bisa menemaninya seperti saat operasi pertama dan kedua. Maaf, ya, fotonya rada burem, maklum, saya belum bisa membeli windows phone ascend W1 dari Smartfren untuk bisa menghasilkan foto selfie yang lebih keren dari ini. Faris adalah satu dari sekian anak yang memiliki hubungan yang begitu erat dengan saya, dimulai dari perkenalan kami ketika saya menjadi wali kelasnya, sampai musibah itu terjadi, saat dimana Faris mengalami kecelakaan, kehilangan sosok Ayah dari hidupnya dan harus mengalami operasi yang berulang kali. Kebersamaan yang tidak pernah kami renc...