Skip to main content

Ya Allah, dia kah jodohku ?

Tidak ada tanda-tanda apapun  sore ini, seperti biasa, setiap akhir pekan saya menghabiskan waktu untuk beristirahat di rumah, namun sekarang pikiranku sedang terbelah seribu. Ya, pikiranku sedang bercabang seribu.

Cerita bermula dari sini,

Selepas sholat magrib, rencananya saya akan langsung pulang ke rumah dan menyelesaikan tugas sekolah. Dan langkahku terhenti saat seorang Kiyai memanggil namaku dan menjabat tanganku, dia adalah Guruku, banyak hal yang ia berikan dalam hidupku, entah sudah berapa banyak ilmu yang telah ia ajarkan padaku sebagai bekal dalam menjalani hidup ini.

Sang Kiyai berucap salam,
“assalamu’alaikum”
“wa’alaikum salam jawabku sambil menjabat tangannya”
“sudah mau pulang ke rumah ustadz ? , Tanya Kiyai kepadaku “
“iya Kiyai, mau melanjutkan tugas sekolah yang belum selesai”
“bisa minta waktunya sebentar ? “
“bisa kiyai, ada apa ?”
“Mari duduk sebentar, ada yang ingin saya bicarakan “

Saya segera menuruti perintah sang guru,  duduk berhadapan dengannya, dan hati saya mulai berdetak kencang tak menentu, ada apa gerangan sang guru memanggil saya dan terlihat begitu serius ingin membicarakan sesuatu.

“ustadz masih sendiri ?”
“iya, jawabku singkat, ada apa memangnya kiyai? “

Kiyai pun memulai ceritanya, saya punya adik perempuan, dulu mondok di salah satu pesantren di Jogja dan menikah dengan kiyainya sendiri, setelah dikaruniai dua orang anak, Kiyai tersebut meninggal dunia dan sekarang anak-anaknya ingin mempunyai seorang ayah, kedua anaknya masih sangat kecil, keduanya masih mengenyam pendidikan di sekolah dasar.

Sang Guru berhenti sejenak, kemudian setelah beberapa saat ia melanjutkan kembali ceritanya sambil menatap wajahku yang sedari tadi tampak kebingungan, dan jujur di hatiku tertulis pertanyaan-pertanyaan yang tidak aku mengerti, apa hubungannya adik perempuannya denganku. Apa aku terlalu polos dengan semua ini ?

Sekarang, ada seorang laki-laki yang mencoba untuk mendekati adik perempuan saya, tapi laki-laki itu bukanlah laki-laki yang sholeh, ia tidak bisa membaca al-Qur’an, sholat, lantas bagaimana dia akan membimbing adik saya yang seorang hafidzhoh, bagaimana ia membimbing kedua putrinya, saya takut ia tidak bisa memikul warisan –warisan itu, warisan seorang istri yang hafizhoh, sholehah, dan warisan kedua anak yang yatim yang masih sangat kecil, saya tidak ingin jika laki-laki itu ingin menikah dengan adikku hanya karena harta yang ia miliki tanpa memperdulikan adik saya beserta kedua putrinya.

“lantas apa hubungannya dengan saya pak kiyai ?”
“kamu masih sendirian ustadz, sholeh, hafizh, dan saya akan sangat bahagia jika kamu bisa menjadi suami dari adik saya dan menjadi ayah dari kedua anak-anaknya, saya yakin uztadz akan mampu menjadi suami yang baik buat adik saya dan menjadi ayah yang baik untuk kedua putri kecilnnya”
“tapi kiyai, dalam waktu dekat saya tidak punya rencana untuk menikah, meski memang Allah yang menentukan kapan saya akan menikah dan saya tidak mempunyai kuasa atas-Nya”
“sholat istikharah dulu ustadz, jawab kiyaiku”
“aku terdiam,,
“masih diam, hingga akhirnya kiyai berkata,
“ apa mau melihat adik saya ?, dia sekarang sedang dalam perjalanan menuju rumah saya, malam ini kami akan ziarah ke makam suaminya”
“entah apa yang terjadi, saya langsung berkata ia”


Setelah sholat isya, saya ikut bersama kiyai ke rumahnya, dan ta’aruf dengan adik perempuannya. Saya jadi heran dengan diri sendiri, dari mana saya bisa mendapatkan keberanian seperti ini, tidak biasanya saya berani seperti ini, Allah memang maha kuasa, ia tahu bahwa proses ta’aruf adalah hal yang baik sehingga Ia memberi saya keberanian untuk bertemu dengan Adik sang kiyai.

Pada saat proses ta’aruf, banyak hal yang dibicarakan, dimulai dari memperkenalkan keluarga masing-masing, perjalanan hidup dan sebagainya. Satu hal yang menyentuh hati saya adalah kegigihan wanita sholehah ini dalam memperjuangkan agama Allah, ia menerima santriwati di rumah untuk menghapal al-Qur’an dan Alhamdulillah sudah ada yang selesai menghapal al-Qur’an melalui bimbingannya. Meski hanya sedikit, namun ia bahagia memulai semua itu dari bawah. Dari mulutnya selalu terucap asma-asma-Nya. Subhanallah, ia memang wanita yang sholehah.

Setelah selesai proses ta’aruf, saya kembali ke rumah dan tidak henti-hentinya menyebut asma-Nya, memohon petunjuk kepada-Nya.

Ya Allah, Engkaulah yang menguasai hatiku,
Berikan aku petunjukmu agar hamba tidak salah dalam mengambil keputusan.
Aku bersimpuh di hadapan-Mu, memuji keagunganmu, dan meminta petunjukmu.
Ya Allah, jika memang ia jodohku, maka aku ikhlas menerima takdirku
Dan jika memang ia bukan jodohku, pertemukan aku dengannya dalam ridho-Mu.

Comments

  1. ya...... lanjutkan..... mnurut sy sich dia pasti cocok dan baik buat nte,,,.

    ReplyDelete
  2. Wanita yang menarik menurutku :)

    Jika memang Tuhan menghendaki dia jodohmu maka memang dialah yang terbaik untuk hidupmu pak guru :)

    Tapi ya disesuaikan dengan bisikan nurani juga ya udah siap apa belom untuk nikahnya :p hihihi

    ReplyDelete
  3. ah dirimu skrg udah dewasa ya, sudah bisa memberikan nasehat kepada saya , tidak dinyana ha ha. terimakasih atas nasehatnya om :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya Gan

Popular posts from this blog

Rumah Singgah Keren di Batu

Tempat tidur super nyaman Kota batu adalah salah satu kota yang menjadi favorit saya saat ini, selain karena saya memang stay disini sejak 1,5 tahun yang lalu, kota ini memang memiliki daya tarik luar biasa, apalagi kalo bukan alamnya yang indah, udaranya yang sejuk, dan beberapa tempat wisata yang modern seperti Jatim Park 1, Jatim Park 2, Museum Angkut, Batu Night Spectacular, dan masih banyak lagi. Jadi, Batu merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk dijadikan tempat berlibur bersama orang-orang yang dicintai.             Meski sudah stay di Batu selama kurang lebih 1,5 tahun, namun saya belum berhasil mengunjungi semua tempat wisata di Batu, biasalah saya ini pengangguran yang banyak acara, sibuk sama buku-buku di perpustakaan (ini pencitraan banget). Baiklah, saya tidak akan membicarakan tentang liburan saya yang tak kunjung usai, akan tetapi, saya akan memberi satu tempat rekomendasi yang bisa kamu jadikan tempat ...

Kuis Buku Dear Faris

Salam,.. Selamat pagi semuanya, selamat menikmati akhir pekan (meski saya kudu lembur sampai sore nanti #curhat). Setelah kemarin koar-koar tentang lomba Buku Gratis dari saya yang berjudul “Dear Faris” di Facebook, kali ini saya akan membuat lomba serupa yang berhadiah buku yang sama, bedanya kali ini hadiahnya saya peruntukkan untuk tiga orang pemenang yang masing-masing akan mendapatkan satu buah buku “Dear Faris” + Tanda tangan penulisnya (iya, itu saya, jangan nanya lagi siapa penulisnya wuahhaha). Baiklah, saya sudah kebanyakan cuap-cuap deh kayaknya, mendingan saya langsung saja membuat ketentuan lomba ini. Sudah siaaappp??? Baiklah mari kita mulai: Satu : Pastikan kamu adalah seorang blogger, karena kuis ini harus di posting di blog kalian masing-masing. Nggak ada ketentuan apakah kamu pencinta blogspot, wordpress dsb, intinya kamu adalah seorang blogger, jelas? #mendadakgalak karena kalo kamu adalah Krisdayanti, aku nggak mungkin sanggup bayar #sotoy Dua : Pa...

Malaikat Kecil Itu Bernama Faris

saya dan Faris Ersan Arizona Kenal dengan anak kecil yang ada di foto di atas? Dia adalah Faris, saya yakin, bagi pembaca setia blog saya sudah tidak asing lagi dengan sosok Faris, ada banyak kisahnya yang saya tulis di blog ini. Foto ini adalah satu-satunya foto selfie bareng dia, namun memiliki kesan yang begitu dalam bagi saya. Foto ini diambil sehari sebelum Faris menjalani operasi yang keempat kalinya. Saya tidak bisa menemaninya seperti saat operasi pertama dan kedua. Maaf, ya, fotonya rada burem, maklum, saya belum bisa membeli windows phone ascend W1 dari Smartfren untuk bisa menghasilkan foto selfie yang lebih keren dari ini. Faris adalah satu dari sekian anak yang memiliki hubungan yang begitu erat dengan saya, dimulai dari perkenalan kami ketika saya menjadi wali kelasnya, sampai musibah itu terjadi, saat dimana Faris mengalami kecelakaan, kehilangan sosok Ayah dari hidupnya dan harus mengalami operasi yang berulang kali. Kebersamaan yang tidak pernah kami renc...