Skip to main content

Posts

Bila Nanti Waktu Telah Hadir

Beberapa hari terakhir, timeline sosial media saya dipenuhi oleh potret kebahagiaan teman-teman yang sudah dikaruniai putra-putri. Saya bisa melihat raut wajah bahagia dari senyum mereka ketika menyenandungkan adzan di telinga si buah hati yang baru lahir, ada bulir-bulir lembut yang tampak ketika mereka menggendong si kecil untuk pertama kalinya. Saya terharu.  Sebagai lelaki, sudah nalurinya untuk segera menjadi seorang Ayah ketika sudah menjadi seorang suami. Saya selalu bahagia berkunjung ke rumah teman-teman yang seangkatan dengan saya dan sudah dikaruniai putra-putri yang lucu. Biasanya setiap mudik Idul Fitri, ada waktu untuk bersilaturahmi dengan teman zaman sekolah dulu, sebagian besar sudah berkeluarga dan dianugerahi keturunan. Di waktu Dhuha pagi ini, ada detak yang lebih kencang di dalam dada saya, ada air mata yang mengalir demikian mudahnya dan menetes di atas sajadah tempat bersujud. Untaian doa-doa melangit bersama dengan harapan semoga Allah s...

Jangan Menunda Taubat

  وَالَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ ثُمَّ تَابُوا مِنْ بَعْدِهَا وَآمَنُوا إِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ (١٥٣) “Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; Sesungguhnya Tuhan kamu sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al A’raf: 153) Sebagai manusia yang hidup di dunia ini, kita tak pernah luput dari dosa dan kesalahan. Baik itu dosa besar ataupun dosa kecil. Seolah-olah dosa sudah menjadi bagian dari diri sendiri. Bayangkan saja bagaimana seringnya mata kita tidak dijaga dari hal-hal yang tidak disukai Allah SWT. Bagaimana telinga yang dengan mudahnya mendengar aib saudara sesama muslim. Bagaimana mulut yang dengan mudahnya membicarakan keburukan orang lain. Begitupun anggota tubuh yang lain, yang jika dihitung mungkin tidak akan sanggup menghitung banyaknya dosa yang dilakukan setiap harinya. Belum lagi berbagai dosa terkait kelalaian ibadah kepada...

Meluruskan Niat

Kemarin, sahabat-sahabat seperjuangan di UIN Malang mengirimkan beberapa photo ketika mereka yudisium, besok insha Allah mereka semua akan diwisuda. Di kelas kami, hanya 5 orang yang belum bisa wisuda karena alasan masing-masing. Sempat berkaca-kaca melihat photo-photo mereka, sempat tidak ikhlas mengapa saya tidak bisa bersama-sama dengan mereka kemarin dan esok hari. Seharusnya saya bisa berada di tengah-tengah mereka, wisuda bareng, karena kami memulai semuanya secara bersama-sama dan seharusnya kami bisa mengakhiri semuanya berbarengan. Saya sempat tertegun lama ketika selesai shalat, kemudian mengelus dada yang gamang, hingga akhirnya saya kembali menata diri, kembali menata niat yang mungkin saja salah. Harusnya saya bisa lebih ikhlas dalam menjalani semua ini. Rencana saya untuk wisuda bulan ini pupus, bukan karena kesalahan orang lain, tapi karena saya belum mampu mengatur waktu dengan baik, antara keluarga dan juga pendidikan. Memang, ada beberapa hal yang tidak m...