Skip to main content

Posts

Wafat Yang Indah: Selamat Jalan, Kakek

selamat jalan, kakek “Seabai apa pun sikap kita pada putaran waktu, perjalanan ini hanyalah menuju pulang. Berkemaslah dengan benar. Bersiaplah selalu untuk pulang.” ( Dear Faris: hal. 45) Kehidupan ini tidaklah abadi, akan ada akhir bagi semua yang hidup. Kematian memang misteri, namun hadirnya pasti. Kita tidak pernah tahu kapan, dimana, atau bagaimana kondisi kita ketika ajal sudah datang menjemput. Semua adalah rahasia Ilahi Rabbi, Allah, Tuhan Semesta Alam. Maka, selayaknya perjalanan ini diisi dengan amal kebaikan yang akan dijadikan bekal berpulang ke sisi Tuhan Yang Maha Esa. Hari ini, Jum’at Mubarakah, tepat pada tanggal 10 Muharram, kakek saya kembali ke sisi Allah SWT. “Wafat Yang Indah,” begitu komentar beberapa teman di WhatsApp. Amin, ya, Rabb. Semoga surga menjadi tempatmu berpulang, Kakek. Bagi saya, kakek adalah sosok yang sangat sederhana. Ia mendidik saya dengan cara yang sangat sederhana namun tetap penuh arti. Saya dan kakek bisa mengha...

Surat Untuk Adikku Sayang

Dinda, Alhamdulillah , satu persatu impian kita terwujud. Pintu menuju sarjanamu sudah semakin dekat. Kakak tahu bagaimana perjuanganmu untuk bisa sampai pada titik ini, ada banyak tangis, ada banyak luka, ada banyak tawa, namun engkau tetap percaya bahwa “tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan menghendaki, kita hanya perlu meyakini apa yang menjadi impian, kemudian berusaha menggapai semua itu sebaik mungkin.”  Dinda, engkau tidak perlu mantra khusus dalam berjuang meraih impian-impianmu, kuncinya hanya ada pada bagaimana engkau memahami potensi yang ada diri, kemudian berusaha menjadikan itu sebagai cara mewujudkan kebaikan di muka bumi ini. Karena hakikat kehidupan adalah menjadi seseorang yang bisa memberi manfaat pada orang-orang yang ada di sekeliling kita. Itulah manusia terbaik yang Rasul katakan; “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang memberi manfaat bagi manusia.” Dinda, Tuhan Mahabaik, ya, selalu memiliki cara untuk mewujudkan apa yang menjadi impian kit...

Pandangan Al-Ghazali Tentang Pendidikan

Al-Ghazali termasuk ke dalam sufistik yang banyak menaruh perhatian besar terhadap pendidikan, karena pendidikanlah yang banyak menentukan corak kehidupan suatu bangsa dan pemikirannya. Demikian hasil pengamatan Ahmad Fuad al-Ahwani terhadap pemikiran pendidikan al-Ghazali. Menurut H.M. Arifin sebagaimana dikutip oleh Abuddin Nata, al-Ghazali adalah penganut faham idealism yang konsekuen terhadap agama sebagai dasar pandangannya. Dalam masalah pendidikan, al-Ghazali lebih cenderung berpaham empirisme. Hal ini antara lain disebabkan karena ia sangat menekankan pengaruh pendidikan terhadap anak didik. Menurutnya, seorang anak tergantung kepada orang tua dan anak yang mendidiknya. Tujuan Pendidikan Tujuan pendidikan menurut al-Ghazali adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT., bukan untuk mencari kedudukan, kemegahan dan kegagahan atau mendapatkan kedudukan yang menghasilkan uang. Karena jika tujuan pendidikan diarahkan bukan pada mendekatkan diri kepada Allah, akan...