Skip to main content

Posts

Dear Pesma

Kurang lebih sudah 3 Minggu saya hengkang dari Mafaza karena melanjutkan Studi di Pascasarjana UIN Malang. Sejak awal, saya memang sudah mewanti-wanti pada anak-anak di Pesantren Mafaza untuk tetap melakukan kebiasaan-kebiasaan baik yang sudah saya tanamkan pada mereka selama ini. Tentu ada air mata yang menemani kepergian saya dari Mafaza. Di mafaza lah saya belajar menjadi lebih dewasa, mulai berbaur, mulai menjalin hubungan baik dengan anak-anak Mafaza, dan juga mulai memperbaiki kualitas ibadah kepada Allah SWT. Ada banyak hal yang Allah berikan pada saya selama berada di Mafaza, terutama saat menemani para santri yang ada di Mafaza. Nah, beberapa hari terakhir, ada banyak yang sms, WhatsApp, inbox di Facebook, BBM ataupun melalui skype. Tri Irawan, Jovi, Yoko, Eko sudah sejak beberapa waktu yang lalu berbagi cerita tentang kondisi mereka di pesma saat ini. Seperti pagi ini, saya menyapa Nasir melalui facebook. Kemudian menanyakan bagaimana Mafaza. Berikut jawaban Nasir; “...

To Win a War You Have to Start One

6 September 2014 Hari ini adalah orientasi program studi mahasiswa baru Pascasarjana. Sedari pagi saya sudah excited banget untuk hari ini. Maklum, secara sudah tiga tahun lamanya saya mempersiapkan ini semua, menjalani proses yang tidak mudah. Sudah seminggu saya berada di Batu, merasakan dinginnya yang luar biasa. Suhu di pagi hari bisa sampai di bawah 20’ C dan saya masih nekad mandi menjelang subuh. Mungkin karena sudah kebiasaan saya yang sejak dulu rajin mandi sebelum subuh, jadinya masih penyesuaian dengan cuaca yang cukup berbeda. Masyarakat di Indonesia beberapa waktu lalu cukup resah dengan adanya tulisan di spanduk orientasi mahasiswa baru di UIN Surabaya. Ada tulisan “Tuhan Membusuk” yang kemudian tersebar luas. Saya tidak menemukan hal-hal aneh saat orientasi di sini, di program sarjana pun saya tidak menemukan hal-hal aneh. Semangat di awal-awal study memang luar biasa, semoga tetap semangat hingga proses study ini selesai, dan bisa mengabdikan diri untuk mendidi...

Bahasa Arab di UIN Malang

4 September 2014 Hari ini, saya silaturahmi ke Ma’had Sunan Ampel Al-Ali, yang merupakan asrama bagi seluruh mahasiswa baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sekian banyak mahasiswa baru, baik putra maupun putri diwajibkan menetap di asrama, dan wajib mengikuti semua aturan yang berlaku. Asrama putra dan putri tentu saja dibedakan. Di dalam asrama ini, mereka diajarkan tentang keislaman, dibina dengan baik, demi mempersiapkan generasi penerus yang lebih baik. Saya rasa ini adalah salah satu cara yang baik, menjaga dan mempersiapkan generasi muda muslim, agar menjadi pemuda-pemudi yang dirindukan surga. Mereka diajarkan membaca Al Quran, dan juga menghafal. Saat ke UIN Pusat, ada pemandangan yang sangat menyentuh hati saya. Saya melihat sekian banyak mahasiswa yang duduk dalam bentuk lingkaran-lingkaran kecil di sekitar kampus, dipandu oleh seorang Mu’allim. Saya memotret kegiatan mereka, sambil berusaha mendengarkan apa yang sedang mereka pelajari. Saya menghampiri salah seora...

Jangan Sedih, Nak

Ariq 20 Agustus 2014 Kemarin, saya mendapat BBM dari Ibunya Tariq, “Ariq sedih baca tulisan Ustadz di facebook. Semalem nangis. Dia memang halus perasaannya. Dulu, waktu kelas 7, Ariq mengidolakan Ustadz, dia banyak cerita tentang Ustadz. Ketika Ustadz jadi wali kelasnya, dia sangat senang.” Seketika, saya mencoba untuk mengingat seraut wajah itu, wajah teduh nan menenangkan. Dia selalu tersenyum tiap kali saya menyambut kedatangannya di sekolah. Dia tidak banyak bicara, tapi saya tahu dia begitu menghormati saya sebagai gurunya. Sebelumnya, saya memang sudah tahu, kalo dia mengidolakan saya, tapi kami jarang berinteraksi, karena dia bukan anak di kelas saya, dan saya pun tidak mengajar di kelompoknya. Paling kami berinteraksi pas jam istirahat atau pas jam shalat dzuhur. Dia begitu baik, rajin membersihkan kelas, dan sangat santun. Sore ini, saya sengaja pergi ke sekolah untuk menemui salah satu rekan Guru, karena ada hal yang ingin saya bicarakan. Saya tidak tahu kalo ...

Surat Untuk Anakku Sayang

18 Agustus 2014 Anak-anakku, Raga kita memang terpisah jauh, bukankah hati kita kan selalu terpaut? Mengulang kenang kebersamaan kita, merangkai mimpi kita masing-masing dan berharap akan ada pertemuan di lain waktu. Kalian tahu, anak-anakku? Semakin jauh aku melangkah, hatiku semakin dekat pada kalian. Aku telah jatuh cinta sejak pertama kali kita bersama. Anak-anakku, Kita memang tidak lagi bersama seperti sebelumnya, akan banyak perbedaan dalam menjalani hari. Pertemuan yang rutin terjadi akan berubah menjadi pertemuan yang entah kapan akan terulang. Namun percayalah, aku tetap menyimpan kisah kebersamaan kita dengan baik di hati. Kisah kebersamaan kita tidak akan mampu dirusak oleh jauhnya jarak yang membentang, ataupun usia yang semakin menua. Ia akan tetap ada, karena aku mendidik kalian dengan cinta, ya, aku telah jatuh cinta sejak pertama kita berjumpa. Anak-anakku, Tahukah kalian, aku menangis, saat tahu bahwa kita akan berpisah. Aku memang sengaja pura-pura...

Dirgahayu (Ku) Indonesia

Foto bersama pengurus masjid dan panitia amaliah Ramadhan  17 Agustus 2014 Setelah mengikuti tes masuk pascasarjana UIN Malang, saya kembali ke Purwokerto, kembali ke sekolah, bertemu dengan anak-anak, bertemu dengan para santri di Pesantren Mahasiswa Masjid Fatimatuzzahrah, bertemu para jamaah Mafaza dan tentu saja kembali menikmati lezatnya sajian mendoan yang dibuat khusus oleh Bu Darmaji, seorang Ibu yang sejak satu tahun terakhir begitu dekat dengan kami yang merupakan anak-anak masjid. Beliau selalu bangga melihat kebersamaan kami. Ada rasa bahagia bisa kembali ke Kota Satria ini, mengulang kenang tiga tahun kebersamaan. Ada banyak kisah yang tidak bisa dikisahkan, ada banyak tawa yang tidak bisa diruntut, ada banyak air mata yang tidak bisa dibagi, semua menyatu menjadi satu kesatuan, membentuk satu kisah bahagia. Saya bahagia, bisa berada di lingkungan yang begitu baik, lingkungan yang membuat saya semakin bisa mengembangkan diri. Hari ini, tepat 25 tahun umur ...

Bertemu Orang-orang Hebat

Teman satu kamar waktu di rumah singgah pascasarjana UIN Malang 13 Agustus 2014 Di dalam kampus pascasarjana, ada guest house yang disediakan oleh pihak kampus. Saya belum langsung memesan kamar, belum bertanya lebih lanjut tentang harga dan fasilitas yang tersedia, karena ingin berkeliling kota terlebih dahulu sampai esok hari. Perjalanan saya semakin panjang, sedari siang sampai lepas isya, saya pergi menempuh perjalanan sekian jauh untuk mengenal keindahan kota malang baik kala siang maupun malam. Malang adalah kota yang cantik dan teduh. Saya mulai jatuh cinta dengan kota ini. Jarum jam di tangan sudah menunjukkan pukul sembilan malam, setelah seharian berkeliling ke berbagai macam tempat, saatnya untuk kembali, mencari tempat untuk istirahat. Dari masjid alun-alun kota saya kembali ke masjid Universitas Muhammadiyah Malang, namun sudah gelap, tidak ada tanda-tanda kehidupan di masjid ini. Tidak ada terlihat aktifitas jamaah di dalam masjid, semua sudah gelap. Ada tiga or...