Skip to main content

Posts

Diakah Jodohku?

Suatu ketika, ada seseorang yang menghampiri saya, mengajak saya berbincang di salah satu pojok masjid. Kebetulan saat itu saya baru selesai mengimami shalat maghrib di masjid. Beliau adalah salah satu guru saya, yang selama ini membimbing saya menghafal Al Quran. Beliau tersenyum, mengucap salam dan menjabat tangan saya hangat. Saya tersenyum, dan menjawab salamnya.             Berbicara dengan seorang guru, kadang membuat saya dag dig dug nggak jelas. Saya merasa ada sesuatu yang akan beliau bicarakan. Tidak biasanya beliau mengajak saya berbicara secara pribadi. Biasanya kami hanya berbincang sebentar selepas shalat, itu pun hanya bertanya kabar. Selebihnya bisa dibilang jarang terjadi perbincangan secara khusus.             Beliau memulai perbincangan.             “Umur antum sudah berapa, Ustaz?” saya memang ...

Kriteria Calon Suami/Istri Yang Baik

  Adakah yang mengharapkan memiliki pasangan (jodoh) dengan orang-orang yang tidak baik? Saya rasa tidak ada. Saya sendiri mendamba pasangan hidup yang baik, yang akan bersama-sama meniti jalan hidup yang telah Allah gariskan. Saya ingin memiliki pasangan yang mencintai Tuhannya melebihi cintanya kepada makhluk. Tidak ada salahnya mengharapkan jodoh yang terbaik untuk kita, karena bersamanyalah kita akan membangun bahtera rumah tangga yang diridhai oleh-Nya. Akan tetapi perlu diingat, hanya sekedar berharap saja tidaklah cukup. Boleh berharap, tapi harus sadar diri. Jangan hanya mendambakan pasangan hidup yang baik, tanpa mau berusaha untuk menjadi baik. Bukankah tidak seimbang jika yang satu rajin shalat, sedangkan yang satunya masih susah untuk diajak shalat? Bukankah indah jika bisa bersama-sama sujud di hadapan Allah Swt di malam-malam-Nya?             Teruntukmu wahai saudariku, pilihlah calon suami yang mempunyai a...

Kapan Nikah?

  “Aku sendiri bukan karena tidak ada yang memilih. Kesendirianku adalah sebuah proses memperbaiki diri, dengan harapan Allah akan mempertemukanku dengan seseorang yang juga sedang berusaha menjadi lebih baik di hadapan-Nya.” Mungkin sudah ratusan, bahkan bisa jadi ribuan kali pertanyaan ini diajukan padaku. Tiap kali pertanyaan itu diajukan, aku hanya tersenyum, kemudian menjawab “Insya Allah, segera”. Aku menganggap bahwa pertanyaan ini adalah pertanyaan sakral, karena memang tidak ada yang bisa mengetahui kapan aku akan menikah. Menikah bukan hanya sekedar menyatukan dua insan atas nama cinta, tapi lebih dari itu. Pernikahan adalah bagian dari bentuk ketaatan kita akan Ia yang segala Maha. Dialah yang telah memberi kita rasa untuk memiliki pasangan hidup. Namun pertanyaannya adalah, kapan jodoh itu akan ia pertemukan?             Mungkin pertanyaan ini sedikit dramatis. Ada banyak sahabat yang dari segi umur su...