Skip to main content

Posts

Silaturahmi dengan Wali Murid

  Gedung baru SMP Al Irsyad Purwokerto, terdiri dari empat lantai Minggu, 1 September 2013 Cuaca pagi ini cukup sejuk, biasanya setiap hari Minggu saya keliling dengan sepeda, menikmati udara pagi sambil melihat keramaian Sunday morning di sepanjang jalan dekat alun-alun kota. Berhubung hari ini ada kegiatan silaturahim dengan seluruh wali murid SMP Al Irsyad, sekaligus syukuran gedung baru, saya harus ke sekolah. Pukul 7.30 pagi saya sudah berada di sekolah dan membantu persiapan kegiatan hari ini dengan harapan bisa berjalan dengan baik. Acara baru bisa dimulai pukul delapan lebih sedikit, karena menunggu wali murid berdatangan. Saya tidak bisa mengikuti rangkaian demi rangkaian acara, karena harus menemani anak-anak membuat mading kelas di lantai 4. Tahun ini saya menjadi wali kelas 7 F (Al Qolam). Saya sengaja mengajak mereka untuk datang ke sekolah dan mengerjakan mading kelas. Ada lima anak yang datang ke sekolah, kami pun membuat mading dengan penuh sema...

Kejutan Ramadhan

“Hidayah ibarat cahaya; ia tak menyapa kamar yang tidak dibuka jendelanya.” (Faisal Tehrani) Bus yang membawaku melaju dengan pesat, melewati jalanan yang mulai berlubang; batu-batu kecil berserakan di sepanjang jalan, debu yang berterbangan, dan air yang tergenang. “Yuk ajak warga menanam padi di tengah jalan sana,” celetuk Dona, sahabat yang duduk di sampingku sambil menunjuk ke jalanan berlubang yang digenangi air. Aku dan beberapa penumpang yang ada di bus serentak terkekeh dengan celetuknya. “Bagaimana kalo kita bikin ternak ikan saja disana,” ujar salah seorang penumpang yang ada di kursi belakangku. Kami kembali tertawa, menertawakan kondisi jalan yang ada di negeri ini. Aku sama sekali tidak bisa mengingat kapan terakhir kali jalanan ini asri. Seingatku, setiap tahun aku mudik dan selalu melewati jalan yang sama, tiap tahun pula lah aku harus menyaksikan kondisi jalanan yang jauh dari kata layak. Entahlah, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tertidur lelap, ...

Aku Jatuh Cinta

  setelah selesai menyiapkan tempat tidur pada saat pesantren Ramadhan Aku jatuh cinta untuk yang kesekian kalinya kepada mereka; anak-anak yang penuh dengan kejutan-kejutan yang tidak pernah ada habisnya, mereka dengan tingkah yang kadang-kadang membuatku harus bertahan di tengah rasa yang aku sendiri tidak mengerti entah apa itu namanya, mereka yang dengan polosnya berlarian menjabat tanganku, mereka yang dengan senyum terukir indah di wajah mereka masing-masing, aku jatuh cinta dengan mereka semua.  Kami juara 1 lomba membuat poster 15 Juli 2013 Tahun ajaran baru, sekolah baru dan tentunya semangat baru menyambut murid baru dan anak-anak yang baru saja menghabiskan masa liburan kurang lebih sebulan lamanya. Kami berbaris rapi di bagian depan sekolah, menyambut kedatangan anak-anak. Aku melihat wajah-wajah baru yang nantinya akan menjadi murid-muridku.   anak-anak sedang mendengarkan tausiah Aku pertama kali bertemu dengan mereka di hari ini, ...

Kursus Mahir Dasar

Foto bersama di depan SMA IT Al Irsyad Purwokerto Apa yang ada di dalam benak kalian ketika saya penyebut kata Pramuka? Mungkin yang ada di dalam benak kalian tidak jauh berbeda dengan apa yang saya pikirkan. Ketika mendengar kata Pramuka, saya langsung membuat suatu kesimpulan bahwa pramuka adalah sekumpulan orang-orang yang kreatif, tangguh, dan memiliki kepribadian yang baik. Mungkin ada yang tidak setuju dengan apa yang saya gambarkan, tapi itulah yang saya rasakan saat pertama kali mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar atau biasa dikenal dengan sebutan KMD. Selama tiga hari, sejak tanggal 5 lalu sampai tgl 7 Juli 2013, kami yang merupakan guru-guru dari SD s/d SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto mengikuti kursus mahir dasar di SMA IT Al Irsyad Purwokerto. Kesan saya saat di hari pertama sampai hari terakhir sungguh sangat menyenangkan, kami diberi materi-materi dasar tentang kepramukaan, karena sebagian besar dari kami belum terlalu banyak mengerti tentang duni...

Wahai Lentera Bangsaku

Tengah malam, saat saya baru sampai Bandung, sahabat baik saya Siwi Mars Wijayanti tiba-tiba memberi pertanyaan yang rada-rada berat, “Setelah kamu kerja, skills apa yg kamu pikir penting untuk survive dalam hidup dan juga dunia kerja?” Kemudian saya iseng menjawab dengan jawaban ngawur, “Saya mau menjadi profesor cinta” Bukannya menjawab pertanyaan itu dengan serius, saya malah menjawabnya semena-mena. Beberapa detik kemudian, Mbak Siwi menulis begini, “Aku pernah merasakannya, lulus terus bingung..gak punya "bekal" yg cukup. Kurikulum kampus cuma kasih akademik aja. It’s not enough. Aku merasa softskills justru yg menentukan. cara bekerja dalam tim, komunikasi dengan orang, percaya diri di hadapan publik, inisiatif, mampu mendeliver idea, mengambil keputusan, toleransi, dan laen-laen. Kebanyakan anak-anak yg ikut organisasilah yg tertempa kemampuan-kemampuan begini.  Sedangkan aku dulu tipe anak rumahan kuliahan yg taunya cuma belajar dan ujian, lulus kuliah bi...