Skip to main content

Posts

Ya Allah, dia kah jodohku ?

Tidak ada tanda-tanda apapun   sore ini, seperti biasa, setiap akhir pekan saya menghabiskan waktu untuk beristirahat di rumah, namun sekarang pikiranku sedang terbelah seribu. Ya, pikiranku sedang bercabang seribu. Cerita bermula dari sini, Selepas sholat magrib, rencananya saya akan langsung pulang ke rumah dan menyelesaikan tugas sekolah. Dan langkahku terhenti saat seorang Kiyai memanggil namaku dan menjabat tanganku, dia adalah Guruku, banyak hal yang ia berikan dalam hidupku, entah sudah berapa banyak ilmu yang telah ia ajarkan padaku sebagai bekal dalam menjalani hidup ini. Sang Kiyai berucap salam, “assalamu’alaikum” “wa’alaikum salam jawabku sambil menjabat tangannya” “sudah mau pulang ke rumah ustadz ? , Tanya Kiyai kepadaku “ “iya Kiyai, mau melanjutkan tugas sekolah yang belum selesai” “bisa minta waktunya sebentar ? “ “bisa kiyai, ada apa ?” “Mari duduk sebentar, ada yang ingin saya bicarakan “ Saya segera menuruti perintah sang guru,  duduk berhadapan dengann...

Wasiat Cinta (part 2)

Andita pun memulai ceritanya. Reza, ( suara Andita terdengar serak-serak basah saat menyebut namaku), tidak lama setelah aku menikah dengan Raka, aku sangat bahagia, bagaimana tidak, aku mendapatkan seorang suami yang begitu menyayangiku dan begitupun sebaliknya aku sangat menyayanginya dengan sepenuh hati. Ia selalu memberikan perhatian begitu besar kepadaku, apa lagi di saat aku sedang mengandung Hanisah, ia selalu mencium perutku dan seolah-olah sedang berbicara dengan jabang bayi yang ada dalam rahimku. Kebahagian itu memuncak di saat aku melahirkan Hanisah, keluarga kami seakan-akan keluarga yang paling bahagia di dunia ini, aku mempunyai seorang suami yang begitu menyayangiku serta seorang anak yang sangat lucu yang menghiasi hari-hariku.Namun semua kebahagian itu tiba-tiba berubah menjadi duka berkepanjangan hingga akhirnya Raka meninggal dunia. Saat Hanisah berumur 5 bulan, Raka pamit untuk pergi ke lokasi Bangunan yang sedang Ia kerjakan, ia berm...

Wasiat Cinta (part 1)

Saat pikirku sedang melayang jauh,  tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumahku, dan terdengar seseorang memanggil namaku, suara itu sudah tidak asing lagi bagiku, otakku segera memutar memori yang mungkin sudah terletak di bagian bawah alam sadarku untuk mengingat suara orang yang mengetuk pintu rumahku, namun tak mampu kuingat siapa pemilik suara itu. Kubuka pintu secara perlahan dan dengan sedikit dipenuhi perasaan kaget, dan tak percaya, ternyata pemilik suara itu adalah Andita sahabat lamaku sekaligus cinta pertamaku yang tak berbalas yang sudah lama tak pernah kutahu akan kabar beritanya... ''Andita, ucapku,.. ''Ia tersenyum seraya berucap...iya, ini aku .... ... Dengan sedikit perasaan tidak percaya aku terus bertanya benarkah ini Andita...? Andita, ia seorang wanita yang dulu pernah mengisi hatiku dan kini sudah menjadi seorang ibu dari buah hatinya dan menjadi seorang istri dari sahabatku sendiri ‘ Raka...

dan Cinta itu ...

Datang , meski dengan sembunyi Melihat meski hanya dari kejauhan Mendengar meski tidak sempurna Meraih hati secara perlahan tapi pasti Dan cinta itu..... Kembali setelah lama menghilang Kembali mengukir hatiku yang sudah rata akan cinta Lama memang aku tidak bertegur sapa dengannya Dan hari kemarin adalah awal cinta bersemi

Pinang daku dengan Ar Rahman

Mentari pagi masih belum beranjak pergi , namun Shofiah sudah tampak sibuk memilah-milah setelan gamis mana yang akan ia pakai untuk bertemu dengan keluarga Faiz, hari ini adalah pertemuan keluarga Shofiah dan Faiz sekaligus acara lamaran. Dag dig dug jantung wanita berkerudung ini sebagai tanda bahwa ia sudah lama menantikan hari ini tiba, sudah sekian lama ia menanti kedatangan seseorang yang akan menjadi imam dalam keluarganya. Ia tidak hanya sekedar mencari seorang suami, namun lebih dari itu, ia mencari sosok yang mampu membimbing ia dalam kehidupan dunia dan akhirat, yang nantinya akan menjadi imam di lembar demi lembar kehidupan. Faiz, ia pemuda yang pendiam, taat beribadah, dan pemuda yang sangat susah untuk ditebak. Diumurnya yang memasuki angka 28 tahun, rasanya ia sudah mulai siap untuk mengarungi bahtera rumah tangga bersama Shofiah wanita yang baru saja ia kenal. Faiz dan Shofiah diperkenalkan oleh kedua orang tua ...

Bunda

Bunda, kerap kali aku menangis bila mengingat semua yang telah engkau lakukan untukku. Hidupku telah engkau warnai dengan warna-warni kebahagiaan Tidak sedetik pun engkau rela aku merasa tidak aman Dekapanmu mampu membuatku merasa tenang. Sekarang, aku berada jauh darimu Jauh bukan berarti aku tidak merindumu Aku merindumu Bunda Aku haus akan belaianmu Dan sekarang engkau sedang terbaring lemah di kasur itu Badanmu yang dulu berisi terlihat semakin mengurus Engkau hanya bisa tersenyum Meski kadang menahan sakit yang begitu dalam. Jarak yang memisahkan kita bukan menjadi alasanku untuk tidak bersamamu Sesegera mungkin aku akan berada disampingmu Dalam tidur pun bayanganmu selalu menghantuiku Getaran dihatiku membuatku semakin merindumu Tidak mampu aku membalas semua yang telah engkau lakukan untukku Hanya satu pintaku pada Tuhan yang maha kuasa Semoga Bunda segera diberikan kesembuhan dan bisa bercanda ria bersama kami anak-anakmu Amin. ...

Murka

Cinta, Sadarkah engkau bahwa aku membencimu melihat wajahmu aku sudah tidak sudi apalagi bertutur sapa dengan dirimu Aku sangat membencimu Why ? Karena engkau telah berani lari dariku tanpa seizinku Cintamu tak punya etika, tak punya hati Engkau datang sesuka hati dan pergi saat cintamu merasuk dalam jiwaku. Diam , teriakku saat engkau mencoba untuk berucap. Sudah cukup rasanya aku mendengar suara lirihmu Sedu sedan tangismu tak mampu jua membuatku tersenyum. Cukup , teriakku kembali padamu Pergi saja bersama hembusan angin Terbang layaknya kapas yang terbawa arah angin dan jangan kembali. Murkaku padamu belum berakhir ini hanya sekedar sesal yang sengaja engkau buat. aku Murka dengan Cinta yang telah engkau ukir