Skip to main content

Posts

Setiap anak adalah Bintang

“Setiap anak adalah Bintang” Kehadiran seorang anak dilingkungan keluarga merupakan suatu anugerah yang tidak ternilai harganya, ia merupakan anugerah ajaib yang diberikan sang pencipta kepada kita.  Tidak bisa dipungkiri, bahwa anak memberi warna tersendiri dalam keluarga kita, kehadiran mereka memberikan arti  yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun.  Kembali kepada ungkapan diatas, ungkapan diatas sangat sering kita dengar dilingkungan sekolah tempat anak-anak kita belajar dan itu diyakini oleh para guru. Sadar atau tidak, ungkapan diatas mampu memberikan rasa percaya diri yang lebih kepada anak baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Namun kadang kita sebagai orang tua kerap kali lupa bahwa setiap anak itu adalah bintang, kerap kali kita membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lainnya dan itu bisa menurunkan harga diri dan rasa percaya diri anak. Kadang kita membuat standar yang sama terhadap anak padahal mereka berbeda...

Rajutan Asmara

A - ku memang hanya masa lalumu yang sudah lama menghilang bersama waktu R - ajutan asmara yang sudah kurajut sedari dulu kini kembali terurai I - ngin rasanya aku kembali merajut asmara yang dulu pernah kita lalui A- ku, kamu, dan dunia menjadi saksi kisah asmara yang pernah kita bina N- amun kini, semua itu hanyalah kenangan yang entah kapan akan terulang S- elalu ada kenangan yang membuat hidup ini lebih berwarna I - tulah cinta, cinta yang membuatku gila karenamu L - ambat tapi pasti, aku berusaha menghapus semua  tentangmu dalam duniaku E - ntahlah, mungkin memang aku yang terlalu mendambakan cintamu N - amun, anganku hanyalah sebatas angan C - intamu sudah berpindah kelain hati E - ngkau tampak bahagia bersanding dengannya R - ajutan asmara ini biarlah kusimpan meski sudah terurai * Gue Bikin Puisi ini gara-gara ikutan Tantangan Master Teguh Puja

Malaikat Kecil

Beberapa menit sebelum keberangkatanku, Winda adikku yang paling kecil masih tertawa dengan lepas, bercanda dengan ponakan saya yang seumuran dengannya. Mereka berdua terlihat asik dengan kesibukan mereka, berlari kesana kemari, tertawa, kejar-kejaran. Wajah itu tampak begitu lugu dan penuh dengan kebahagiaan. Namun, semua kebahagiaan itu berupa menjadi kesedihan, saat malaikat kecilku ini melihat sebuah Bus besar yang akan membawaku ke negeri seberang. Dia menangis sejadi-jadinya saat menyadari bahwa sudah waktunya saya kembali ke rutinitas semula. Dia memelukku dengan erat seolah tidak ingin terpisah jauh dariku, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya, dia hanya menatapku dengan penuh harap agar saya bisa tetap tinggal dan bermain bersama dengannya seperti hari-hari sebelumnya. Winda, hari ini engkau belum banyak mengerti akan semua yang terjadi, namun suatu saat engkau akan menyadari bahwa kakak pergi untuk kembali. Jika memang sudah waktunya, kakak pasti akan kembali bera...

Cerita Mudik Lebaran 1432 H

26 Agustus 2011 Hari ini , saya akan melakukan mudik rutin, setiap tahun saya usahakan untuk bisa berkumpul dengan keluarga besar di kampung halaman nan jauh disana. Bus yang saya tumpangi akan membawa saya ke Jakarta. Purwokerto – Jakarta  tidaklah jauh, hanya memerlukan waktu kurang lebih 10 jam (tentunya itu kalo sedang tidak macet), tapi nampaknya kali ini perjalanan saya menuju Jakarta sedikit memerlukan tenaga ekstra, jam 06.45 pagi saya berangkat dari Purwokerto, dan baru tiba di Jakarta pukul 19.37.  Saya sengaja memilih untuk istirahat di Jakarta, sekalian bertemu dengan teman-teman zaman kuliah dahulu, setelah puas melepas rindu dengan teman-teman di asrama, saya kembali melanjutkan perjalanan menuju Bengkulu. 28 Agustus 2011 Jam di tangan menunjukkan pukul 05.07 pagi hari, saya segera mencari taxi dan langsung menuju terminal Kali Deres, di tiket yang saya beli tertulis bahwa seluruh penumpang harus sudah berkumpul sebelum jam 08.00. tentunya saya tidak ing...

Digaji Berapa?

Alhamdulillah, sore ini saya sudah kembali menikmati kemacetan kota Jakarta, meski merasakan kemacetan yang tak kunjung usai, namun saya tidak bisa memungkiri bahwa saya merindukan suasana macet seperti ini (halahhh bo’ong banget). Baiklah, kali ini saya akan bercerita tentang sebuah pertanyaan yang menurut saya sedikit mengusik kenyamanan saya. Yupzz sangat mengusik bahkan, belum 2 jam saya menginjakkan kaki di kota Jakarta ini, pertanyaan ini sudah berulang kali saya dengar. Bahkan sebelumnya memang sudah sangat sering diutarakan. digaji berapa ?” Gede nggak gajinya ? kalo gede gue mau juga dong ngajar disana. Pertanyaan diatas entah sudah berapa kali ditanyakan oleh beberapa orang teman yang satu fakultas dengan saya (fakultas pendidikan tentunya, bukan kedokteran :D). beberapa hari yang lalu saya pernah menuliskan bahwa menjadi guru itu harus dengan keihklasan, ikhlas bukan berarti nggak digaji, akan tetapi jika yang menjadi pertimbangan anda ingin mengajar han...

Problema Remaja

Umur remaja adalah umur peralihan dari anak menjelang remaja, yang merupakan masa perkembangan terakhir bagi pembinaan kepribadian atau masa persiapan  untuk memasuki umur dewasa, problemanya tidak sedikit. Telah banyak penelitian yang telah dilakukan  orang dalam mencari problema  yang umum dihadapi oleh remaja, baik di Negara yang telah maju, maupun yang masih berkembang. Menurut Prof. Zakiyah Drajat  diantara problema Remaja  yang tampak dengan jelas ialah: -         Masalah Hari Depan Setiap remaja memikirkan hari depannya, ia ingin mendapat kepastian, akan menjadi apakah ia nanti setelah tamat. Pemikiran akan hari depan itu semakin memuncak dirasakan oleh mereka yang duduk di bangku Universitas atau mereka yang berada di dalam kampus. Tidak jarang kita mendengar kalimat-kalimat yang memantulkan kecemasan akan hari depan itu, misalnya : “ hari depan suram”, “buat apa belajar, toh sama saja yang berijazah da...

Pastikan Anak Senang di Sekolah

Sekolah yang baik adalah sekolah yang memanusiakan manusia, artinya sekolah benar-benar memberikan layanan pendidikan anak sesuai potensi, kelebihan dan kekurangan yang anak miliki, yang memberikan rasa aman dan nyaman secara fisik maupun psikologis. Yang tak kalah penting untuk dicermati oleh orang tua adalah sejauh mana kesiapan anak untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi disekolah? Apakah anak sudah benar-benar siap masuk sekolah ataukah jangan-jangan mau sekolah karena didesak oleh orang tua yang terlalu bersemangat. -           Kapan anak siap Sekolah ? Secara umum anak siap belajar diluar  rumah (sekolah) pada usia 3 sampai 4 tahun, tergantung dari kondisi masing-masing anak. Sementara untuk duduk kelas satu SD idealnya setelah berumur 6 tahun. Beragamnya usia anak yang siap belajar di sekolah perlu ditinjau juga dari beberapa aspek. Seperti peran orang tua dan keluarga dalam menstimulasi anak untuk siap sekolah, lalu pera...